
Viona terbangun dengan posisi tangan kala memeluk tubuhnya begitu juga tangan viona yang memeluk pinggang kala. Mereka melakukannya tanpa sadar semalaman. Viona menatap wajah tampan kala tanpa berkedip rasanya masih seperti mimpi dirinya sekarang sudah menjadi nona altezza. Perasaan viona mulai bercampur aduk antara benci dan kembali mencintai.
"apa aku memang harus memaafkannya.batin viona.
Tak tahan viona pun menyentuh pelan tubuh kala dan ingin menciumnya. Tapi sebelum ciuman viona mendarat kala sudah dengan cepat mencium bibir viona.
"apa kamu sangat menyukai wajahku yang tampan ini sayang."kata kala tersenyum dengan wajah tertutup
Viona sangat kaget rona merah mulai muncul dipipinya ternyata kala pura pura tertidur. Kala membuka matanya pelan.
"Muachhhh."ciuman cepat dibibir viona lagi.
Viona menatap kala tajam.
"bukankah kamu tadi ingin menciumku istriku sayang."kata kala mengejek.
"apa apaan kamu ini awas menyingkirlah aku mau mandi."viona menolak tubuh kala dan bergegas mandi.
Kala tersenyum melihat tingkah viona yang sudah seperti kalah malu.Tiba tiba kala seperti menemui ide cemerlang. Kala pun menyusul viona kekamar mandi.
Viona yang sudah dalam keadaan polos pun spontan mengambil handuknya. Ntah apa lagi yang akan kala lakukan kepadanya sekarang.
"apa yang kamu lakukan apa kamu sudah kehilangan akal ? k."kata viona takut.
Kala membuka bajunya dan dengan cepat memeluk tubuh viona dari belakang.
"aku hanya ingin mandi bersama istriku ini.
"tidakk kamu saja deluan mandi aku akan menunggu diruang ganti, kamu sudah berjanji tidak menyentuhku."kata viona berusaha melepaskan pelukan kala.
"tenanglah aku tidak akan menyentuh mahkotamu. Aku tidak akan membiarkan mahkotamu hilang ditempat seperti ini."goda kala.
"Lepaskan ....aku rasa kamu ingin membunuh ku secara perlahan."ucap viona kesal.
Kala melanjutkan membuka celananya ,tubuhnya benar benar polos sekarang.Viona menutup matanya dengan tangannya. Kala nampak tidak memperdulikannya dan malah hanya tersenyum. Kala masuk kedalam bathtup yang telah diisi air oleh viona sebelum dirinya masuk.
"Apa kamu tidak punya rasa malu. Bagaimana bisa kamu membuka seluruh bajumu.
"Kamu ini istriku ngaoain juga aku harus malu. Lagian suatu saat kamu pasti akan melihatnya kan.
"Aku benar benar kehilangan akal sekarang.
__ADS_1
"apa kamu akan berdiri sampai besok ? kemarilah lepaskan handukmu itu"kata kala.
"tidak aku tidak mau.. aku tidak bisa mempercayai orang sepertimu. Bisa saja kamu menyerangku secara tiba tiba , kamu kan sangat licik.
" kamu mau masuk sekarang atau aku akan menghabiskan tubuhmu tanpa perduli kamu bersedia atau tidak.
"kala aku tidak bi ...
"kala ?
"hmm sa....yang....aku...
Kala keluar dari bathtup dengan cepat dia melepaskan handuk viona dan menarik viona sampai kepelukannya. Kala menggedong tubuh viona masuk kedalam bathtup. Viona tidak bisa berkata apa apa lagi sekarang tubuhnya sudah membelakangi kala. Mereka pun mandi bersama. Kala menyabuni tubuh viona dan menggosoknya lembut. Kala juga menciumi bahu dan leher viona.Dengan jailnya kala memegang dada viona dan menggelitikinya. Viona merasa sangat geli geli.
"mengapa aku dikirimkan suami semesum dia.batin viona menangis.
"Sering sering lah kita melakukan seperti ini." bisik kala.
"Sa...yang kamu sehat kan.
"Tidak aku sedang sakit sekarang....
1 jam mereka menghabiskan waktu dikamar mandi. Lalu bersiap untuk kekantor. Seoerti biasa viona menyiapkan kebutuhan kala duku baru dirinya, walaupun kali dia melakukan tugasnya hanya memakai handuk. Setelah selesai mereka pun turun bersama sama , kala memegang tangan viona , dan viona hanya pasrah saja. Terlihat mami laras dan papi faisal sudah duduk menunggu kedatangan mereka dimeja makan. Seperti biasa viona mengambilkan sandwich kepiring kala terlebih dahulu baru dia mengambil untuk dirinya.
Bagaimana tidak kala sangat puas mengerjai viona semalaman dan disambung tadi pagi saat mereka mandi bersama. Viona benar benar kehabisan akal sekarang.
"vi kamu mau kemana kok sudah rapi begini."kata mami laras.
"viona mau bernagkat kerja ma. Viona masih bekerja diperusahaan advertising..."jelas viona.
"sayang mengapa kamu harus bekerja , apa suamimu tidak bisa memberikanmu uang. "kata mami penasaran.
"Iya vi ... tetaplah dirumah..kala apa kamu tidak memberi istrimu uang bulanan."sambung papi faisal.
"eng..gak bukan begitu mi...pi... viona hanya merasa bosan jika harus dirumah sebelum menikah viona juga sudah membicarakannya dengan kala dan kala setuju...iya kan sayang. "kata viona menatap kala meminta bantuan.
"(kala tersenyum) iya mi .. pi.. kala sudah mengizinkan viona untuk tetap bekerja. Kasihan juga viona harus seharian dirumah dia akan sangat bosan.
"hmm yasudah tapi kamu harus jaga kesehatan jangan sampai kecapekan."ucap mami.
"iya mi..pasti viona akan jaga kesehatan kok.
__ADS_1
"kamu berangkat bareng kala atau dengan supir pribadi vi ? "tanya papi faisal.
"na....ik angkot pi."kata viona
Kala langsung kesedak mendengar perkataan viona. Mami laras menatap kala tajam.
"anak nakal ini mengapa kamu membiarkan istrimu naik angkutan umum. apa kamu tidak bisa mengantarnya atau kamu tidak mampu membayar supir khusus untuknya bagaimana kalau terjadi apa apa pada dirinya percuma kamu pengusaha kaya raya. Kalau kamu tidak bisa bayar biar mami yang bayar gaji supir untuk menantu mami."omel mami laras menjewer telinga kala.
"aduh ampun mi iya mi mulai sekarang kala akan mengantar viona. Sayang liatlah sekarang kamu yang ingin membuatku mati secara perlahan."goda kala.
"Ini bukan salah kala mi.. viona hanya terbiasa saja naik angkutan umum.
"Nak mulai sekarang biar kala yang akan mengantarkan kamu kerja ya.. jangan menolak karena mami tidak ingin menantu mami kenapa kenapa."kata mami.
"Iya mi."kata viona mengangguk.
"Mi...pi..kala sama viona berangkat kerja dulu ya..
Mereka pun mencium tangan mami larasa dan papi faisal.Setelah itu mereka pun pergi. Kala mengantar viona terlebih dahulu 45 menit kemudian pun mereka sampai didepan kantor viona.
"sayang share kan aku lokasimu saat kamu pulang nanti aku akan menjemputmu." kata kala.
Viona hanya diam, dan membukak pintu mobil. Tapi kala menariknya.
"apa lagi ?"tanya viona.
"ini..."menunjuk pipinya.
"sayang apa kamu tidak malu ada sekretaris san yang melihat.
"tenang lah dia akan menutup matanya.
"Mengapa kamu sangat tidak tau malu."bisik viona.
"Jagang banyak bicara lakukan saja, atau kamu akan telat nantinya.
"Dasar bawel.
"Muaachhhh.
Tanpa berpikir panjang viona pun mencium pipi kala.Kala tersenyum lebar. Viona pun segera turun dan kala melanjutkan perjalanan menuju kantornya sepanjang jalan kala senyum senyum sendiri seperti orang gila. Sekretaris san hanya melirik tingkah tuannya lewat kaca spion.
__ADS_1
BERSAMBUNG....