
Zay Aditya sudah berdiri di depan kantor Mira saat Mira keluar dari sana.
"Zay, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Mira yang langsung membawa Zay Aditya pergi dari sana karena takut ayahnya mengetahui jika ada pria lain yang sedang menunggunya di luar kantor.
"Aku sangat merindukanmu, kamu tidak pernah datang untuk menemaniku selama beberapa hari. Itu membuatku berhasil menciptakan suatu lagu khusus untuk kamu."
Mira tersenyum kemudian mengecup bibir Zay Aditya.
"Maaf, beberapa hari ini aku sibuk mengurus bisnis yang baru saja aku dan Roger luncurkan."
Zay Aditya memonyongkan bibirnya, membuat Mira gemas dan kembali menciumi Zay Aditya.
"Jadi katakan. Lagu apa yang kamu punya untuk aku?"
Zay Aditya tersenyum, Mira yang tahu langsung mengajak Zay Aditya untuk ke rumah singgah tempat dimana mereka biasa menghabiskan waktu bersama.
Zay Aditya mulai memetik gitar, Mira duduk di samping Zay Aditya.
Tumse Hi Jeete Rahe
-Aku terus hidup untukmu
Tumpe Hi Marte Rahe
-Aku bersedia mati untuk mu
Jab Tak Hai Jaan...
-Selama masih ada kehidupan
Tumse Do Lafzon Mein
-Untuk mu, dalam dua kata
Tumse Yeh Kehna Tha
-Untuk mu, aku harus mengatakan ini
Tumse Hi Mohabbat Thi
-Kaulah yang selalu kucintai
Tumse Hi Mohabbat Hai
-Kaulah yang akan selalu kucintai
Tumse Kehna Hai Yoon Rehna Hai
-Aku harus mengatakan, aku akan terus di jalan ini
Jab Tak Hai Jaan
-Selama masih ada kehidupan
Teri Ankhon Ke Sajde Mein
-Dalam doa dari matamu
Rehna Palko Ke Parde Me
-Aku ingin hidup di balik tirai
Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan
-Selama masih ada kehidupan
Teri Baahon Ki Narmi Mei
-Dalam kelembutan bahu mu
Saanson Ki Garmee Mein
-Dalam kehangatan napasmu
Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan
-Selama masih ada kehidupan
Tumse Do Lafzon Mein
-Untuk mu, dalam dua kata
Tumse Yeh Kehna Tha
-Untuk mu, aku harus mengatakan ini
Tumse Hi Mohabbat Thi
-Kaulah yang selalu kucintai
__ADS_1
Tumse Hi Mohabbat Hai
-Kaulah yang akan selalu kucintai
Tumse Kehna Hai Yoon Rehna Hai
-Aku harus mengatakan, aku akan terus di jalan ini
Jab Tak Hai Jaan
-Selama masih ada kehidupan
Raatein Jaagenge Raaton Mein
-Kita akan tetap terjaga sepanjang malam
Teri Bemaani Baaton Mein
-Dalam tutur katamu yang riang
Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan
-Selama masih ada kehidupan
Kori Kori Shaamon Mein
-Dalam kekosongan malam
Gungunaaye Kaano Mein
-Kau kan bersenandung di telinga
Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan
-Selama masih ada kehidupan.
Mira membalasnya dengan lagu yang tidak kalah romantis..
Aku tak bisa hidup tanpamu
Apalah aku tanpamu
Apalah aku tanpamu
Jika aku terpisah darimu
Maka aku juga akan terpisah dari diriku
Karena hanya kamu
Sekarang hanya kamu
Ketenangan ku juga rasa sakitku
Cintaku sekarang adalah dirimu seorang
Bagaimana hubungan kita ini
Aku tidak bisa jauh darimu walaupun untuk sesaat
Untukmu setiap hari aku bertahan hidup
Semua waktuku hanya untukmu
Tiada sedikitpun waktuku tanpa kehadiranmu
Namamu ada di setiap hembusan nafasku
Karena hanya kamu
Sekarang hanya kamu
Ketenanganku juga rasa sakitku
Cintaku sekarang adalah dirimu seorang
Dirimu
Dirimu
Hidupku hanya untukmu
Aku telah memberikan hidupku untukmu
Kesetiaanmulah yang telah menjagaku
Menghapus seluruh duka dari dalam hatiku
Bersamamu nasibku terjalin
__ADS_1
Setelah mendapatkanmu hidupku sempurna
Karena hanya kamu
Sekarang hanya kamu
Ketenanganku juga rasa sakitku
Cintaku sekarang adalah dirimu seorang
Zay Aditya menatap Mira yang sudah berhenti bernyanyi.
Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya menyatu dengan kehangatan duniawi.
...----------------...
Keesokan harinya...
Zay Aditya dan Mira terlihat sedang berboncengan dengan sepeda motor.
Mira terlihat cantik dengan gaun merah muda yang dipadukan syal tipis.
Mira terlihat membawa kado di tangannya, Zay Aditya mengantarkan Mira untuk menghadiri acara pertunangan sahabat nya.
Zay Aditya berhenti tepat di depan jalan masuk menuju gedung acara pertunangan sahabat Mira.
"Zay Aditya, aku sudah memutuskan bahwa hari ini aku akan membicarakan tentang hubungan kita kepada ayah," ucap Mira setelah turun dari motor.
"Hubungi aku jika ayahmu tidak setuju dengan hubungan kita. Aku akan meluluhkan hatinya seperti aku meluluhkan hati kamu."
Mira tersenyum sambil mencium pipi Zay Aditya.
"Aku harus pergi, aku akan menjemputmu saat jam makan siang."
Mira tersenyum melambaikan tangan. Baru saja Mira berjalan beberapa langkah, Zay Aditya memanggilnya.
"Zay..."
Mira terkejut karena Zay Aditya berdiri di atas motor dan menghadap padanya sambil berteriak,
"Mira, I Love you.."
"Zay Aditya, awas.."
Mira melihat mobil dari arah kiri, Mira tersenyum karena Zay Aditya bisa menghindari mobil itu di perempatan jalan.
Brak !!!
Sayangnya, Zay Aditya yang berhasil menghindari tabrakan mobil dari sebelah kiri itu harus ditabrak oleh bus sekolah yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Tubuh Zay Aditya terpental, cairan merah langsung mengalir dari kepalanya.
Petugas yang kebetulan bertiga di di sekitar perempatan itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan melarang orang-orang yang ingin mendekat untuk melihat kondisi pemotor yang jatuh.
Mira yang melihat itu langsung berlari untuk melihat keadaan Zay Aditya, namun dicegah oleh petugas yang sedang mencoba untuk menelpon ambulan.
Ambulance segera datang, Mira teringat mungkin ini adalah salah satu bentuk teguran dari Tuhan karena sebelumnya Mira sudah membuat kesepakatan terhadap Tuhan.
Mira melihat petugas segera berusaha mengembalikan detak jantung Zay Aditya yang sudah tidak ada.
Mira menangis, dia berlutut dan langsung berdoa kepada Tuhan.
Tuhan memang tidak akan selalu menjawab doa yang kamu panjatkan, akan tetapi Dia akan selalu memberikan yang terbaik di waktu yang tepat.
Namun bagi Mira, berdoa di saat terdesak dan menangis seperti ini akan membuat Tuhan mendengarkan doanya dan segera mengabulkan apa yang dia minta.
"Tolong, jangan hukum dia karena kesalahanku yang melewati batas. Tolong, jangan hukum dia karena kesalahanku."
"Aku mohon Tuhan, biarkan dia hidup. Berikan dia kesempatan. Jangan hukum dia karena kesalahanku. Aku mohon Tuhan."
"Aku mohon selamatkan dia, aku berjanji..."
Mira berhenti berkata kata, namun air mata terus membasahi pipinya. Dengan menangis, seolah menahan luka yang teramat dalam, Mira meneruskan kembali kata-katanya.
"Aku mohon selamatkan dia, aku berjanji tidak akan pernah menemuinya lagi."
Mira terus mengulang perkataan yang sama sambil menangis dan menutup mata. Berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Hingga, keajaiban pun datang. Petugas itu berhasil membuat Zay Aditya kembali sadar. Mira tersenyum.
Dia melihat Zay Aditya menoleh ke arahnya sebelum di bawa masuk ke dalam mobil ambulans.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1