Terpaksa Menikahi Mantan Pacarku

Terpaksa Menikahi Mantan Pacarku
24.TANDA MERAH YANG MEMALUKAN #1


__ADS_3

Sementara kala sedang mandi. Viona menyiapkan perlengkapan kala dari mulai baju, sepatu dan lain lain. Setelah semuanya lengkap viona mulai merias dirinya, karna dia juga akan berangkat kekantor. Saat viona sudah duduk berhadapan didepan cermin, viona merasa ada yang aneh didirinya.


"aaaahhhkkkkkkkk."teriak viona.


Kala yang lagi mengelap badannya selesai mandi, buru buru menuju ruang ganti dia takut istrinya itu kenapa kenapa.


"sayang ada apa denganmu ? apa nya yang sakit ? "kala memerhatikan seluruh tubuh viona.


"lihat ini (menunjuk lehernya ) apa ini kerjaanmu ?"tanya viona.


"sayang kamu mengagetkanku saja aku pikir terjadi sesuatu denganmu. Rupanya cuma masalah itu."jawab kala santai.


"cuma kamu bilang ? ini sangat memalukan sayang teman temanku akan menertawakanku. Aku juga jadi malu untuk sarapan bareng keluargamu."ucapnya.


"sayang tenanglah. Biar saja orang melihatnya itu pertanda kalau kamu sudah ada yang punya. Kalau perlu aku membuatnya diseluruh tubuhmu."goda kala.


"apa kamu udah kehilangan akal. Kamu selalu membuatku gila.


"Muachhh."kala mencium cepat bibir viona.


"Kala hentikan...


"Muachh."kembali ciuman mendarat dibibir viona.


"kamu sangat menyebalkan."kata viona dengan wajah kesal.


Itulah kala dari dulu selalu membuat viona kesal.Viona membalikan tubuhnya dari kala ,lalu melanjutkan untuk merias dirinya. Karna melihat wajah viona cemberut , kala pun jadi merasa bersalah. Kala memeluk erat dari belakang tubuh viona.


"Sayang aku minta maaf..iya aku salah."kata kala.


Viona masih terdiam, tidak menghiraukan ucapan kala.


"Yaudha deh sebagai hukumannya kamu boleh minta apa saja yang kamu mau.


Wajah viona berseri seri mendengar perkataan kala.


"Serius ?"kata viona membalikkan tubuhnya.


"Iya sayang serius. Kamu bilanga aja mau apa.


Viona seperti memikirkan sesuatu.


"Tidak sekarang aku akan memintanya nanti.


"Terserahmu saja. Cium dulu dong."ucap kala memonyongkan bibirnya.


"Muachh..muachh...muachhh.."ciuman cepat bertubi tubi mendarat dibibir kala.

__ADS_1


Kala lalu bagaimana dengan warna merah ini aku sangat malu.Apa yang aku katakan jika anak anak kantor melihatnya."kata viona gelisah.


"Bilang saja itu perbiatan suamimu. Lagian warna merona seperti itu sudah biasa bagi ornag yang sudah menikah."ucap kala dengan gampangnya.


"Bagaimana bisa kamu berkata segampang itu?


"Mengapa kamu samgat cerewet nona altezza..gunakan ini."kata kala menyerahkan shel kepada viona.


Mereka lalu mulai mempersiapkan diri mereka kembali. Setelah selesai bersiap mereka pun menuju meja makan untuk sarapan. Diruang tamu tampak sekretaris san sedang duduk menunggu kala, tidak seperti biasanya hari ini sekretaris san datang lebih cepat karena memang hari ini ada rapat yang sangat penting. Tanpa menghabiskan makanannya pun kala langsung berangkat bersama sekretaris san. Sedangkan viona diantar bersama heri salah satu supir pribadi kala. Kala benar benar sangat sibuk sampai tidak sempat mengantar istri tersayangnya itu.


------------------------------------------------------------------------


Kali ini viona satu team dengan miftah, nada , dan aul. Mereka diletakkan distasiun kereta api. Sepanjang jalan miftah memerhatikan viona seperti ada yang aneh dengan penampilan viona. Dilihatnya viona memakai shel, shel itu tampak sangat bagus dan membuat miftah tertarik.


"vi bagus banget tu shel? berapaan ni."tanya miftah.


Biasa para cewek cewek kalau ada barang temen yang menarik dikit pasti nanyak harga.


"aku nggak tau , suamiku yang memberinya."ucap viona.


"pinjam bentar dong aku mau liat. warnanya cantik banget kalem gitu kek akohh."kata miftah lebay.


Spontan viona melepaskan shel itu dan memberikannya kepada miftah. Miftah melihat shel itu takjub. Sedangkan nada dan aul yang berada disamping viona tidak berkedip menatap leher viona. Viona yang menyadarinya spontan teringat sesuatu.


"oh astaga.... sini shelnya."rebut viona.


"kak leher kaka kenapa ? kek kenak gosokan."kata nada.


"mana coba liat."kata miftah penasaran ingin melihat leher viona.


"kenapa tu leher ? "miftah ketawa lepas.


"bising banget sih buat malu aja."kata viona.


"nada , aul kak viona ini sudah menikah jadi kalau ada yang kek begituan ditubuhnya itu wajar bisa jadi suaminya sangat ganas."ledek miftah.


"ih apaan sih mif buat maluu tau gak. nada , aul nggak usah dengerin omongan kak miftah."bantah viona.


"ngomong ngomong kala sampai segitunya ya nafsu sama kamu vi atau kamu kasih dia ramuan..atau mungkin kamu yang nafsuan."ledek miftah lagi.


"apaan sih mif ngaur deh. Ntar kalau udah nikah kamu rasain sendiri deh gimana biar tau rasanya bahkan mau bernafas aja susah."ucap viona.


nada dan aul hanya tertawa melihat kedua leader mereka itu.


"Jadi kapan nih kamu kasih kita kita kabar bahagia."ucap miftah lagi.


"Apan sih mif...udah deh bikin malu tau nggak."kata viona tertawa.

__ADS_1


"Emang kamu nggak pengen apa punya anak ?


"Setiap perempuan pasti pengen lah punya anak. Gimana sih kamu.


"yah makanya cepatan dong, bilang sama kala lebih bekerja keras dan giat lagi."kata mifyah tertawa.


"Udah deh mif nggak usah sok tau. Masih bau kencur juga.


"Sombong banget ya sementang udah nikah.


"kok jadi malah berantem ya kak."kata aul dengan polosnya.


"Nggak siapa yang berantem."ucap viona.


"Tapi vi semoga aja anak kamu nanti seperti kala, tampan.


"Spontan bola mata viona menatap miftah tajam. Mana mungkin viona menginginkan anak mereka seperti kala yang playboynya tingkat dewa, keras kepala dan selalu berbuat semaunya. Ngadepin satu orang seperti kala saja membuat viona seperti mati perlahan apalagi harus nambah lagi orang seperti kala dikehidupannya hedeh nggak bisa dibayangkan .


"biasa aja kali natap aku kok gitu banget."kata miftah menghentikan lamunan viona.


"kak duduk dulu yuk aul mau beli minum dulu. Capek banget nih."kata aul.


"yaudh aul beli minum aja dulu kaka nitip ya. Kami nunggu dibioskop."kata viona.


"Kalian nitip nggak.


"Udah beli aja empat pakek uang kakak aja nih."kata viona lagi sambil menyerahlan uang seratus ribu rupiah.


"Vi sekalian cemilan dong buat ganjal perut."ucap miftah.


"Yaudah aul beli sisanya kamu beli jajanan apa aja terserah."pinta viona.


"sip bos.


Aul pun pergi kesupermarket membeli minuman dan beberpaa jajan untuk mereka makan.Tak lama kemuadia aul kembali dengan membawa kantong plastik berukuran besar.


"oiya vi aku masih penasaran gimana sih kamu bisa kenal dengan orang setajir kala ? ceritain dong, siapa tau ketularan."kata miftah kepo.


"kepo banget sih urusan orang."ucap viona asal.


"kokgitu sih vi...ceritain dong biar semangat nih kita pitchingnya , ya nggak nada aul."kata miftah meminta pembelaan.


"iya kak biar sebagai pengalaman kita juga dalam mencari jodoh."sambung nada.


"nih anak pakek ikut ikutan segala."ucapnya lagi.


BERSAMBUNG ......

__ADS_1


__ADS_2