Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah

Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah
Aku Jatuh Cinta


__ADS_3

"Zay Aditya, ini benar-benar malam istimewa yang tidak pernah aku lalui sepanjang hidupku. Terima kasih, terima kasih."


Mira terus berlari sambil sesekali berteriak mengungkapkan rasa bahagianya.


Zay Aditya bahagia melihat tingkah laku Mira dan memilih untuk duduk di kursi yang ada di lorong ruang tunggu kereta cepat.


"Sudah aku juga bawa ada jiwa yang lain di balik sikap polos kamu itu."


"Jika kamu merasa bahwa aku memiliki dua kepribadian yang berbeda, maka jangan berteman denganku."


"Siapa yang ingin berteman dengan kamu? Aku bahkan jatuh cinta padamu."


"Zay Aditya..."


"Ya ya, aku tahu bahwa perjanjian kita akan segera berakhir. Aku juga ingin mengungkapkan sebelum kita benar-benar berpisah dan tidak akan pernah bertemu lagi."


"Zay..."


"Mira, kenakalanmu yang tersembunyi di balik wajah cantik itu sungguh membuatku terpesona. Aku jatuh cinta padamu."


Mira terdiam sambil berjalan mendekati Zay Aditya dan duduk di kursi yang letaknya tidak jauh dari sana.


"Aku tahu, sebentar lagi kamu akan menikah dengan pria Inggris itu. Aku? biarkan aku menyimpan rasa cinta ini di dalam hati selamanya."


"Zay, apakah kamu sungguh-sungguh dengan apa yang baru saja kamu katakan?" tanya Mira


"Lupakan apa yang baru saja aku katakan, sebentar lagi pertama akan datang dan membawa kamu pergi jauh dari diriku. Dan mungkin seperti itulah perjanjian ala London kita berakhir.


Hening..


Zay Aditya maupun Mira tidak ada yang berkata kata sampai kereta yang mereka tunggu akhirnya tiba.


Mira mulai bangkit dari posisi duduknya dan berjalan menuju kereta yang sudah berhenti, di mana pintu otomatis sudah terbuka.


"Mira, jika aku mencium mu, apakah kamu akan memukulku?"


Deg !!


Mira mengurungkan niatnya untuk memasuki kereta itu dan menatap Zay Aditya yang mulai berjalan mendekatinya.


"Aku rasa kamu tidak akan memukulku." Ucap Zay Aditya sambil terus berjalan mendekati Mira.


Kereta cepat pun kembali melaju, meninggalkan dua orang yang saling berpandangan untuk waktu yang lama.


Zay Aditya dan Mira kini sudah tidak ada jarak lagi, keduanya sangat dekat dan Zay Aditya menarik pinggang merah untuk dekat dengannya.


Zay Aditya memegang pipi Mira kemudian membawanya dalam ciuman sesaat.


Mira memejamkan mata, Zay Aditya melepaskan diri dan segera berjalan jauh.


"Kau tidak memukulku," lirihnya.


"Tidak memukulku."


...----------------...


Kejadian malam itu benar-benar melekat di dalam hati dan pikiran Mira. Terutama saat dia menyiapkan pesta ulang tahun ayahnya dan melakukan kunjungan bisnis terhadap supermarket yang dia kelola, dia tidak bisa berhenti untuk memikirkan Zay Aditya.


Setiap kali Mira melihat pengamen, bayangannya selalu tertuju pada Zay Aditya.


Bahkan saat Mira menyanyi pada acara ulang tahun sang ayah. Mira selalu terbayang akan wajah Zay Aditya.


Mira bernyanyi di depan ayah dan juga para tamu undangan. Tapi saat dia bernyanyi, bayangannya justru memikirkan Zay Aditya.


Heer Heer Na Akho Adiyo


-Jangan memanggil ku Heer, kawan..


Main Te Sahibaan Hoye


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


O Mainu, Le Jaaye Mirza Koi


-Aku ingin, orang seperti Mirza membawaku


Le Jaaye Mirza Koi, Le Jaaye Mirza Koi

__ADS_1


-Seseorang seperti Mirza yang membawaku pergi


Heer Heer Na Akho Adiyo


-Jangan memanggil ku Heer, kawan..


Main Te Sahibaan Hoye


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye,


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ohde Je Hi Main Te Oh Mere Warga


-Aku sama seperti dia, dia sama sepertiku


Hansda Ae Sajra Sawere Warga


-Ketika dia tersenyum seperti mentari pagi


Ankha Bandh Kar La Te Thande Hanere Warga


-Saat dia menutup mata, terasa seperti kegelapan


Ohde Je Hi Main Te Oh Mere Warga


-Aku sama seperti dia, dia sama sepertiku


Hansda Ae Sajra Sawere Warga


-Ketika dia tersenyum seperti mentari pagi


Ankha Bandh Kar La Te Thande Hanere Warga


-Saat dia menutup mata, terasa seperti kegelapan


Ohde Je Hi Main Te O Mirza Mere Warga (2x)


-Aku sama seperti dia dan Mirza sama sepertiku


Heer Heer Na Akho Adiyo


-Jangan memanggil ku Heer, kawan..


Main Te Sahibaan Hoye


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


O Mainu, Le Jaaye Mirza Koi


-Aku ingin, orang seperti Mirza membawaku


Le Jaaye Mirza Koi, Le Jaaye Mirza Koi


-Seseorang seperti Mirza yang membawaku pergi


Heer Heer Na Akho Adiyo


-Jangan memanggil ku Heer, kawan..


Main Te Sahibaan Hoye


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye,


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Naal Naal Tur Naa Te Vith Rakhna


-Berjalanlahlah denganku, jangan biarkan ada jarak

__ADS_1


Hadd Rakh Lena Wich Dil Rakhna


-Tandai batasannya dan jaga hatiku di dalamnya


Chhanve Chhanve Paawe Assi Teri Parchhawe Tur Na


-Aku ingin dapat tempat bernaung dalam bayangmu


Naal Naal Tur Naa Te Vith Rakhna


-Berjalanlahlah denganku, jangan biarkan ada jarak


Hadd Rakh Lena Wich Dil Rakhna


-Tandai batasannya dan jaga hatiku di dalamnya


Chhanve Chhanve Paawe Assi Teri Parchhawe Tur Na


-Aku ingin dapat tempat bernaung dalam bayangmu


Ohde Je Hi Main Te O Mirza Mere Warga (2x)


-Aku sama seperti dia dan Mirza sama sepertiku


Heer Heer Na Akho Adiyo


-Jangan memanggil ku Heer, kawan..


Main Te Sahibaan Hoye


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


O Mainu, Le Jaaye Mirza Koi


-Aku ingin, orang seperti Mirza membawaku


Le Jaaye Mirza Koi, Le Jaaye Mirza Koi


-Seseorang seperti Mirza yang membawaku pergi


Heer Heer Na Akho Adiyo


-Jangan memanggil ku Heer, kawan..


Main Te Sahibaan Hoye


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye,


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye,


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


Ghodi Leke Aaye Le Jaaye


-Semoga seorang berkuda datang membawaku


(Music: A. R. Rahman


Lyrics: Gulzar


Label: YRF Music


Singer: Harshdeep Kaur)


Mira terkejut saat dia melihat Zay Aditya datang di balik tamu yang hadir, Mira terus bernyanyi sementara Zay Aditya yang berada di dalam bayangannya berjalan mendekatinya dan mengecup bibir Mira.


Mira memejamkan mata, suara tepukan tangan dari para tamu undangan menyadarkan Mira, bahwa itu semua hanya khayalan nya saja.


Ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak bisa mencintai pria lain sementara aku sudah memiliki ikatan dengan Roger.


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2