Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah

Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah
Kecelakaan


__ADS_3

Zay Aditya sudah berdiri di depan kantor Mira saat Mira keluar dari sana.


"Zay, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Mira yang langsung membawa Zay Aditya pergi dari sana karena takut ayahnya mengetahui jika ada pria lain yang sedang menunggunya di luar kantor.


"Aku sangat merindukanmu, kamu tidak pernah datang untuk menemaniku selama beberapa hari. Itu membuatku berhasil menciptakan suatu lagu khusus untuk kamu."


Mira tersenyum kemudian mengecup bibir Zay Aditya.


"Maaf, beberapa hari ini aku sibuk mengurus bisnis yang baru saja aku dan Roger luncurkan."


Zay Aditya memonyongkan bibirnya, membuat Mira gemas dan kembali menciumi Zay Aditya.


"Jadi katakan. Lagu apa yang kamu punya untuk aku?"


Zay Aditya tersenyum, Mira yang tahu langsung mengajak Zay Aditya untuk ke rumah singgah tempat dimana mereka biasa menghabiskan waktu bersama.


Zay Aditya mulai memetik gitar, Mira duduk di samping Zay Aditya.


Tumse Hi Jeete Rahe


-Aku terus hidup untukmu


Tumpe Hi Marte Rahe


-Aku bersedia mati untuk mu


Jab Tak Hai Jaan...


-Selama masih ada kehidupan


Tumse Do Lafzon Mein


-Untuk mu, dalam dua kata


Tumse Yeh Kehna Tha


-Untuk mu, aku harus mengatakan ini


Tumse Hi Mohabbat Thi


-Kaulah yang selalu kucintai


Tumse Hi Mohabbat Hai


-Kaulah yang akan selalu kucintai


Tumse Kehna Hai Yoon Rehna Hai


-Aku harus mengatakan, aku akan terus di jalan ini


Jab Tak Hai Jaan


-Selama masih ada kehidupan


Teri Ankhon Ke Sajde Mein


-Dalam doa dari matamu


Rehna Palko Ke Parde Me


-Aku ingin hidup di balik tirai


Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan


-Selama masih ada kehidupan


Teri Baahon Ki Narmi Mei


-Dalam kelembutan bahu mu


Saanson Ki Garmee Mein


-Dalam kehangatan napasmu


Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan


-Selama masih ada kehidupan


Tumse Do Lafzon Mein


-Untuk mu, dalam dua kata


Tumse Yeh Kehna Tha


-Untuk mu, aku harus mengatakan ini


Tumse Hi Mohabbat Thi


-Kaulah yang selalu kucintai

__ADS_1


Tumse Hi Mohabbat Hai


-Kaulah yang akan selalu kucintai


Tumse Kehna Hai Yoon Rehna Hai


-Aku harus mengatakan, aku akan terus di jalan ini


Jab Tak Hai Jaan


-Selama masih ada kehidupan


Raatein Jaagenge Raaton Mein


-Kita akan tetap terjaga sepanjang malam


Teri Bemaani Baaton Mein


-Dalam tutur katamu yang riang


Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan


-Selama masih ada kehidupan


Kori Kori Shaamon Mein


-Dalam kekosongan malam


Gungunaaye Kaano Mein


-Kau kan bersenandung di telinga


Jab Tak Hai... Jab Tak Hai Jaan


-Selama masih ada kehidupan.


Mira membalasnya dengan lagu yang tidak kalah romantis..


Aku tak bisa hidup tanpamu


Apalah aku tanpamu


Apalah aku tanpamu


Jika aku terpisah darimu


Maka aku juga akan terpisah dari diriku


Karena hanya kamu


Sekarang hanya kamu


Ketenangan ku juga rasa sakitku


Cintaku sekarang adalah dirimu seorang


Bagaimana hubungan kita ini


Aku tidak bisa jauh darimu walaupun untuk sesaat


Untukmu setiap hari aku bertahan hidup


Semua waktuku hanya untukmu


Tiada sedikitpun waktuku tanpa kehadiranmu


Namamu ada di setiap hembusan nafasku


Karena hanya kamu


Sekarang hanya kamu


Ketenanganku juga rasa sakitku


Cintaku sekarang adalah dirimu seorang


Dirimu


Dirimu


Hidupku hanya untukmu


Aku telah memberikan hidupku untukmu


Kesetiaanmulah yang telah menjagaku


Menghapus seluruh duka dari dalam hatiku


Bersamamu nasibku terjalin

__ADS_1


Setelah mendapatkanmu hidupku sempurna


Karena hanya kamu


Sekarang hanya kamu


Ketenanganku juga rasa sakitku


Cintaku sekarang adalah dirimu seorang


Zay Aditya menatap Mira yang sudah berhenti bernyanyi.


Mereka saling berpandangan sebelum akhirnya menyatu dengan kehangatan duniawi.


...----------------...


Keesokan harinya...


Zay Aditya dan Mira terlihat sedang berboncengan dengan sepeda motor.


Mira terlihat cantik dengan gaun merah muda yang dipadukan syal tipis.


Mira terlihat membawa kado di tangannya, Zay Aditya mengantarkan Mira untuk menghadiri acara pertunangan sahabat nya.


Zay Aditya berhenti tepat di depan jalan masuk menuju gedung acara pertunangan sahabat Mira.


"Zay Aditya, aku sudah memutuskan bahwa hari ini aku akan membicarakan tentang hubungan kita kepada ayah," ucap Mira setelah turun dari motor.


"Hubungi aku jika ayahmu tidak setuju dengan hubungan kita. Aku akan meluluhkan hatinya seperti aku meluluhkan hati kamu."


Mira tersenyum sambil mencium pipi Zay Aditya.


"Aku harus pergi, aku akan menjemputmu saat jam makan siang."


Mira tersenyum melambaikan tangan. Baru saja Mira berjalan beberapa langkah, Zay Aditya memanggilnya.


"Zay..."


Mira terkejut karena Zay Aditya berdiri di atas motor dan menghadap padanya sambil berteriak,


"Mira, I Love you.."


"Zay Aditya, awas.."


Mira melihat mobil dari arah kiri, Mira tersenyum karena Zay Aditya bisa menghindari mobil itu di perempatan jalan.


Brak !!!


Sayangnya, Zay Aditya yang berhasil menghindari tabrakan mobil dari sebelah kiri itu harus ditabrak oleh bus sekolah yang melaju dengan kecepatan tinggi.


Tubuh Zay Aditya terpental, cairan merah langsung mengalir dari kepalanya.


Petugas yang kebetulan bertiga di di sekitar perempatan itu langsung mendatangi lokasi kejadian dan melarang orang-orang yang ingin mendekat untuk melihat kondisi pemotor yang jatuh.


Mira yang melihat itu langsung berlari untuk melihat keadaan Zay Aditya, namun dicegah oleh petugas yang sedang mencoba untuk menelpon ambulan.


Ambulance segera datang, Mira teringat mungkin ini adalah salah satu bentuk teguran dari Tuhan karena sebelumnya Mira sudah membuat kesepakatan terhadap Tuhan.


Mira melihat petugas segera berusaha mengembalikan detak jantung Zay Aditya yang sudah tidak ada.


Mira menangis, dia berlutut dan langsung berdoa kepada Tuhan.


Tuhan memang tidak akan selalu menjawab doa yang kamu panjatkan, akan tetapi Dia akan selalu memberikan yang terbaik di waktu yang tepat.


Namun bagi Mira, berdoa di saat terdesak dan menangis seperti ini akan membuat Tuhan mendengarkan doanya dan segera mengabulkan apa yang dia minta.


"Tolong, jangan hukum dia karena kesalahanku yang melewati batas. Tolong, jangan hukum dia karena kesalahanku."


"Aku mohon Tuhan, biarkan dia hidup. Berikan dia kesempatan. Jangan hukum dia karena kesalahanku. Aku mohon Tuhan."


"Aku mohon selamatkan dia, aku berjanji..."


Mira berhenti berkata kata, namun air mata terus membasahi pipinya. Dengan menangis, seolah menahan luka yang teramat dalam, Mira meneruskan kembali kata-katanya.


"Aku mohon selamatkan dia, aku berjanji tidak akan pernah menemuinya lagi."


Mira terus mengulang perkataan yang sama sambil menangis dan menutup mata. Berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.


Hingga, keajaiban pun datang. Petugas itu berhasil membuat Zay Aditya kembali sadar. Mira tersenyum.


Dia melihat Zay Aditya menoleh ke arahnya sebelum di bawa masuk ke dalam mobil ambulans.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2