
"Usia kamu saat itu baru 4 tahun saat aku bertemu dengan Imron. Ayahmu yang dingin dan cuek serta terlalu sibuk dengan pekerjaannya, membuat Ibu merasa tidak tahan lagi. Namun, Ibu menahan diri agar tidak pergi bersama dengan Imron sampai kamu berusia 12 tahun."
"Walau mustahil menjadi ibu yang sempurna, namun seorang ibu pasti berusaha untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anaknya."
"Ibu mungkin sudah meninggalkan luka. Denger nak, jika kamu tidak bisa membuat diri kamu sendiri merasa bahagia. Kamu tidak akan pernah bisa membuat orang lain bahagia."
"Kamu boleh membenciku karena aku memilih untuk pergi bersama laki-laki lain, ketimbang berada di sisi kamu dan ayahmu."
Mira terdiam, dia mencoba untuk mencerna setiap kata yang diucapkan oleh ibunya.
"Selama 10 tahun yang bisa aku lakukan hanya membenci dirimu karena telah tega meninggalkan aku dan Ayah."
"Mira, maafkan aku.."
"Tidak bu, gadis 12 tahun tidak bisa mengerti tentang apa yang ibu lakukan Tapi Mira yang sekarang berusia 22 tahun, memahami bahwa apa yang ibu lakukan sudah bener."
"Apa?"
"Aku merindukanmu, Ibu... Aku merindukanmu.."
Akhirnya, penantian Ibu selama bertahun-tahun lamanya tercapai sudah. Pertemuan ini membuat nya akan meraih kebahagiaan dalam waktu yang lama.
Seorang ibu pasti akan melakukan berbagai cara untuk membahagiakan anak-anaknya. Perjuangan seorang ibu pun tidaklah mudah karena ia mengandung, melahirkan dengan taruhan nyawa, merawat sejak kecil dari pagi hingga petang, tanpa ada rasa mengeluh sama sekali.
Sayangnya tidak semua anak paham akan arti penting seorang ibu. Terkadang perkataan dan perbuatanmu kerap membuatnya terluka. Kamu tak sadar jika di dalam hati ia sedang menangis. Namun apa daya, rasa cintanya lebih besar dibanding amarahnya. Dia tak mengenal benci pada anak yang teramat dicintai dan justru akan memberikan pesan atau doa-doa pada anaknya supaya hidup dengan penuh berkah.
"Berdamailah dengan keadaan, apapun yang kamu benci belum tentu harus kamu jauhi. Apapun yang kamu inginkan tak harus terkabukan. Apapun yang kamu cintai tak harus dimiliki. Sebab dunia ini sudah digariskan oleh-Nya, ketetapan-Nya adalah yang terbaik," ucap Yesi sambil kembali memeluk Mira.
"Terima kasih karena sudah mau datang untuk menemui ibu kamu," ucap Imron.
Mira tersenyum, sambil melihat ke arah Ibu dan Zay Aditya yang sedang berbicara dan bercanda tawa.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Tentu saja, anakku."
"Bagaimana bisa kamu menunggu ibu ku selama enam tahun tanpa janji apapun?"
"Sangat sederhana, aku mencintai nya dan berkeyakinan untuk bisa hidup bersama dengan nya. Cinta itu hanya soal waktu."
"Dengar nak, jika belum masanya cinta akan berpihak padamu. Seberapa keras kamu berusaha, cinta tidak akan pernah datang."
"Paman sudah hidup dengan ibuku selama 10 tahun, Bagaimana Paman bisa bertahan tanpa adanya ikatan di antara kalian?"
"Saat ibumu mengatakan bahwa dia tidak ingin memiliki anak lain selain dirimu, aku sendiri tidak masalah karena bagiku dapat hidup bersama dengannya dan menghiburnya untuk selalu membuatnya bahagia sudah cukup. Sekarang, aku bisa pensiun dari tugasku yang selalu menghibur ibumu."
"Tanpa rasa sakit kita tidak akan pernah belajar menjadi kuat, tanpa rasa kecewa kita tidak akan pernah belajar menjadi dewasa. Tanpa kehilangan, kita tidak akan pernah belajar arti ikhlas."
"Terima kasih karena sudah datang. Mira."
Imron mencium kening Mira, Mira membalas dengan pelukan sebagai tanda perpisahan.
Mira dan Zay Aditya pamit pulang,
"I love you." Ucap Yesi.
"I know.."
...----------------...
__ADS_1
Di sebuah cafe pinggir jalan, Zay Aditya dan Mira memutuskan untuk beristirahat.
Zay Aditya terlihat pergi ke cafe itu untuk memesan dua minuman hangat. Sementara Mira, terlihat termenung sambil terus teringat ucapan sang ibu.
"Kita boleh berharap, tapi tidak bermimpi kosong, cobalah untuk menjadikannya nyata nak, walau tidak sempurna."
"Memperjuangkan cinta pada seseorang memang bukanlah hal yang mudah. Terlebih, jika sosok yang diperjuangkan ternyata justru cuek atau mengabaikan perjuangan kita. Sama halnya memperjuangkan masa depan, dalam hal cinta juga banyak sekali halangan yang harus dilalui. Itulah mengapa cinta sebaiknya memang dijalin dari dua pihak."
Zay Aditya kembali pada Mira setelah mendapatkan pesanan nya.
Zay Aditya memberikan kopi itu pada Mira.
"I love you, Zay Aditya."
Deg !!
Zay Aditya yang sedang menyeruput kopi nya, seketika terhenti mendengar Mira mengucapkan tiga kata Kramat.
"Kita adalah sepasang mata yang sama-sama tahu, ada hal yang kita rasakan, tapi memilih untuk diam. Diam untuk kemudian, yang entah kapan saling memperjuangkan."
Mira berbalik dan mendekatkan diri kepada Zay Aditya.
"Kamu melewati batas, Mira."
"Jika aku bukan takdirmu, masihkah kau memperjuangkan aku?"
"Mira, kamu melewati batas. Kita adalah dua orang yang sama-sama berjuang. Bedanya, aku memperjuangkanmu sedangkan kamu memperjuangkan dia."
Mira terus mendekat, hingga jarak mereka tinggal beberapa centi saja.
Perjuangan untuk mendapatkan cinta memang tak selamanya berakhir bahagia. Terkadang, cinta justru bertepuk sebelah tangan dan tidak menemukan titik temu. Lebih parahnya lagi, perjuangan seseorang dalam mendapat cinta seringkali tidak dianggap dan dihargai.
Mira tidak memperdulikan perihal perjanjiannya dengan Tuhan, dia tetap menyatakan perasaannya kepada Zay Aditya.
Zay Aditya menyambut ungkapan cinta itu dengan perasaan bahagia.
Jika ingin bahagia, berdamailah dengan dirimu..
Jika ingin damai, tenanglah dengan semua musuhmu..
Tahlukkan musuh-musuh dengan kasih sayangmu..
Buat tersadar bahwa kau baik kepada semua selainmu..
Jika kau masih menyayangi Tuhanmu..
Ma'afkan dan rangkul kembali yang salah di sisimu..
Tunjukkan serta arahkan pada kebaikan oleh mu..
Beri kesanggupan dalam kebaikan dalam dirimu..
Kemarahan pasti ada tuk mendampingi kesabaranmu..
Sebab itu Tuhan menciptakan keduanya untukmu..
Kesatuan Akal, fikiran dan hati sebagai pengontrolmu..
Menciptakan rasa benci, tuk mendampingi kasih sayangmu..
__ADS_1
Ketika kau menyayangi Tuhan-mu..
Maka Ia pun akan mengujimu dan menyayangimu..
Memberi yang kau minta dan mendengarkan semua keluhanmu..
Meminta kepada-Nya dan berusaha tidak mengeluh.
....
Saat malam mulai larut
Suasanapun semakin senyap
Aku terbujur dalam kekakuan
Karena hati terpasung dalam kesepian
Kesedihan dengan kesendirian
Seakan menggugurkan sejuta harapan
Sepinya malam berlalu sudah
Pagi datang mengawali hari baru
Aku terbangun dari panjangnya malam
Perlahan aku bergerak,
Berdiri dan kubuka jendela
Tersiratlah cahaya mentari pagi
Menyinari……
Menghempaskan semua khayalan kepahitan
Memang, Aku harus tetap tegar berdiri
Songsong hari yang baru
Sambut dengan sesuatu yang indah
Wujudkan misteri cita dan cinta
Sambutlah ‘si CINTA’ yang cantik
Berikan dia senyum
Warnailah hari-hari dengan cinta
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1