Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah

Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah
Keras Kepala


__ADS_3

"Aku minta maaf." Lirih Akira.


Zay Aditya berbalik badan membelakangi Akira untuk mengontrol emosinya yang sudah sangat meluap-luap.


(I said 350 meters behind me. Didn't I already warn you)


"Ku bilang 350 meter di belakang ku. Bukankah aku sudah memperingatkannya kepada kamu."


(Don't come with us anymore, you will withdraw from here. I can no longer let you make the same mistake the next moment)


"Jangan ikut dengan kami lagi, kamu akan mundur dari sini. aku tidak bisa lagi membiarkan kamu melakukan kesalahan yang sama pada momen berikutnya."


Zay Aditya kemudian memakai kacamatanya dan bersiap pergi meninggalkan Akira.


(No Soldier, I'm not going anywhere because I'm not going to back down and I'm still going with you)


"Tidak Tentara, aku tidak akan pergi kemanapun karena aku tidak akan mundur dan aku akan tetap ikut dengan kamu."


Zay Aditya status berjalan walaupun Akira mengejarnya sambil melambaikan tangan pertanda bahwa dia tidak menyetujui tentang apa yang baru saja Akira katakan.


(The road ahead is too dangerous for a woman like you, you won't be able to face it. Especially when it's your character that can't follow the rules I give)


"Jalan di depan terlalu berbahaya untuk wanita seperti kamu, kau tidak akan mampu menghadapinya. Terutama saat sifat kamu yang tidak bisa menuruti peraturan yang aku berikan."


(Soldier, this is the only chance of my life, I will overcome it all. please I'm sorry and give me one more chance)


"Tentara, ini satu-satunya kesempatan dalam hidupku, akan ku atasi semuanya. kumohon aku minta maaf dan berikan aku satu kesempatan lagi."


"Akira." Zay Aditya akhirnya berhenti melangkah dan langsung menatap tajam ke arah Akira.


(Listen, you are a good girl. You are also a very brave girl. But this is impossible for an untrained woman or man. Look, forget this story.)


"Dengar, Kamu adalah gadis yang baik. Kamu juga gadis yang sangat berani. Tapi ini tidak mungkin untuk wanita atau pun pria yang tidak terlatih. Dengar, lupakan saja cerita ini."


Itu adalah perkataan terakhir yang diucapkan Zay Aditya, sebelum kembali melangkah pergi meninggalkan Akira.


Namun, baru beberapa langkah Zay Aditya berjalan meninggalkan Akira. Langkahnya terhenti karena Akira mengatakan sesuatu.


(If I ask you to forget Mira will you forget her)

__ADS_1


"Jika aku meminta kamu untuk melupakan Mira apakah kamu akan melupakannya?"


Pertanyaan itu sukses membuat Zay Aditya menghentikan langkahnya dan Zay Aditya terlihat menatap ke arah langit sambil berulang kali menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia berbalik dan berjalan mendekati Akira lagi.


Tidak, Zay Aditya tidak jadi berbalik dan menghampiri Akira karena dia memilih untuk diam setelah mengetahui bahwa akhirnya mulai berjalan mendekatinya.


(There is always one desire that everyone has. For you, that passion is Mira. For me, my passion is a story about you.)


"Selalu terdapat satu hasrat yang dimiliki setiap orang. Bagimu, hasrat itu adalah Mira. Bagiku, hasratku adalah cerita tentang dirimu."


Zay Aditya menghela nafas panjang karena tidak menyangka jika Akira akan menyebut nama Mira.


"Aku tidak akan pergi."


Akira langsung naik ke dalam mobil Jeep, Diwan yang sebelumnya duduk di jeep tersebut tentu saja langsung pergi begitu mengetahui Akira berjalan ke arah cip dan segera naik.


Akira segera duduk sambil memangku kameranya, dia tidak peduli lagi dengan kata yang akan keluar dari Zay Aditya.


Akira tahu dan menyadari kesalahannya sangat fatal sehingga membahayakan tim penjinak bom.


Tapi bukankah setiap manusia memiliki kesempatan kedua untuk bisa memperbaiki sikapnya menjadi lebih baik dan lebih berhati-hati.


Zay Aditya menyimpan kedua tangan sejajar dengan dada dan melihat Akira yang sudah lebih dulu duduk dan tidak menoleh ke belakang lagi.


...----------------...


Mereka sedang berada di kota terpencil untuk mendalami temuan bom.


Semua orang sedang sibuk karena memang mereka baru saja selesai mendirikan tenda untuk tempat beristirahat mereka.


Zay Aditya sendiri baru saja selesai melakukan sentuhan terakhir sebelum Dia memutuskan untuk pergi.


Akira yang sedang menyemprotkan cairan anti nyamuk tidak sengaja mengenai Zay Aditya yang berjalan di belakangnya.


Akira tidak berkata apa-apa melainkan mengangkat kedua tangan sebagai tanda bahwa dia minta maaf dan tidak sengaja dengan apa yang baru saja dia lakukan.


Zay Aditya hanya menghela nafas panjang kemudian berjalan melewati Akira.


(Oh, Krishna. Where are you going sir?)

__ADS_1


"Oy, Krishna. Kemana sih Tuan akan pergi?" tanya Akira pada Krisna yang kebetulan melintas di hadapannya.


(He always seeks solace after defuse a bomb)


"Dia selalu mencari ketenangan setelah menjinakkan bom," ucap Krisna sambil melihat ke arah Zay Aditya yang pergi.


Ketenangan?


Akira yang seperti mendapatkan sebuah kesempatan untuk mengambil gambar tersembunyi dari sisi lain Zay Aditya, segera mengambil handycamnya dan jaket untuk segera menyusul.


(Akira don't disturb the sleeping lion)


"Akira jangan mengganggu singa yang sedang tidur," ucap Kamal ketika dia mengetahui bahwa Akira berniat untuk menyusul Zay Aditya.


(Oh brother, I'm not here to record birds. I'm here to record the lion and I will record this lion for sure.)


"Oh abang, aku ke sini bukan untuk merekam burung. aku ke sini untuk merekam sang singa dan singa ini pasti akan aku rekam," ucap Akira sambil terus melihat ke mana perginya Zay Aditya.


(Diwan, please continue cooking the chicken, I'll be back in a minute and make sure my portion is kept on the plate I've prepared.)


"Diwan, tolong teruskan memasak ayam, aku akan kembali sebentar lagi dan pastikan bagianku tetap terjaga di piring yang sudah aku sediakan."


Setelah mendapatkan jawaban dari Diwan, Akira segera pergi untuk menyusul Zay Aditya. Sayangnya karena percakapannya tadi yang menghentikan langkahnya, Akira jadi kehilangan Zay Aditya.


Sigh, where did that grumpy Master go, why did he disappear so quickly that I couldn't find him.


(Huft, ke mana perginya Tuan pemarah itu kenapa begitu cepat hilang sehingga aku tidak bisa menemukannya.)


Akira terus berjalan menuju arah sungai demi bisa menemukan keberadaan Zay Aditya. Hingga sama-sama Akira mendengar suara yang tidak lain adalah milik Zay Aditya.


"Ah, ternyata kamu sedang ada di sana."


Akira melihat Zay Aditya sedang duduk di atas batu besar yang ada di aliran sungai kecil dan sedang memegang buku catatannya.


Akira mulai menyalakan handycamnya dan merekam Apa yang dilakukan oleh Zay Aditya.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


...----------------...


__ADS_2