Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah

Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah
Permintaan Akira


__ADS_3

Keesokan harinya..


Alika bersama dengan beberapa kru, sedang berada di sebelah desa dan sedang melakukan penelitian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh penduduk desa itu. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.


Teman teman Alika terlihat sibuk merekam dan mengambil video. Sementara Alika terlihat duduk di hadapan Nona Lilis. Manajer ARC Chanel.


(I'm begging Miss Lilis, give me permission to make a film about bomb squad soldiers. Wouldn't it be great if we raised the love story of the bomb squad)


"Aku mohon nona Lilis, berikan aku izin untuk membuat film tentang tentara penjinak bom. Bukankah bagus jika kita mengangkat kisah cinta dari pasukan tentara penjinak bom."


(At least let me do the presentation for the first time. You will not regret. I promise)


"Setidaknya biarkan aku yang melakukan presentasi untuk pertama kalinya. Kamu tidak akan menyesal. Aku janji."


(No, no no, Akira. I can't)


"Tidak, tidak tidak, Akira. Aku tidak bisa." Ucap Lilis sambil tetap fokus pada laptopnya yang terlihat mengerjakan sesuatu.


(Please, Miss Lilis, this is my chance of a lifetime.")


"Kumohon, Nona Lilis, ini adalah kesempatanku seumur hidup."


(No, that's too dangerous. You're not experienced enough yet, so forget it. Come on all of you hurry up and still get your stuff because we're leaving right now)


"Tidak itu terlalu bahaya. Kamu belum cukup berpengalaman, jadi lupakan saja. Ayo kalian semua cepat ke masih barang-barang kalian karena kita akan pergi sekarang juga." Ucap Nona Lilis pada ketiga rekan Akira sambil menutup laptopnya dan bangkit dari kursi duduknya.


(Come on everyone, we have to catch a flight.)


"Ayo semuanya, kita harus mengejar penerbangan." Teriak Nona Lilis lagi.


(Please, Miss Lilis. It's been my dream since childhood, to work for ARC Chanel. Traveling, making movies, finding stories that are different from the usual channels. I beg you allow me to do it)

__ADS_1


"Kumohon, nona Lilis. Ini mimpiku sejak kecil, bekerja untuk ARC Chanel. Jalan-jalan, membuat film, menemukan cerita yang berbeda dari channel-channel pada umumnya. Aku mohon izinkan aku untuk melakukannya." Ucap Akira sambil terus berjalan menyusul nona Lilis yang berjalan cepat seperti orang berlari.


(All right, two weeks. You will go alone and bring your own equipment. You will record and broadcast it yourself. But I can't promise that I will evaluate the first impression of the film, then I decided if it is indeed worthy to be shown in front of all Arc channels.)


"Baiklah, dua minggu. Kamu akan pergi sendiri dan membawa peralatan sendiri. Kamu akan merekam dan menyiarkannya sendiri. Tapi aku tidak janji aku nilai kesan pertama dari filmnya, lalu kuputuskan jika itu memang layak untuk ditampilkan di depan semua Arc channel."


Akira merasa sangat bahagia, dia belum lompat-lompat dan langsung memeluk Nona lilis.


Berkali kali Akira mengucapkan terima kasih sambil terus mempererat pelukannya hingga membuat Nona Lilis merasa sangat kesal.


"Get off me, crazy woman (Lepaskan aku, perempuan gila)" Ucap Lilis yang membuat Akira langsung melepaskan pelukannya dan berdiri dengan sedikit jarak.


(I will speak to general Nataraja regarding your arrival which will trouble them in 2 weeks time)


"Aku akan berbicara dengan jenderal Nataraja perihal kedatanganmu yang akan merepotkan mereka dalam waktu 2 minggu."


Nona Lilis kemudian pergi meninggalkan Akira yang sedang tersenyum lebar karena sebentar lagi impiannya untuk bekerja di ARC Chanel bisa terwujud dengan karirnya pertama yang akan mengulas kisah cinta tentang penjinak bom terkenal dari seorang tentara yang memiliki julukan The man can not dead.


(London! Iran! Afghanistan! Pakistan!, all world be ready Akira is coming to find the hidden story.)


...----------------...


Sementara itu..


Di lingkungan kawasan tentara penjinak bom, terlihat para tentara sedang berbaris untuk memulai pelatihan yang biasa mereka lakukan dalam lingkungan militer.


(General Nataraja ordered it himself, this documentary will benefit army I. You know how difficult it is to recruit bomb squad soldiers, so I think by hearing your courageous stories and by seeing you work in person the youths will be inspired and want to be like you.)


"Jenderal Nataraja yang menyuruhnya sendiri, film dokumentasi ini akan menguntungkan tentara I. Kau tahu betapa sulitnya merekrut tentara penjinak bom, jadi kurasa dengan mendengar cerita keberanianmu dan dengan melihat kamu bekerja secara langsung para pemuda akan terinspirasi dan ingin menjadi seperti kamu," ucap letnan pada mayor Zay Aditya.


(Don't worry because this interruption will only last 2 weeks)

__ADS_1


"Jangan khawatir karena gangguan ini hanya akan berlangsung 2 minggu."


(I really hope for your support for a film that tells the story of your courage)


"Aku sangat mengharapkan dukunganmu akan film yang menceritakan kisah keberanian kamu."


"Yes, Sir (Baik, Pak)" ucap Zay Aditya sambil menegakkan tubuhnya tanda bahwa dia bersedia menjalankan perintah yang baru saja diucapkan.


Zay Aditya terlihat menghela nafas panjang dan berpikir bagaimana mungkin ada orang yang tertarik untuk menuliskan kisah perjalanannya yang menjadi penjinak bom tanpa menggunakan pelindung.


Ya, tentu saja Zay Aditya aneh karena ini sudah 10 tahun dia berkarir di dunia penjinak bom, dan kenapa baru sekarang ada orang yang ingin menuliskan kisahnya.


Bahkan, orang itu berhasil membujuk jenderal nataraja dan bisa masuk ke dunia permiliteran.


Zay Aditya kemudian memilih untuk tidak terlalu memikirkan tentang masalah ini, Zay Aditya tidak tahu jika ternyata orang yang tertarik ingin menuliskan kisah tentang dirinya adalah Akira sendiri.


Keesokan harinya..


Tepat saat Zay Aditya dan para kelompoknya sedang melakukan makan siang, seorang wanita dengan membawa tas dan juga beberapa perlengkapan lainnya. Tidak lupa sebuah kartu nama resmi yang dikeluarkan oleh ARC Chanel, tergelantung di tangan kanannya.


Dengan penuh percaya diri wanita itu berjalan melewati ratusan tentara yang melihat ke arahnya.


Tentu saja wanita itu menjadi pusat perhatian karena dia adalah wanita satu-satunya yang berhasil masuk ke dalam dunia permiliteran, terutama memasuki kawasan tentara penjinak bom.


Wanita itu terus berjalan hingga sampai pada meja di mana Zay Aditya dan beberapa rekannya sedang melakukan makan siang.


Zay Aditya yang menggunakan kacamata hitam saat sedang makan, tentu saja langsung mendongak begitu melihat ada seseorang yang berhenti tepat di depan mejanya.


"You?"


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2