
Setelah selesai makan siang viona memilih untuk menonton tv diruang tamu sedangkan kala bekerja bersama sekretaris san diruang kerjanya. Biasanya dihari weekend seperti ini viona jalan jalan bersama teman teman kerjanya.Tapi sekarang berbeda, posisi viona sudah memiliki suami dan kala tidak mungkin mengizinkannya keluar saat kala berada dirumah. Jadi viona terpaksa harus seharian dirumah. Tiba tiba terdengar dari luar suara kleson mobil. Ntah siapa yang datang , viona berdiri karena penasaran.Sari dan beberapa pelayan lainnya berlari kecil menuju pintu masuk.
"tante laras...om Faisal.."kata viona pelan.
Viona terkejut dengan kedatangan orang tua kala yang mendadak. Kala juga tidak memberitahu kalau orang tuanya akan datang. Atau mungkon juga kala tidak mengetahuinya, viona benar benar dangat gugup.
"Viona ? kamu kok ada disini nak ? apakamu sudah baikan dengan kala ? mengapa kamu sendiri dimana kala nak ? "kata mami laras berseri seri.
"kala...
"mami...papi mengapa tidak memberitahuku akan datang kemari. aku bisa menjemput kalian."kata kala yang juga terkejut melihat kedatangan orang tuanya.
"kami ingin memberi kan mu kejutan. Tapi sepertinya kamu yang memberikan kami kejutan."kata mami laras melihat kearah viona.
"Kala katakan kepada kami apa kamu sudah baikan dengan viona ?" tanya papi faisal.
"iya pi ...kami juga sudah menikah 2 minggu yang lalu."kata kala.
"apa ? menikah ?"kata mami dan papi bebarengan.
"dasar anak nakal mengapa kamu selalu melakukan semuanya sesuka hatimu. apa kamu tidak menganggap kami sebagai orang tuamu."kata mami laras menjewer telinga kala.
"aduhhh sakit mi.
"tante ...
mami laras melihat kearah viona.
"viona sayang mengapa kamu memanggil tante, panggil saja mami kamu kan sekarang menantu dikeluarga ini ,, itu berarti kamu anak kami juga."jelas mami laras memotong pembicaraan viona.
Tentu saja orang tua kala terutama mami laras sangat senang jika viona menjadi menantunya. Dari sewaktu mereka masih pacaran dulu mami laras sudah menganggap viona seperti anak sendiri. Karena sikap viona yang sopan apa adanya, tidak banyak nuntut dan bisa mengambil hati mami laras. Dan diantara perempuan yang kala dekatin cuma vionalah yang pernah bertemu langsung dengan maminya itu.Makanya waktu mengetahui hubungan kala dan viona dulu kandas mami laras sangat bersedih.
"Kala mengapa kamu tidak memberitahu kami kalau kamu akan menikah ?"Tanya papi faisal.
"Pernikahan kami berlangsung sangat mendadak pi, soalnya viona susah tidak tahan ingin selalu bersama kala "canda kala .
"Kala apa yang kamu katakan."kata viona mencubit lengan kala.
__ADS_1
"Papi bertanya sayang, mengapa kamu harus malu jujur itu kan lebih baik."goda kala.
"Vi kalau kala melukaimu lagi katakan saja pada mami, mami akan menjewer telinganya sampai putus?"kata mami laras.
"iya tan eh mi..(viona tersenyum).
"mana mungkin aku menyakiti orang yang aku cintai mi."ucap kala.
"kata kata mu tidak bisa dioercaya anak nakal, awas saja jika kamu menyakiti istrimu."ancam mami.
Mereka pun tertawa bahagia. Setelah itu mami menyuruh viona menceritakan tentang pernikahan mereka. Tentu saja viona tidak memberitahu tentang dirinya yang terpaksa menikahi kala demi membantu keluarganya. Kedatangan mami membuat rumah semakin ramai. Setengah perbincangan , ntah kenapa mami laras mengajak viona untuk membuat teh didapur, viona pun mengikutinya.
"Sari tolong tinggalkan kami berdua."pinta mami laras.
"Baik nyonya."kata sari.
Sari pun memberi kode semua pelayan yang ada didapur untuk meninggalkan kedua majikan mereka itu.
"Vi apa mami boleh bertanya ?"kata mami membuka pembicaraan sambil mencari bubuk teh.
"Vi apa kamu benar benar sudah memaafkan kala ? hingga kamu mau menikah dengannya nak ?"tanya mami.
viona terdiam menunduk.
"Maaf mi kalau masalah itu viona tidak bisa menjawabnya sekarang."kata viona.
"Vi mami tau nak apa yang kamu rasakan dulu pasti kamu sangat hancur , mami juga perempuan , mami bisa merasakan apa yang kamu rasakan sayang."jelas mami.
"(viona mulai merintihkan air mata) Mi kalau boleh jujur viona tidak tau dengan perasaan viona sekarang, viona bingung. Viona ingin bisa mencintai kala seperti dulu lagi. Tapi viona takut kejadian masa lalu terulang mi. Viona tidak bisa dengan mudah mempercai kala setelah apa yang kala perbuat."kata viona.
"Mami paham vi, ini semua berat buat kamu.. Tapi percayalah kala sangat memcintaimu hanya kamu satu satunya perempuan yang dia cintai. Kala itu anak mami sembilan bulan mami mengandungnya jadi mami tau betul kala itu seperti apa. Apa yang terjadi dimasa lalu itu semua cuma salah paham nak. Kala sama sekali tidak mencintai novi, novi itu perempuan nggak baik nak."jelas mami laras meyakinkan viona.
"Maksud mami apa ? "tanya viona bingung.
"sepertinya kala belum menceritakan kesalah pahaman mereka dimasa lalu.batin mami laras.
"Mi...mengapa mami diam ?katakan kepada viona maksud mami apa ? sebenarnya apa yang terjadi."kata viona penasaran.
__ADS_1
"Maaf vi mami tidak bisa memberitahukanmu sekarang. Suatu saat pasti kala akan memberitahumu."jelas mami laras.
Viona hanya mengangguk. Walau pun sebenarnya dia sangat penasaran , tapi viona tidak mungkin memaksa mami untuk mengatakannya.
"vi berjanjilah untuk selalu berada disamping kala apa pun yang terjadi."kata mami laras tiba tiba.
"mi....
"berjanjilah."kata mami lagi.
"iya mi viona janji."
"Makasih nak."kata mami laras memeluk viona.
Viona terpaksa berjanji dia tidak bisa menolak permintaan mami laras karena tidak mau mami laras kecewa.Viona yang merasakan pelukan kasih sayang seorang ibu pun merasa sangat terharu sampai terlihat ujung kelopak matanya mengeluarkan air mata. Mami laras yang menyadari itu pun mengusap air mata viona.Setelah tehnya selesai mereka kembali bergabung bersama papi dan kala diruang tamu. Terlihat papi dan anak itu tertawa sangat lepas.
"Mengapa mami sangat lama bersama istriku didapur. Apa mami mau membuat anak mami ini cemburu."canda kala.
"Aku akan menarik telingamu kalau kamu cemburu dengan mamimu sendiri. Dasar anak nakal."kata mami.
"Kala apa kalian tidak berencana untuk berbulan madu ?"tanya papi.
"Sayang bagaimana apa kita akan berbulan madu."kala balik tanya keviona.
"Kami belum membicarakannya pi."jawab viona.
"Pergilah berbulan madu nikmati hari hari kalian sebagai pengantin baru."goda papi sambil tertawa.
"Sayang dengarlah ayo kita berbulan madu, sepertinya mami dan papi juga sangat menginginkan cucu dari kita."goda kala.
Viona menatap tajam suaminya itu, akan tetapi suaminya malah tertawa.
"Sepertinya kalian harus memikirkan mulai sekarang kemana kalian akan berbulan madu. Karena itu akan menjadi kado pernikahan dari mami dan papi."Kata mami semangat.
Mereka pun kembali tertawa bahagia. Viona benar benar sangat beruntung memiliki mertua sebaik mami laras dan papi faisal yang sangat menyayanginya seperti anak mereka sendiri.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1