
Zay Aditya dan Akira kini sudah duduk berhadapan untuk mendapatkan pertanyaan yang akan dilontarkan oleh akhir seputar Zay Aditya yang tidak pernah memakai pelindung bom.
Akira merasa tersentuh dengan jawaban yang diberikan oleh Zay Aditya.
"Takdir seseorang sudah dituliskan pada garis tangan dan akan tetap sampai pada kematian walaupun seseorang itu memakai baju pelindung. Jika tadi seseorang dan kematian seseorang bukan sampai pada hari dimana kamu akan menjinakkan bom, sekarang pun kamu tidak memakai pelindung maka kamu tidak akan sampai pada titik dimana kamu akan meninggalkan dunia."
Akira kamu dia menutup kameranya dan mengucapkan terima kasih karena selama 2 minggu ini Zay Aditya mau memberikan kesempatan kepada Akira untuk mengikuti setiap jejak yang dilakukan oleh para penjinak bom.
"Zay Aditya, tentang pertanyaanku. Apakah sudah benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuk aku bisa mendapatkan hatimu dan mengisi ruang kosong di dalam hati mu?" tanya Akira.
"Akira, Kenapa kamu selalu membahas hal ini setiap kali kita duduk berdua?" Zay Aditya kemudian bangkit dari tempat duduknya dan memilih untuk pergi meninggalkan Akira.
"I love you, Zay Aditya."
"Jika kamu menganggap bahwa hanya Mira yang ada di dalam hatimu, aku bisa menggantikannya dan aku akan menjadi merah untuk mu."
Zay Aditya berhenti melangkah dan dia diam sampai akhirnya berjalan mendekatinya.
"Sungguh, Aku tidak pernah mengejar pria seperti saat aku mengejar cintamu. Selama ini para pria yang mengejar aku dan tidak sekalipun aku menganggapnya serius, tapi ketika bertemu denganmu ada rasa tidak biasa ketika aku merasakan sesuatu yang kita sebut itu cinta."
"Akira, Aku tahu kamu adalah wanita yang baik dan akan mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik daripada pemuda tua seperti aku. Beristirahatlah, besok apa harus kembali untuk menyerahkan laporan yang sudah kamu kumpulkan selama 2 minggu terakhir."
Akira hanya bisa memandang kepergian Zay Aditya, dan tiba-tiba saja air mata kembali menetes membasahi pipi Akira.
Akira mengusap air mata itu dan melihatnya, dia benar-benar tidak mengetahui kenapa air mata itu bisa keluar dari dirinya yang bersifat angkuh dan cuek serta tidak mudah untuk menangisi hal kecil.
Pagi harinya, Akira berpisah dengan semua orang yang sudah membantunya selama dia berada di lingkungan tentara penjinak bom.
Tiga hari kemudian, barulah akhirnya menyerahkan video tentang Zay Aditya.
Nona Lilis benar-benar terharu dengan kisah perjalanan Zay Aditya, Dia meminta Zay Aditya untuk datang langsung ke kantor agak bisa melakukan wawancara.
"Nona Lilis, aku rasa itu adalah hal yang mustahil jika meminta Zay Aditya untuk ke London."
"Kenapa?" tanya Nona Lilis.
__ADS_1
"Ya, dia memulai karirnya sebagai tentara penjinak bom itu berawal dari sesuatu yang terjadi di sini, di London."
"Aku tidak tidak mau tahu, Jika kamu ingin menjadi karyawan tetap ARC Chanel, dan ingin kamu menjadikan ini persentasi terbaik dan juga film pertama yang kamu buat. Kamu harus bisa membuat Zay Aditya datang ke sini."
Lilis kamu dia memilih untuk pergi meninggalkan Akira yang terlihat sangat kesal.
Akira kemudian mencoba untuk menghubungi Zay Aditya, dia memintanya untuk datang ke London tapi bisa mendapatkan kontrak kerja bersama dengan Arc channel.
"Tentara, Aku mohon datanglah ke sini dan aku akan memastikan bahwa kamu hanya akan berada di sini selama 24 jam penuh. Aku janji hanya 24 jam dan kamu akan segera kembali di keesokan harinya."
"Maafkan aku, Akira. Aku tidak bisa datang."
Zay Aditya kemudian menutup teleponnya dan memilih untuk meletakkan kembali ponselnya ke dalam saku celana. Sementara Akira perasaan sedih dan memilih untuk bergabung bersama teman-temannya.
Sepekan sudah berlalu, seperti yang sebelumnya dikatakan oleh nama Lilis jika dalam waktu 1 minggu akhirnya tidak bisa membawa Zay Aditya datang untuk melakukan wawancara. Maka, kesempatan Akira untuk menjadi bagian dari keluarga besar Arc channel akan berkahir.
"Jadi, Apa rencana kamu setelah ini?" Tanya teman laki-laki Akira saat mereka semua sedang berada di kantin.
"Ya, aku mungkin akan kembali ke kotaku dan mulai mencari pekerjaan yang lain dan melupakan mimpiku untuk menjadi seorang wartawan."
"Hei, Jangan pernah mengatakan dia seperti itu jika kamu tidak mengetahui tentang apa yang terjadi hingga membuatnya tidak ingin kembali ke sini lagi."
"Ya, itu tetap saja dia pantas mendapatkan julukan itu mengingat kota ini sangat luas dan kemungkinannya sangat kecil untuknya bisa kembali bertemu dengan masa lalu. Lagipula bukankah kamu sudah mengatakan bahwa kamu hanya akan memastikan bahwa dia berada di sini dalam waktu 24 jam."
Akira terdiam dan mencoba untuk menyampingkan pikiran negatif tentang Zay Aditya, hingga kemudian ponselnya pada hari dari nomor yang tidak dikenal.
Akira sangat bahagia saat mengetahui bahwa panggilan itu berasal dari Zay Aditya, yang mengatakan bahwa dia bingung menentukan mana pintu masuk untuk menuju kantor ARC Chanel.
Akira sangat bahagia dan mengatakan kepada teman-temannya bahwa Zay Aditya bukanlah pria bangsiat, karena nyatanya dia mau datang ke sini untuk memenuhi permintaan Akira
Akira sangat bersemangat keluar dari kantor dan menuju halaman depan untuk mencari keberadaan Zay Aditya.
Akira tersenyum saat melihat Zay Aditya berdiri sambil memakai topi yang diberikan saat dia akan kembali.
"Tentara, Terima kasih karena kamu sudah mau datang ke sini. terima kasih terima kasih dan terima kasih aku tidak bisa berhenti mengucapkan terima kasih karena aku merasa sangat bahagia," ucap Akira sambil tersenyum dan memeluk Zay Aditya.
__ADS_1
"Denger, kedatanganku ke sini hanya agar kamu berhenti mengganggu hidupku dan mulai menjalani kehidupan kamu sendiri."
"Ah aku tahu, Tapi aku tidak yakin bahwa setelah ini aku akan berhenti mengganggu hidup kamu mengingat aku yang sangat ingin menjadi bagian dari hidup kamu."
Akira berjalan mundur sambil terus menggoda Zay Aditya, Zay Aditya kemudian melihat bahwa ada sebuah mobil yang sedang melaju dengan kencang karena sepertinya sopir sedang kehilangan kendali atas mobil itu.
"Akira.."
Zay Aditya segera mendorong tubuh Akira dan membuat Zay Aditya terpental karena ditabrak oleh mobil yang melaju dengan kencang.
"Zay Aditya.."
Akira segera menerobos kumpulan orang yang dengan cepat mengelilingi Zay Aditya.
Akira berteriak agar orang-orang itu segera memanggil ambulans untuk bisa menyelamatkan Zay Aditya.
Di rumah sakit, Akira dibangunkan oleh perawat yang mengatakan bahwa pasien yang baru saja selesai melakukan operasi selama 3 jam, sedang menanyakan keberadaan Akira.
Akira buru-buru berjalan dan masuk ke dalam ruangan Zay Aditya, Akira melihat Zay Aditya terbaring lemah sambil melihat ke arahnya yang berjalan mendekatinya.
"Dimana Mira?" tanya Zay Aditya.
"Tenanglah Zay Aditya, aku ada disini?"
"Tidak, aku harus bertemu dengan Mira di mana Mira? perawat yang lain mengatakan bahwa ada seseorang yang sedang menungguku di luar ruangan ini. Kamu bukan Mira, siapa kamu?" tanya Zay Aditya.
Deg !!
"Tentara, Kenapa kamu tidak mengenali aku?"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...