
Akira segera menuju sumber suara nyanyian yang dia yakini bahwa suara itu adalah milik Zay Aditya.
Zay Aditya terlihat duduk di sebuah batu besar yang berada di tengah aliran sungai jernih, Zay Aditya menyanyi sambil memeluk buku catatan yang sempat dibaca oleh Akira.
Akira langsung merekam aktivitas dan juga nyanyian yang dilakukan oleh Zay Aditya.
Sebuah senyuman menghiasi wajah Akira ketika dia berhasil mendapatkan video tentang sisi lain dari Zay Aditya.
Namun, saat Akira mulai meresapi arti dari nyanyian yang sedang dinyanyikan oleh Zay Aditya. Senyuman Akira perlahan memudar.
Challa Ki Labhda Phire
-Apa yang di cari oleh pengembara gila ini?
Challa Ki Labhda Phire
-Apa yang di cari oleh pengembara gila ini?
Yaaron Main Ghar Keda
-Kawan dimana rumahku?
Lokan Toh Puchda Phire
-Dia terus tanyakan pada setiap orang
Challa Hansda Phire,
-Berkelana dengan senyuman
Challa Ronda Phire
-Berkelana dengan air mata
Challa Gali Gali Rulda Phire
-Berkelana tanpa tujuan di jalanan
Challe Tu Sab Da
-Kau milik semua orang
Challe Tera Koi Nai
-Namun tak ada yang menjadi milikmu
Challa Gali Gali Rulda Phire
-Berkelana tanpa tujuan di jalanan
Challa Ki Labhda Phire
-Apa yang di cari oleh pengembara gila ini?
Challa Ki Labhda Phire
-Apa yang di cari oleh pengembara gila ini?
__ADS_1
Yaaron Main Ghar Keda
-Kawan dimana rumahku?
Lokan Toh Puchda Phire
-Dia terus tanyakan pada setiap orang
Rang Satrangi De Bulbula Di Boli
-Larut dalam warna pelangi, bernyanyi dengan burung bulbul
Dhup De Pairi Chale, Chhawaan Di Lai Doli
-Melangkah bersama sinar mentari, di bawah tempat teduh
Hun Kaale Kaale Badalan Vich Chand Labda
-Melalui setiap awan gelap kau mencoba untuk melihat rembulan
Goongiyan Hawaan Diyaan Awajaa Sun Da
-Dan mendengarkan bahkan pada angin sunyi
Yaaro Aase Paase Wasda Hai Yaar Mera
-Teman, kekasihku tinggal dekat denganku
Dikhda Ni Ohdi Khusbuaan Sungdaan
Challa Ki Labhda Phire
-Apa yang di cari oleh pengembara gila ini?
Challa Ki Labhda Phire
-Apa yang di cari oleh pengembara gila ini?
Yaaron Main Ghar Keda
-Kawan dimana rumahku?
Lokan Toh Puchda Phire
-Dia terus tanyakan pada setiap orang
Akira harus mengulang lagian di mana Zay Aditya bernyanyi hingga malam hari.
"Tentara, kamu bermain-main dengan bom saat malam. Sore harinya, kamu menghabiskan waktu dengan bernyanyi seperti kamu sedang menunggu kehadiran seseorang. Aku harus mencari tahu tentang dirimu."
Akira menutup handycamnya dan mulai memejamkan mata karena dia tidak sabar untuk menunggu esok hari.
Pagi harinya...
Karena memang mereka belum mendapatkan laporan tentang temuan bom, Akira bersama dengan beberapa orang lainnya memilih untuk menghabiskan waktu senggang dengan bermain bola.
Keceriaan terjadi, ditambah saat Krisna yang bertugas sebagai juru kamera untuk menangkap gambar dari Akira yang selalu saja berhasil mengecoh lawan dan mencetak gol terbanyak.
__ADS_1
Namun kemudian, tendangan bebas dari Kamal, membuat kamera yang berada di tangan Krishna terhempas ke tanah.
Seketika beberapa orang panik saat melihat kameranya terbagi beberapa bagian.
Salah seorang tentara yang mengerti sedikit akan teknologi, mencoba untuk memperbaiki kamera dari Akira yang rusak.
"Akira, sayang sekali aku harus mengatakan bahwa kamera ini rusak dan harus diperbaiki di kota. Sementara kita berada di sini masih beberapa hari lagi dan tidak menutup kemungkinan jika kamu ingin kamera ini segera diperbaiki, kamu harus kembali ke kota,"
Akira terlihat sedih saat mendengarkan kenyataan pahit yang harus dia terima. Zay Aditya yang sedari tadi mengawasi gerak gerik Akira, jadi berpikir akan sesuatu yang hanya diketahui oleh Zay Aditya.
(Soldiers, your wish to repeat me and for me to no longer be part of this journey, will soon be granted. no camera means i can no longer record your journey, soldier)
"Tentara, keinginanmu untuk mengulangkan aku dan agar aku tidak lagi ikut dalam perjalanan ini, akan segera terkabul. tidak ada kamera itu artinya aku tidak bisa lagi merekam perjalanan kamu, tentara."Ucap Akira sebelum dia berlalu pergi dari hadapan Zay Aditya dan masuk ke dalam tendanya untuk membereskan barang-barang miliknya.
Akira tidak menyangka jika belum lama dia bersama dengan Zay Aditya, dan belum mendapatkan apapun tentang cinta dan juga motivasi dari Zay Aditya yang tidak pernah memakai pelindung saat menjinakkan. Harus terhenti karena kamera Akira rusak karena sebuah bola.
Zay Aditya terus melihat ke arah Akira kemudian dia memilih untuk memperbaiki kamera sepanjang malam.
Pagi harinya...
Akira yang sudah siap dengan barang-barang miliknya dan juga pakaian di mana dia akan segera kembali ke kota untuk menyelamatkan kameranya. Terkejut saat Akira membuka resleting tenda tempat dia beristirahat, dan Sing, Kamal, dan Krisna sedang menyalahkan kamera dan merekam ekspresi terkejut sekaligus bahagia dari Akira.
"Suprise...."
"Akira dari ARC Chanel melapor untuk bertugas."
"Hei, Bukankah sebelumnya kamera aku rusak kenapa sekarang kamera ini berfungsi dengan baik?"
"Coba tebak siapa yang begadang semalaman demi bisa membuat kamera ini bisa kembali normal?" ucap Kamal
"Tidak mungkin jika tuan pemarah itu," ketus Akira.
"Maaf mengecewakanmu Akira, tapi memang mayor Zay Aditya yang melakukannya. Dia tidak tidur selama semalaman demi bisa memperbaiki kamera milikmu ini."
"Benarkah? lalu di mana dia sekarang aku ingin mengucapkan terima kasih karena dia sudah memperbaiki kamera milikku."
"Aku tadi melihatnya berjalan menuju aliran sungai yang ada di sisi utara perkemahan ini," ucap Krishna.
Tanpa pikir panjang lagi Akira segera melepaskan tas ransel yang sedari tadi berada di punggungnya, dan memberikannya kepada Kamal sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berlari dan menemui Zay Aditya.
(Soldier, didn't you really want to send me back home so that I would no longer be a shadow at your every step? but why are you fixing my camera, as if allowing me to stay by your side)
"Tentara, Bukankah sebelumnya kamu sangat ingin mengirim aku kembali pulang agar aku tidak lagi menjadi bayangan di setiap langkah kamu? tapi kenapa kamu justru memperbaiki kameraku, seolah-olah mengizinkan aku untuk tetap berada di sisimu?"
(Don't you say that you're starting to go crazy because you're already obsessed with love stories and the stories of my life's journey? I know what it's like to be in madness to be felt and the disappointment that this madness has no end. So, grab this madness of yours and get out of my sight quickly)
"Bukankah kamu mengatakan jika kamu mulai gila karena kamu sudah terobsesi dengan kisah cinta dan kisah perjalanan hidupku? aku tahu bagaimana rasanya kegilaan yang sedang dirasakan dan kekecewaan karena kegilaan ini tidak ada ujungnya. Jadi, raih kegilaan mu ini dan pergilah dengan segera dari hadapanku."
Zay Aditya, kamu memang benar-benar pria luar biasa yang baru aku temui sepanjang hidupku.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1