Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah

Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah
Akhirnya perjalanan


__ADS_3

Mira dan Akira kini berada di sebuah taman, mereka bertemu untuk berbicara mengenai Zay Aditya.


"Terima kasih, Mira. Kamu sudah mau melakukan ini untuk Zay Aditya. Aku tahu ini pasti berat untuk kamu mengingat kamu sudah memiliki pasangan dan seorang anak cantik."


"Akira, aku belum menikah dan belum memiliki anak."


"Apa?"


"Aku memang membuat sumpah untuk meninggalkan Zay Aditya, tapi aku tidak pernah menikah."


Akira tentu saja terkejut dengan pernyataan yang baru saja dikatakan oleh Mira.


"Tapi, saat itu??"


"Aku dan Roger sudah berteman sejak lama. Kedekatan kami melebihi ikatan saudara ataupun ikatan apapun yang pernah ada. Karena persahabatan itulah saat Aku dan Dia memutuskan untuk tidak meneruskan pertunangan kami. Hubungan kami masih tetap terjalin baik. Setiap tahun aku membantu merayakan ulang tahun putrinya, aku merasa senang saat Roger menitipkan putrinya kepadaku setelah istrinya meninggal dunia."


Akira melihat ke arah Mira, rupanya selama ini dia sudah salah sangka mengenai Mira. Akira yang awalnya mengira bahwa Mira sudah memiliki keluarga, ternyata itu bukan keluarganya melainkan sahabat dan juga anak dari sahabatnya.


"Sungguh rumit. Kamu dan dia sudah berpisah selama 10 tahun namun kamu masih tetap sendiri bahkan masih mencintai untuknya," ucap Akira.


"Dan, aku juga terjebak dalam cintanya. Aku juga mencintai nya," imbuh Akira.


Mira dan akhirnya sama-sama terdiam karena mereka mempunyai pemikirannya sendiri.


Mira yang merasa walaupun dia sangat amat mencintai Zay Aditya, tapi dia tidak akan pernah bisa bersama karena sebuah sumpah Yang sebelumnya pernah dia ucapkan.


Sementara akhirnya berpikir jika dia tidak mungkin bisa memenangkan hati Zay Aditya, mengingat di dalam hatinya masih ada nama Mira.


"Ini benar-benar kisah cinta yang sangat rumit, kalau sudah begini tidak ada lagi yang bisa kita lakukan selain bekerja sama untuk membuat ingatannya kembali, kemudian bersama-sama kita akan memukul dirinya karena sudah mempermainkan kita."


...----------------...


Mira mendapatkan pesan dari Zay Aditya yang ingin bertemu dengannya di salah satu gereja yang dulu sering dikunjungi oleh Mira.


Mira kemudian mengenakan sari yang dulu sempat diberikan ibunya agar digunakan saat hari pernikahan. Mira menggunakan itu karena permintaan dari Zay Aditya juga.


Zay Aditya ya sudah lebih dulu berada di gereja menatap Tuhan Yesus Kristus.


Mira dengan senyuman memasuki gereja dan langsung memegang tangan Zay Aditya.

__ADS_1


"Zay Aditya, Ada apa ini? Kenapa kamu ingin aku menggunakan pakaian saat kita melakukan sumpah pernikahan?"


"Karena aku ingin kita mengulang kembali sumpah pernikahan yang pernah kita ucapkan di hadapan Tuhan."


Deg !!


Zay Aditya tersenyum sambil menarik tangan Mira untuk berada di hadapan Tuhan dan mulai berdoa.


"Tuhan, Aku tahu aku sudah melakukan kesalahan dengan melupakan hari pernikahan aku dan Mira, karena itu sekarang Aku ingin mengulang kembali momen itu sebagai bentuk awal dari kehidupanku yang baru karena engkau telah memberikan aku kehidupan lagi. Kehidupan yang meloloskan aku dari kematian."


"Zay Aditya..." miras sepertinya mencoba untuk menghentikan Zay Aditya.


"Mira, mari kita lakukan sumpah pernikahan sekali lagi agar aku bisa mengingat semuanya."


"Zay Aditya, Apa kamu pikir sebuah pernikahan dan janji sumpah di hadapan Tuhan bisa kamu permainkan." Mira melepaskan tangannya kemudian memilih untuk pergi meninggalkan Zay Aditya.


"Jika memang pernikahan dan juga sumpah janji di hadapan Tuhan tidak bisa dipermainkan, kenapa kamu berbohong dengan mengatakan bahwa kita sudah menikah selama 5 tahun?"


Deg !!


Mira menoleh ke arah Zay Aditya.


"Zay Aditya..."


"Aku sudah mengingat semuanya, kenyataannya paling menyakitkan bagiku adalah kamu berbohong dengan mengatakan bahwa kita sudah bersama selama 5 tahun."


"Zay..."


"Sekarang aku yang sudah mengingat semuanya, dan merasa bahwa aku sudah tidak mempunyai kepentingan lagi di sini memutuskan untuk pergi malam ini juga."


"Sungguh, Aku tidak pernah bertemu dengan wanita egois seperti kamu. Kamu menganggap bahwa dengan kita berpisah maka hidupku akan tetap selamat. Nyatanya aku harus kehilangan ingatanku walaupun aku tidak sampai meninggal dunia."


"Zay Aditya, maafkan aku. Aku mohon, jangan lagi kembali untuk menjadi tentara penjinak bom Jika kamu masih tetap bersikeras untuk tidak menggunakan alat pelindung saat kamu menjinakkan bom."


"Kenapa? apa sekarang Kamu juga mengkhawatirkan keselamatanku saat kita berjauhan?"


"Zay Aditya..."


"Dengar Mira, jika sebelumnya kamu membuat perjanjian dengan Tuhan. Bahwa kamu akan tetap menjauhi aku dengan tidak menjalin hubungan cinta agar aku bisa tetap selamat, aku juga membuat perjanjian jika aku tidak akan pernah berhenti untuk menjemput kematianku sampai aku sendiri kalah dan meninggalkan dunia ini. Atau justru Tuhan yang akan mengalah dan mengirimkan dia kepadamu."

__ADS_1


Zay Aditya kemudian menghempaskan tangan Mira yang sedari tadi memegang tangan nya. Mira menangis menyesali keputusannya waktu itu, dia tidak tahu rasanya akan sesakit ini ketika Zay Aditya mengatakan perihal rasa sakitnya karena sebuah sumpah yang pernah dia ucapkan.


Mira benar-benar tidak tahu harus melakukan apa. Sementara Zay Aditya menemui temannya Bachir untuk berpamitan karena dia yang sudah mengingat semuanya memilih untuk kembali ke negara I.


"Zay Aditya, berhentilah menjadi tentara dan nikmati kehidupan yang sudah membuat kita menjadi seorang raja, kita tidak perlu lagi bekerja keras untuk mendapatkan uang karena uang akan mengalir setiap hari kepada kita."


"Tidak, Bakir. Aku tidak akan berhenti sebelum peperangan antara aku dan Tuhan selesai. Aku akan tetap menjadi tentara penjinak bom untuk melihat sampai di manakah Tuhan akan membiarkan aku dan mereka tetap berpisah."


Pagi harinya..


Akira mengantarkan Zay Aditya ke bandara setelah Zay Aditya melakukan wawancara untuk kepentingan film yang dibuat oleh Akira.


Akira memberikan paspor dan juga tiket kepada Zay Aditya, serta menjelaskan ke arah mana dia harus pergi.


"Hei, gadis wartawan. Aku sudah mendapatkan kembali ingatanku dan semua tentang apa yang pernah terjadi. Maafkan aku, mungkin aku adalah pria tua yang tidak modern dan juga kuno dalam urusan percintaan. Tapi Aku janji aku akan kembali menjadi pria modern dan akan mengejar cintamu."


Akira menatap Zay Aditya dengan mata berkaca-kaca, Akira memeluk Zay Aditya dan mengatakan bahwa semuanya sudah terlambat.


"Semua sudah terlambat. Sudah terlambat. Aku tidak lagi mengharapkan cintamu Karena aku tahu sampai berapa abad pun aku menunggu aku tidak akan pantas untuk cintamu. Selamat tinggal, tentara."


Akira melepaskan pelukannya kemudian memberikan salam dua jari dari kepala sebagai tanda perpisahannya.


...----------------...


Satu Minggu berlalu...


Akira kini sedang mempresentasikan film dokumentasi tentang Zay Aditya. Tentang Zay Aditya yang memutuskan menjadi penjinak bom dan tidak pernah memakai pelindung saat menjinakkan bom.


"Hidup dan mati bukankah sudah menjadi garis dari kehidupan kita. Sekalipun kamu menggunakan pelindung bom, jika takdir kematianmu sudah sampai pada titiknya maka kamu juga akan tewas saat itu juga." Cuplikan dari Zay Aditya.


Akira kemudian mengatakan bahwa Zay Aditya sekarang sedang menjinakkan bomnya yang ke 112. Dan itu akan menjadi bom terakhir karena Zay Aditya akan pensiun menjadi tentara penjinak bom.


Keputusan Zay Aditya itu, dipengaruhi karena Mira memutuskan datang dan menemui Zay Aditya saat Zay Aditya tengah menjinakkan bom.


"Zay Aditya, akan berhenti menjadi tentara pezina umum dan akan memulai kisah hidupnya. Memulai kisah cinta yang sempat terpisah akibat sebuah sumpah."


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2