
Setelah berjalan lumayan panjang.Mereka tiba ditoko perhiasan langganan keluarga kala. Sebelumnya kala juga pernah membawa viona ketoko ini sewaktu mereka masih berpacaran dulu. Kala membeli hadiah ulang tahun untuk viona. Kala menyuruh viona memilih sendiri perhiasan mana yang viona suka, walaupun awalnya viona menolak. Dan sekarang Kala membawa viona untuk memilih cincin kawin dan perhiasan yang akan viona pakai dihari pernikahan mereka. Pernikahan hanya sekali kala ingin melihat calon istrinya itu secantik mungkin walaupun hanya pesta sederhana.
"Tunjukan beberapa set perhiasan dan cincin kawin terbaik."pinta kala.
Penjaga toko itu pun mengeluarkan beberapa perhiasan dan cincin kawin terbaik ditoko mereka. Pertama kala tampak menyuruh viona memilih set perhiasan tapi viona malah mengacuhkannya dan akhirnya kala memilih sendiri untuk viona.
"pilihlah kamu mau cincin pernikahan yang mana untuk kita."tanya kala lagi.
"terserah pilihanmu saja, aku tidak peduli."jawab viona sadis.
"ini pernikahan kita."kata kala.
"ini pernikahanmu."jawab viona singkat.
"Sepertinya aku terlalu bersikap baik kepadamu sampai kamu selalu membantahku.Kamu pilih cincin itu atau keluargamu akan hancur."bisik kala mengancam.
Mungkin kesabaran kala kali ini habis. Viona seketika memilih cincin pernikahan mereka. Viona mencoba beberapa cincin sampai akhirnya menemukan cincin yang diinginkannya dan menunjukkannya pada kala.
"bagus."kata kala tersenyum
"san bayarlah semuanya."pinta kala.
"baik tuan.
"ayo."kala menarik tangan viona.
Viona terkejut karena kala menariknya sangat cepat meninggalkan san yang sedang membayar belanjaan mereka.
"apa tugasmu cuma menyuruh orang saja. "kata viona.
"aku tidak lerlu menjawab pertanyaanmu itu.
"apa kamu ingin membeli beberapa baju ?
__ADS_1
"tidak usah.
"terserahmu saja.
Viona sangat kesal dengan sikap kala yang suka seenaknya. Sebenarnya viona tau kalau kala selalu memerintahkan asistennya itu seenaknya saja. Makanya kala tidak menghiraukan perkataan viona. Seperti kata kala dia tidak perlu pendapat orang lain untuk melakukan apa yang dia suka.
Selanjutnya kala membawa viona kekafe milik keluarga altezza didaerah xxx. Sepanjang viona hanya mengutuk kala didalam hati. Mereka juga saling diam satu sama lain. Sampai dikafe ,tampak cuma ada mereka berdua. Kala sengaja mengosongkan kafe itu karna kala mau berduaan bersama calon istrinya itu. Horang khayaaa mah bebas mau melakukan apa saja.
"aku akan mengirim beberapa pelayan dan tim MUA kepercayaanku untuk kerumah mu dihari pernikahan kita. Aku menyuruh mereka membuatmu secantik mungkin."kata kala.
"apa kamu selalu melakukan sesuatu seenakmu ?"kata viona tak terima.
"aku tidak perlu omong kosongmu untuk menyiapkan semuanya. kamu tau kan aku sangat berkuasa akubtidak harus mengatakannya berualang ulang kan."jelas kala.
Selang beberapa menit kemudian seorang pelayan datang dengan sangat gugup. Membawa daftar menu dan catatan ditangannya.
"silahkan tuan...nona."katanya.
"ini...ini..ini...ini....ini..dan american coffe satu."kata kala.
"jika kamu memesan sesuka hatimu , untuk apa kamu mengajakku, mengapa tidak makan sediri saja. Benar benar sangat menyebalkan ."kutuk viona.
"apa kamu tidak bosan mengutuk ku dari tadi. Apa kamu begitu mencintaiku sampai kamu mengutukku sepanjang jalan."kata kala membuat viona terkejut.
"Kala berikan saja aku utang , aku akan menyicilnya tiap bulan. Aku akan bekerja keras melunasi utang keluargaku."kata viona.
"Apa kamu pikir utang keluargamu cuma 50 ribu kamu sedang becanda. Aku tidak akn memberi mu utang karenag ini sebagian dari rencanaku untuk bisa memilikimu."kata kala.
"kala kasihanilah aku setidaknya kamu menyelamatkan nyawaku. Karena menikah denganmu bisa membuatku mati secara perlahan.
"Itu yang aku mau."
Kala pun tertawa. Sementara wajah viona semakin kesal. Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Kala memesan jus alpokat dan beberapa makanan kesukaan viona. Kala masih sangat mengingat semua yang viona suka. Mungkin karena cintanya terlalu dalam. Viona melihatnya sedikit tersentuh. Amarahnya sedikit mereda. Tapi belum bisa menghilangkan kebencian yang dia rasakan.
__ADS_1
"pernikahan kita akan dilaksanakan digedung hotel milikku."kata kala.
"apa aku perlu mendekorasikan gedung serba hijau dipernikahan kita. seperti keinginanmu dulu. "kata kala lagi.
"bahkan dia masih mengingat semuanya.batinviona.
"terserah mu...aku tidak peduli."jawab viona cuek.
Viona sangat menyukai warna hijau. Dulu sewaktu mereka masih pacaran pun viona pernah bermimpi untuk mendekorasi pernikahan yang serba hijau. Bahkan furniture kamar mereka juga viona ingin serba hijau. Tapi pernikahan mereka sekarang adalah pernikahan yang tidak viona harapkan. Karna perasaan viona sekarang sudah berubah. Dihati viona cuma ada benci. Keinginannya dulu seperti wanita pada umumnya ikut terkubur. Jujur sampai sekarang viona benar benar serasa seperti mimpi. Viona masih saja tidak menyangka masa lalu nya yang pahot itu akan menjadi masa depannya. Kembali lagi kita tidak bisa melawan takdir.
"vi apa kamu tidak bisa memaafkan aku ? Apa kamu tidak bisa melupakan semuanya.."tanya kala tibatiba.
Kala lagi lagi membahas untuk viona memaafkan dirinya.
"hh maaaf ? segampang itukah aku harus memaafkan orang sepertimu, aap kamu pikir kesalahanmu itu , kesalahan kecil biasa. Kalau kamu diposisi aku apa kamu akan memaafkan nya ?."kata viona.
"ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan vi, ini semua salah paham aku bisa jelasin semuanya. novi....
"sudahlah aku tidak ingin membahasnya, apa pun itu terserah padamu. Aku tidak semudah itu bisa percaya denganmu lagi. Sekali pengkhianat tetap pengkhianat.
"vi...
."apa kamu ingin membiat selera makanmmu hilang ? Bicarakan saja yang lain."kata viona
"aku mengerti kamu tidak semudah itu memaafkanku vi.batin kala.
"kau ingin punya anak berapa setelah kita nikah nanti."kata kala mengalihkan pembicaraan.
Viona tersedak, belum lagi menikah taoi kalahm sudah membicarakan kearah situ.Mengapa kala sudah berpikir semesum ini. Apa kala benar benar niat mempunyai anak dari viona. Kala pun hanya tertawa saja.
"lupakanlah ... habiskan makananmu setelah itu aku akan mengantarmu pulang."kata kala.
Mereka pun menyantap makanan mereka dengan hening, tanpa ada yang mengeluarkan perkataan sedikit pun. Kala diam diam sesekali menatap wajah viona. Kala sangat senang karena sebentar lagi dia akan memiliki pujaan hatinya itu seutuhnya. Mau viona terima atau tidak kala tidak peduli. Karena tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Kala selalu yakin dengan yang maha membolak balikan hati. Suatu saat viona lasti luluh ...pastii... dan mau mendenagrkan penjelasan darinya.
__ADS_1
Setelah selesai makan seperti kata kala , dia pun mengantar viona sampai kedepan pintu rumah viona. Lalu berpamitan pulang.
BERSAMBUNG ........