
Seperti biasa viona bekerja ,kali ini dia diletakkan diarea pondok buah dikota xxx bersama kayla, ridho dan cika. Mereka bekerja dengan penuh semangat dan sesekali sambil becanda ria. Lagi lagi mereka semua kala cepat dengan viona , viona yang sangat beruntung hari ini bisa menghabiskan selurih vochernya dalam sekali persentasi. Sedangkan mereka masih menjual masing masing 3 vocher.
"kak vi bantu babang ridho dong katanya kak viona sayang sama babang."kata ridho mencoba merayu.
"enak kali ya cara kamu berbicara usaha sendiri dong."nyolot cika.
"suka suka dong , sirik amat sih.
"kamu itu udah berapa lama kerja tapi masih belum bisa mandiri, sekali aja kamu berusaha sendiri tanpa melihat kak viona menguras tenaganya karenamu babang ridho."kata cika..
"iri bilang bos."jawab ridho santai.
Viona dan kayla hanya tertawa melihat perseteruan ridho dan cika. Ridho dan cika memang sangat sering berantem bila satu team. Leader yang bersama mereka bahkan sampai stres melihat mereka. Wajar saja sih mereka sering bertemgkar. Sebab ridho dan cika masih sangat seperti anak anak dan tidak ada yang mau kalah.
"kring...kring..kring."hp viona tiba tiba berdering.
"mama ? tumben mama nelpon, ada apa."batin viona.
"Hallo ma."kata viona menjawab telpon itu.
"apa ? papa masuk rumah sakit? kokbisa ma ? iyaudah viona kesana sekarang. Dimana rumah sakitnya ma."kata viona terkejut.
"iya iya ma.
Viona sangat terkejut mengetahui papanya masuk rumah sakit, ntah apa yang terjadi tapi sekarang dia benar benar sangat khwatir. Dia Viona sangat takut terjadi apa apa dengan papanya. Meskipun papa dan mamanya tidak menyayanginya ,tapi viona tetap sayang kepada mereka. Karena mau bagaimana pun buk sintia dan pak irawan tetaplah orang tua kandung viona.
__ADS_1
Viona berpamitan untuk pergi kerumah sakit dengan teman temannya. lalu dia langsung mencari taxi dan bergegas pergi kerumah sakit. Diperjalanan viona juga tidak lupa menghubungi buk ifa untuk meminta izin. Buk ifa pun mengizinkannya.
Sesampai dirumah sakit, viona melihat mama, sisi dan adam sedang duduk dibangku depan UGD sambil menangis. Tampak sisi sedang memeluk mama. Viona berlari kecil menghampiri mereka.
"bagaimana keadaan papa ma."khawatir viona.
"papa sedang ditangani dokter."jawab buk sintia singkat.
Tidak lama kemudian dokter pun keluar dari ruangan. Spontan mereka semua berdiri dengan wajah tegang.
"bagaimana keadaan suami saya dok ?"kata buk sintia khawatir.
"pak irawan menderita penyakit jantung buk dan keadaannya sangat lemah. Untuk sementara pak irawan harus dirawat. Kami akan menyiapkan ruang rawat untuk pak irawan. Untuk sementara itu silahkan ibu menyelesaikanadministrasinya terlebih dahulu...permisi buk."jelas dokter itu meninggalkan viona dan keluarganya.
Mama viona menangis sederas mungkin, viona,sisi dan adam juga ikut merasakan kesedihan yang mama mereka rasakan. Sisi masih memeluk mama mereka.
"papa...papa dipecat."kata buk sintia menangis terisak isak.
"Dipecat ? kenapa bisa ma ? memangnya papa melakukan kesalahan apa ?."tanya viona lagi.
"papa ketauan memakan uang perusahaan sebanyak 50 M, pihak perusahaan tidak terima. Karena papa mereka juga rugi besar, bahkan pihak perusahaan akan menyita rumah dan mobil mobil kita. Papa juga akan dijeblosan kedalam penjara saat papa sembuh nanti kalau papa tidak bisa mengembalikan uang itu. Perusahaan tidak mau tau. Sesampai dirumah setelah papa cerita semuanya tiba tiba papa pinsan."jelas adam yang melihat mamanya seakan tidak mampu untuk menjelaskan.
Viona langsung terduduk lemas. Viona tidak menyangka masalah sebesar ini bisa menimpa keluarganya. Bahkan tabungan viona pun tidak mungkin cukup untuk membantu masalah papanya. Sisi juga tidak bekerja , selama ini sisi cuma mengandalkan uang papa mereka saja. Sedangkan adam masih duduk dibangku SMA. Tentu viona yang diharapkan untuk membantu masalah yang menimpa keluarganya, karena cuma viona yang bekerja. Viona benar benar bingung sekarang apa yang harus dia lakukan. Kemana dia harus mencari bantuan, bahkan saudara mereka pun tidak mungkin punya uang sebanyak itu kalau pun punya mereka tidak akan meminjamkannya.
"Ini semua salah mama."kata mama tiba tiba."mama yang sudah menyuruh papa kalian untuk berbuat curang, karena gaya kehidupan mama yang glamour dan tidak ingin direndahkan didepan teman teman mama.Mama selalu menuntut papa."kata buk sintia menyesal.
__ADS_1
Sisi , viona dan adam pun melihat kearah mama mereka. Memang mama mereka itu sangat glamour dan gensian tapi tidak juga dengan harus menyuruh papa mereka untuk berbuat curang. Kalau begini susah sendiri jadinya. Tidak ada yang bisa berbuat apa apa kan ?
"sudahlah ma, nasi sudah jadi bubur mama jangan menyalahkan diri mama."kata viona menenangkan buk sintia.
"Tapi bagaimana dengan kehidupan kita ? lusa kita sudah harus mengosongkan rumah. Belum lagi biaya rumah sakit papa kalian dimana mama harus mencarinya ? Bahkan mama tidak punya tabungan sama sekali. Mama juga baru membayar uang arisan cukup banyak."keluh buk sintia.
"viona yang akan bayar biaya rumah sakit papa ma. Mama tidak perlu khawatir, viona masih punya sedikit tabungan. Dan viona akan berusaha mencari kontrakan sederhana untuk kita tinggal sementara."jelas viona.
"apa kontrakan ? aku tidak mau tinggal dikontrakan. Apa kata teman teman ku nanti seorang sisi keluargnya sudah bangkrut. "protes sisi tidak terima.
"iya mama juga tidak mau. Apa kata teman teman mama juga kalau mama tinggal dikontrakan, apa lagi kalau sampai kontrakan yang kumuh dan sumpek. Lebih baik mama mati saja dari pada mama harus menanggung malu."sambung buk sintia.
"Ma apa yang mama katakan ? ini semua hanya sementara , kita mau tinggal dimana lagi ma kalau tidak dikontrakan. umUang viona bahkan tidak cukup untuk membeli rumah."kata viona.
"pokoknya mama tidak mau tinggal dikontrakan titik! kalau kamu mau, kamu aja yang tinggal dikontrakan."bentak mama."ayo sisi kita pulang... mama pusing lama lama berada disini."kata buk sintia lagi menarik tangan sisi.
Viona benar-benar bingung sekarang apa yang harus viona lakukan. Satu sisi viona prihatin dengan kondisi papanya yang sangat lemah dan harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.Viona tidak mau melihat papanya menghabiskan masa tua dipenjara. Disisi lain mama viona tidak mau tinggal dikontrakan, mama masih memikirkan malunya ditengah masalah yang mereka hadapi. Padahal masalah ini juga campur tangan mamanya.
"ya allah berilah aku kekuatan.batin viona.
"Tenanglah semua pasti ada jalan keluarnya. "kata adam menenangkan viona.
"hmmm "jawab viona tersenyum tipis.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1
semoga kalian sukak yaa ...😊😊