
Sore itu satu rumah dibuat geger oleh suara tangisan fais. Mereka semua sudah mencoba menenangkan bayi itu tapi tidak ada satu pun yang bisa. khawatir tampak terpampang diwajah dias.
"mi bagaimana ini fais nggak diam diam juga."
"mami juga nggak tau dias... cup..cup sayang mimi."mengelus kepala fais yang berada dipelukannya.
Sudah 1 jam mereka menenangkan fais tapi tidak kunjung diam. Tak lama kemudian kala dan viona pulang kerumah. Viona yang mendengar suara fais menangis langsung berlari meninggalkan kala dibelakangnya.
"fais kenapa mi ?"tanya viona.
"nggak tau vi, udah dikasih susu, makan semua nggak mau tetap aja nangis."jelas mami laras.
"aku bingung vi, gimana ni . aduh nak kamu mau apa sih."kata dias panik.
"sini mi biar viona coba gendong."kata viona.
Viona pun mengambil fais dari pelukan mami laras. Sekejab fais langsung terhipnotis dengan suara nyanyian viona. Mami laras dan dias pun merasa lega.
"Lihatlah mi bahkan fais sendiri sudah tidak menganggap ku ibunya."kata dias becanda.
"hey keponakanku bahkan kamu sudah merebut istriku sekarang."sambung kala.
Mereka pun tertawa.
"kak dias kalo kaka tidak keberatan boleh tidak fais memanggilku dengan sebutan mama juga."kata viona ragu.
__ADS_1
"apa yang kamu katakan..tentu saja boleh fais kan juga anak mu bahkan dia lebih memilihmu dari pada ibu kandungnya."kata dias.
Wajah viona berseri seri mendengar perkataan dias.
"ini anak kesayangan mama viona iyaa..nakk."kata viona berbica dengan fais.
Fais pun tertawa geli. Kala dan viona pun membawa fais kekamar mereka. Karna fais tidak ingin lepas dari mama vionanya itu. Kala dan viona berganti gatian untuk mandi karena harus menjaga fais. Saat kala menjaganya fais sedikit rewel, viona jadi terburu buru untuk bersiap.
"sayang kamu apakan fais sampek dia nangis."kata viona curiga.
"kamu menuduh suami mu ? mana mungkin aku menyakiti keponakanku."kata kala membela diri.
"Om kala memang nakal iya nak."kata viona berbicara dengan fais.
"ennweekwekwksksjskkskssmnsjsnn."celoteh fais.
"fais apa kamu mau melihat papamu dipukul oleh mama vionamu ini nak."
"papa ? "ucap viona.
"fais memanggilmu mama viona tentu saja memanggilku papa kala yakan ...anak papa."ucap kala.
Viona tersenyum.Walaupunn fais cuma keponakan mereka tapi mereka sangat menyayangi fais seperti anak kandung mereka sendiri. Fais yang merasakan kasih sayang viona yang begitu besar kepada dirinya pun sangat manja dengan viona.
"Bau apa ini sayang ? "kata kala seperti mencium bau sesuatu.
__ADS_1
"iya baunya sangat nyengat.
Fais tertawa. Viona pun seperti curiga. Dan ternyata itu berasal dari fais.
"nih bersikan fais."kata viona menyerahkan fais.
"apa aku ? "kala terkejut.
"iya siapa lagi katamu tadi kamu papanya."ledek viona.
"sayang bahkan aku belum pernah melakukannya.
"maka belajarlah... jika nanti kita mempunyai anak aku akan menyuruhmu membersikannya setiap kali dia mengeluarkan kotoran."kata viona.
"aku suamimu sayang bukan baby sister.
"karena kamu suamiku makanya aku menyuruhmu , jangan taunya cuma membuatnya saja. sudah sana bersihkan fais aku akan mengambil perlengkapannya dikamar kak dias."pinta viona.
Kala pun dengan ragu ragu membawa fais kekamar mandi. Kala mau muntah mencium kotoran fais yang sangat bau.
"apa yang kamu makan fais sampai kotoranmu sebau ini."
Fais ketawa seperti meledek papa kalanya itu. Setelah selesai giliran viona yang memakaikan fais pampers dan celana. Viona memberi fais susu dan membacakannya dongeng. Tak lama kemudian fais pun tertidur.
BERSAMBUNG ....
__ADS_1