
Zay Aditya sedang menunggu Mira yang tengah berlari menggunakan dress pendek berwarna hijau.
Begitu Mira sampai, dia langsung memeluk Zay Aditya.
"Aku harus pergi bekerja." Ucap Zay Aditya sambil berusaha melepaskan pelukan Mira.
Namun Mira tidak melepaskan nya, justru menarik Zay Aditya dan mengambil gitar yang entah dia dapat dari mana..
Mira memaksa Zay Aditya untuk bermain gitar dan akhirnya mereka bernyanyi bersama..
Saans mein teri saans mili
(Saat nafasku berpadu dalam nafasmu)
To mujhe saans aayi
(Maka kudapat bernafas kembali)
Mujhe saans aayi
(Kudapat bernafas kembali)
Saans mein teri saans mili
(Saat nafasku berpadu dalam nafasmu)
To mujhe saans aayi
(Maka kudapat bernafas kembali)
Mujhe saans aayi -
(Kudapat bernafas kembali)
Rooh ne chhoo li jism ki khushboo
(Roh telah menyentuh keharuman raga)
Tu jo paas aayi
(Saat kau datang mendekat)
Kab tak hosh sambhale koi
(Sampai kapan seseorang dapat menjaga kesadarannya)
Hosh ude to ud jaane do
(Bila kesadaran melayang, biarkan ia melayang)
Dil kab seedhi raah chala hai
(Saat hati berjalan di jalan yang lurus)
Raah mude to mud jaane do
(Bila jalan itu berbelok, biarkan ia berbelok)
Tere khayal mein doob ke aksar
(Seringkali ketika aku tenggelam dalam anganmu)
Achchi lagi tanhaai
(Saat itu kesendirian terasa indah)
Saans mein teri saans mili
(Saat nafasku berpadu dalam nafasmu)
To mujhe saans aayi
(Maka kudapat bernafas kembali)
Mujhe saans aayi
(Kudapat bernafas kembali)
Aaa...... Aa...... Aa.......
Raat teri baahon mein kate
(Saat kulewatkan malam dalam pelukanmu)
To subaha badi halki lagti hai
(Maka pagi tampak begitu redup)
Aankh mein rehne lage ho kya tum
(Apakah kau mulai tinggal di dalam mataku)
Kyon chhalki chhalki lagti hai
(Mengapa ia (mataku) tampak berkaca-kaca)
Mujhko phir se chhoo ke bolo
(Maka kemudian sentuhlah aku dan katakan)
__ADS_1
Meri kasam kya khaayi
(Sudahkah kau bersumpah atas diriku)
Saans mein teri saans mili
(Saat nafasku berpadu dalam nafasmu)
To mujhe saans aayi
(Maka kudapat bernafas kembali)
Mujhe saans aayi
(Kudapat bernafas kembali)
Rooh ne chhoo li jism ki khushboo
(Roh telah menyentuh keharuman raga)
Tu jo paas aayi
(Saat kau datang mendekat)
Sejak hari itu, hubungan keduanya semakin dekat. Mereka selalu bucin karena menyanyikan lagu cinta di setiap Zay Aditya mengamen.
Zay Aditya dan Mira juga sering menghabiskan waktu bersama di sebuah rumah kosong milik keluarga Mira.
Sambil sesekali mereka bernyanyi bersama..
Aku tak bisa hidup tanpamu
Apalah aku tanpamu
Apalah aku tanpamu
Jika aku terpisah darimu
Maka aku juga akan terpisah dari diriku
Karena hanya kamu
Sekarang hanya kamu
Kehidupanku kini hanya kamu seorang
Ketenanganku juga rasa sakitku
Cintaku sekarang adalah dirimu seorang
Bagaimana hubungan kita ini
Untukmu setiap hari aku bertahan hidup
Semua waktuku hanya untukmu
Tiada sedikitpun waktuku tanpa kehadiranmu
Namamu ada di setiap hembusan nafasku
Karena hanya kamu
Sekarang hanya kamu
Kehidupanku kini hanya kamu seorang
Ketenanganku juga rasa sakitku
Cintaku sekarang adalah dirimu seorang
Dirimu
Dirimu
Hidupku hanya untukmu
Aku telah memberikan hidupku untukmu
Kesetiaanmulah yang telah menjagaku
Menghapus seluruh duka dari dalam hatiku
Bersamamu nasibku terjalin
Setelah mendapatkanmu hidupku sempurna
Karena hanya kamu
Sekarang hanya kamu
Kehidupanku kini hanya kamu seorang
Ketenanganku juga rasa sakitku
Cintaku sekarang adalah dirimu seorang
...----------------...
Baik Mira atau Zay Aditya merasakan bahwa semangat hidupnya tumbuh berkali-kali lipat. Mereka sama sama merasakan semangat cinta yang begitu membara.
__ADS_1
"Zay Aditya, Kenapa kamu selalu bisa membuat aku rindu di setiap harinya?"
"Karena sekarang hati kita terhubung satu sama lain."
"Aku merasa bahwa tidak ingin hari ini berakhir karena aku tidak ingin berpisah denganmu walaupun hanya sedikit saja."
"Mira, kita tidak akan pernah berpisah. Hanya waktu sesaat yang memisahkan kita dan kita akan kembali bersama di keesokan harinya."
Zay Aditya melambaikan tangan ke arah merah yang mulai memasuki mobil dan pergi dari hadapannya.
Mira masih belum memberitahu perihal hubungannya dengan Zay Aditya.
Sang ayah masih mengira bahwa hubungan putrinya dengan kekasihnya baik-baik saja.
Roger yang juga memiliki beberapa cabang perusahaan, membuatnya sibuk sehingga tidak selalu memiliki waktu bersama dengan Mira.
Roger juga sekarang sekali berkomunikasi dengan Mira, itulah yang membuat Mira memiliki lebih banyak waktu untuk bersama dengan Zay Aditya.
Mira baru saja mandi dan bersiap untuk tidur saat tiba-tiba bayangan Zay Aditya melintas di dalam pikirannya.
...Aku terbayang akan manisnya senyumanmu...
...Seakan hanya aku yang menikmatinya...
...Namun aku hanya bisa merindu...
...Akankah cintaku terdampar disuatu pulau ?...
...Terbawa hanyut bersama gelombang kasmaran...
...Dan berlabuh di pantai asmara...
...Tetapi aku sangat yakin...
...Disana kita khan bercinta...
...Memadu kasih...
...Bercerita tentang hari esok...
...Khan kubiarkan semilir angin membelai tubuhku...
...Hingga aku tertidur dalam sandaran pelukmu...
...Namun mengapa suara ombak membangunkanku...
...Saat mimpiku menerawang angkasa...
...Menjelajahi ruang-ruang khayalan...
...Tuhan, mengapa aku ini ?...
...Terlalu menikmati senyuman itu...
...Apakah aku telah menduakan cintaku dari-Mu...
...Sampai hatiku bergetar menahan rasa...
...Aku sangat berharap bahwa hari esok segera datang agar aku bisa bertemu dengan kekasih hati ku....
Seperti Mira, Zay Aditya rupanya juga membayangkan hal yang sama. Dia tidak bisa tidur karena bayangan Mira terus berlari di pikiran nya.
Zay Aditya sampai bersenandung dan sesekali bernyanyi, mengungkapkan rasa bahagia yang ada di dalam hatinya.
Hal itu membuat Bankir merasa bahwa Zay Aditya sudah mengalami gejala bucin akut. Beberapa hari ini, Bankir memilih untuk menginap di flat Maya atau temen nya.
Zay Aditya sendiri tidak terlalu memperhatikan jika selama beberapa hari ini teman sekamar yang tidak pernah lagi tidur dengannya.
Ya, Zay Aditya dan Mira sudah terlalu bucin sekarang.
Mira...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Mira...
I asked God for a flower, he have me a bouquet
I asked God for a minute, he gave me a day
I asked God for true love, he gave me that too
I asked for an angel and he gave me you
(Saya meminta bunga kepada Tuhan, dia memberi saya karangan bunga
Saya meminta Tuhan sebentar, dia memberi saya satu hari..
Saya meminta cinta sejati kepada Tuhan, dia memberi saya, kamu.
Saya meminta malaikat dan dia memberi kamu untuk saya..)
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1