Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah

Terpaksa Berpisah Akibat Sebuah Sumpah
Akhir Catatan..


__ADS_3

Saans Mein Teri Saans Mili To


-Ketika nafasku bertemu dengan nafasmu


Mujhe Saans Aayi


-Aku mulai kembali bernafas


Rooh Ne Chhoo Li Jism Ki Khushboo


-Jiwaku tersentuh oleh aroma tubuhmu


Tu Jo Paas Aayi


-Ketika kau mendekat


Saans Mein Teri Saans Mili To


-Ketika nafasku bertemu dengan nafasmu


Mujhe Saans Aayi


-Aku mulai kembali bernafas


Kab Tak Hosh Sambhale Koi


-Sampai kapan seseorang dapat menjaga kesadarannya


Hosh Ude To Ud Jaane Do


-Jika kesadaran melayang, biarkan melayang


Dil Kab Seedhi Raah Chala Hai


-Sampai kapan hati bisa terus berjalan lurus


Raah Mude To Mud Jaane Do


-Ketika jalannya berbelok, biarkan berbelok


Tere Khayal Mein Doob Ke Aksar


-Ketika aku hanyut dalam angan-angan tentanmu


Achchi Lage Tanhaai


-Kesepian nampak baik


Saans Mein Teri Saans Mili To


-Ketika nafasku bertemu dengan nafasmu


Mujhe Saans Aayi (3x)


-Aku mulai kembali bernafas


Raat Teri Baahon Mein Kate To


-Saat aku habiskan malam di pelukan mu


Subaha Badi Halki Lagti Hai


-Pagi nampak begitu cerah


Aankh Mein Rehne Lage Ho Kya Tum


-Apakah kau mulai tinggal di mataku


Kyon Chhalki Chhalki Lagti Hai


-Mengapa mataku tampak berkaca-kaca


Mujhko Phir Se Chhoo Ke Bolo

__ADS_1


-Maka sentuh aku dan katakan padaku


Meri Kasam Kya Khaayi


-Apa kau sudah bersumpah atas diriku?


Saans Mein Teri Saans Mili To


-Ketika nafasku bertemu dengan nafasmu


Mujhe Saans Aayi


-Aku mulai kembali bernafas


Rooh Ne Chhoo Li Jism Ki Khushboo


-Jiwaku tersentuh oleh aroma tubuhmu


Tu Jo Paas Aayi


-Ketika kau mendekat


Zay Aditya teringat dengan lagu yang sering mereka mainkan, jika dulu terdengar menyenangkan. Sekarang lebih terdengar menyakitkan.


Zay Aditya masih berada di gereja untuk mengutarakan isi hatinya..


"Ini tidak benar. Semua ini salah benar-benar salah. Perang antara aku dan kau sudah dimulai kau curi cintaku darinya aku akan mencuri keyakinannya darimu."


Zay Aditya terus fokus menatap Tuhan dan duduk di kursi ke tiga barisan depan.


"Dia percaya jika aku tidak bersamanya, aku akan hidup. jadi mulai sekarang aku akan menghadapi kematian setiap hari. Kita lihat berapa lama kau akan membiarkan aku hidup."


Zay Aditya mengangkat tasnya kemudian dia pergi meninggalkan london.


Butuh waktu lima tahun untuk menjadi orang yang mendapat julukan sebagai The man cannot die. Atau orang yang tidak bisa mati..


...----------------...


Dia tidak menyangka jika sebuah kisah yang dia baca secara tidak sengaja, membuatnya yang dikenal dengan gadis yang dingin dan tidak memiliki perasaan, menangis.


Akira terus melihat ke arah air mata yang menetes melalui matanya. Dia benar-benar masuk ke dalam cerita yang baru saja selesai dia baca.


Keesokan harinya, Akira mendatangi tempat di mana dia melakukan tujuan bebas ke dalam air sebelum kemudian ditolong oleh Zay Aditya.


Akira berharap bahwa tentara itu masih ada di sana, mengingat saat tentara itu pergi. Tenda masih berdiri di sana dan tidak di bongkar.


Akira melihat bahwa Zay Aditya baru saja selesai merapikan barang-barangnya dan hendak meletakkan rasanya di atas motor.


Akira tersenyum dan mematikan motornya sebelum berjalan mendekati Zay Aditya dan mengembalikan jaket yang sudah dia pinjamkan.


"Terima kasih." Ucap Akira sambil menyerahkan jaket itu kepada Zay Aditya.


Zay Aditya menerima jaket itu dan dia terkejut saat mendapati buku catatan itu juga ikut terbawa pada jaket yang dia pinjamkan kepada gadis asing yang sudah dengan bila menceburkan diri ke air laut yang dinginnya bisa saja membekukan tubuh.


Zay Aditya memilih meletakkan jaket itu di tali yang terhubung antara motor dan tas ranselnya.


Zay Aditya memilih untuk tidak berkata apapun dan langsung naik ke atas motor nya.


"Zay Aditya.."


Akira dengan hati-hati mencoba untuk memanggil tentara yang dia bahkan belum tahu namanya


Tentu saja Zay Aditya menoleh karena memang gadis itu memanggil namanya. Akira tersenyum dan langsung berdiri di depan motor Zay Aditya.


"Jika kamu Zay Aditya yang dimaksud dalam buku catatan itu, Bukankah itu artinya sosok Mira nyata?"


"Kenapa kamu membiarkan kisah berakhir dengan ketidakpastian? Kenapa kamu tidak berusaha kembali dan menemui Mira lagi?"


Zay Aditya terlihat bakalan nafas panjang kemudian berusaha menghidupkan motornya.


"Dengar tentara, aku tahu seharusnya aku tidak terlibat dalam hal ini. Tapi aku sudah terlibat. Kamu tidak mengenalku. Aku adalah gadis keras kepala yang tidak akan pernah menyerah sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan."


"Aku juga tipe wanita yang sangat tidak menyukai kisah romantis, tapi kisahmu itu benar-benar membuatku tertarik dan ingin mengetahui apa yang terjadi."

__ADS_1


"Tentara dengar, aku Akira, usiaku 21 tahun. Dari zaman hubungan kuliah aku adalah wanita yang mudah putus saat merasa bahwa pasangan sudah tidak bisa membuat aku merasa senang."


"Dengan dasar hubungan cinta yang telah kamu tuangkan ke dalam buku catatan itu, Aku penasaran apakah benar ada kisah cinta yang seperti itu. Apa kamu benar-benar menuliskan ini sesuai kisah hidupmu? atau ini hanya bagian dari imajinasi?"


Zay Aditya terlihat melihat Akira sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Dengan seperti ini cinta jadi sangat membingungkan. Tentara yang ingin ku tahu hanya apa ada cinta seperti itu? maksudku jika itu bisa terjadi padamu bisakah terjadi pada semua orang termasuk diriku?"


"Denger, siapa nama mu tadi?"


"Akira.


"Kamu mengagumkan. Pikirkan cerita ini, lalu lupakan kau tetap akan menjadi mengagumkan."


Zay Aditya kemudian segera pergi meninggalkan Akira yang mengambil ponselnya dan langsung menghubungi kekasihnya, Arjun.


"Halo Arjun. Bisakah kamu menungguku selama 10 tahun sebelum akhirnya kita bisa bersama?"


"---"


"Apa? tidak? baiklah kalau begitu kisah kita akan benar-benar putus dan berhenti menghubungi aku."


Akira meletakkan kembali ponselnya dan tersenyum ke arah Zay Aditya yang semakin jauh meninggalkannya.


"Baiklah Tentara, jika ini memang cinta dan benar adanya. Sebaiknya tetap begitu."


Tak tahu sampai kapan


Jalan yang ku tempuh ini sampai di ujung


Lelah... Aku merasa lelah


Dengan jalan yang aku tapaki


Mungkin memang harus ku kemudikan dengan baik


Agar sampai di tujuan sesuai keinginan


Tapi, bisa kah diriku?


Bisakah kemudi itu berkolaborasi dengan pikiranku ini?


Ataukah kemudi itu yang bisa membawa ku ke jalan yang benar?


Tuhan... Ada kah seseorang yang Kau siapkan untuk ku


Untuk bersama menopang beban yang ku pikul ini


Agar mau ku bagi kesedihan ku


Mau ku bagi derita ku


Tak tahu apa lagi yang bisa ku lakukan


Aku


Wanita yang penuh dosa


Yang berharap Kau mau menunjukkan


Kuasa-Mu itu untuk ku


*Sekarang aku telah benar-benar menderita


Aku sudah masuk ke dalam kisah cinta


seseorang yang tidak aku kenal*.


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2