Terpaksa Menikahi Mantan Pacarku

Terpaksa Menikahi Mantan Pacarku
25.TANDA MERAH YANG MEMALUKAN #2


__ADS_3

flashback on


Viona diletakan disalah satu mall terbesar dikota xx bersama sarah , adel dan tania. Mereka saling berlomba lomba untuk siapa yang mampu memghabiskannya vocher deluan. Dan siapa yang kalah harus mentraktir makanan apa pun yang diminta. Sudah lebih 5 kali memutari mall itu sarah dan adel sudah menjual 5 vocher, tania menjual 4 vocher sedangkan viona belum sama sekali. Ntah setan apa yang merasuki tubuh viona hari ini , waktunya sangat tidak tepat. Viona merasa sangat tidak bersemangat. Dia juga sudah pasrah saja kalo harus mentraktir teman temannya makan.


Setelah berjalan dan berjalan viona berhenti tiba tiba disebuah kafe dan dengan cepat viona menghampiri mangsanya itu yang tidak lain adalah kala. Viona dengan spontan langsung duduk didepan kala yang membuat kala sangat terkejut.


"permisi mas maaf mengganggu aku sama teman teman lagi ada acara dimall ini mau bagi info satu menit boleh ya ?"kata viona tiba tiba.


"maaf saya sibuk."kata kala memperhatikan laptopnya.


"satu menit aja mas nggak lama lebih dari satu menit mas boleh usir aku."viona berdebar.


"maaf nona lain kali saja tuan ini lagi sibuk."kata seseorang laki laki yang tidak lain adalah sekretaris san.


"sudahlah biarkan saja san. aku akan mengurusnya."kata kala.


"baik tuan."sekretaris san pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"iya ada apa ?"tanya kala dingin.


"jadi gini mas aku sama teman teman lagi ada kegiatan untuk membantu orang orang yang terkena penyakit lupus ... sebelumnya mas sudah tau penyakit lupus ?"tanya viona.


"tidak."masih menatap laptopnya.


"lupa putus cinta mas."kata viona cengengesan.


Viona tidak perduli mau kala mendengarnya atau tidak yang terpenting dia selalu yakin tidak ada usaha yang mengkhianati hasil.


"Tapi mohon maaf ya mas disini kami tidak meminta sumbangan melainkan dengan menjual buku vocher , satu vocher harganya seratus ribu tapi itu sudah sangat membantu pengobatan sekaligus rumah singgah mereka.nanti kalau boleh saya minta foto seperti ini(menunjukkan contoh foto customer lain) untuk dimasukan dimedia sosial kami. Terus saya juga minta data diri dan saya akan meninggalkan nomor telepon saya sebagai pertanggung jawaban."jelas viona.


"memang ini vocher apa ? " tanya kala seperti tertarik.


"nah vocher ini bisa mas gunain ada tiga , tempat makan, satu tempat gym dan reflexy spa, yang bisa digunakan mulai dari hari ini sampai tahun depan, kalau mas nggak ada teman buat gunain bisa ajak saya, tapi saya yang gratisan mas yang bayar."kata viona seperti tidak tau malu.


Kala terkagum melihat cara viona persentasi, dia belum pernah bertemu dengan orang seperti viona. Kala penasaran dengan gadis itu.Bahkan satu menit telah terlewatkan.

__ADS_1


"vochernya bisa digunakan buat saya sendiri atau bagaimana."tanya kala.


"bisa digunakan oleh siapa saja kok mas , mau orang tua, adik, kaka, pacar , mantan bahkan selingkuhan juga bisa."ucap viona ceplos.


"(kala tertawa lepas) nama kamu siapa ?


"oiya panggil aja viona mas. nama mas siapa ?"tanya viona balik.


"kala..kamu tinggal dimana? " tanya kala lagi.


"disetia budi mas tapi budinya nggak setia."ceplos viona.


Kala tertawa sepertinya kala tertarik penjual vochernya bukan dengan vochernya.


"mas orang mana ? "tanya viona.


"bukit tinggi"jawab kala asal.


"sama dong saya juga."kata viona centil.


"oiya dimananya ?


Kala lagi lagi tertawa dengan candaan viona.


"boleh nih ajakin masnya ikutan."tanya viona.


kala tampak seperti memikirkan sesuatu.


"nggak dulu deh lain kali aja."kata kala.


"aku tau sih mas tanpa vocher juga bisa ketempat seperti itu tapi kembali lagi sih niat kita cuma untuk membantu. Semoga juga nggak ngurangi rezeki masnya."kata viona penuh cerity.


Kala tidak memberikan jawaban. wajah viona tampak murung.


"yaudh mas makasih ya mas."kata viona sambil berdiri.

__ADS_1


"aku beli semua vocher kamu."kata kala membuat langkah viona terhenti.


"yang benar mas.


Viona pun langsung mengeluarkan semua vocher miliknya. Dan menulis nama kala diform biodata dengan cepat takut kala berubah pikiran.


"nih mas vochernya.


"nomor telepon kamu mana ntar kalau aku nggak ngerti cara pakainya gimana."tanya kala.


"oiya lupa."kata viona menulis nomor hpnya dissalah satu vocher yang sudah dibeli kala.


"berarti kalau aku mau gunakan vocher ini kamu bisa temenin aku kan ?"tanya kala.


"bisa mas . saya akan selalu ada buat mas."gombal viona. foto dulu mas oegang buku vochernya ya.


"tidak usah dipublikasikan ya kamu simpan aja."pinta kala.


Viona mengidupkan kameranya. Dan mulai memfoto.


"terima kasih mas. nanti kalau jumpa aku lagi beli lagi ya."kata viona tak tau malu.


Kala hanya tersenyum melihat kelakuan viona.Viona keluar kafe sambil mengipas ngipas uang hasil jual vochernya, teman temannya yang lain pun merasa iri. Semenjak hari itu , kala selalu punya alasan untuk bertemu viona yaitu menemaninya makan menggunakan vocher. Sampai cinta diantara keduanya tumbuh dengan sendiri ya.


flashback off


"Sampai tanda merah itu pun muncul."kata miftah mendramalisirkan.


"apaan sih kamu."


"oiya kak dimana kak sarah , kak adel dan kak tania sekarang ? "tanya aul.


"mereka udah lama resain soalnya mereka udah nikah dan suami mereka tidak memberi izin untuk bekerja."jelas viona.


"oh beruntung ya ,suami kak viona memberikan kaka izin."sambung nada.

__ADS_1


Viona hanya tersenyum. Mereka tidak tau kalau kala sebenarnya tidak mengizinkan bekerja, tapi dirinya saja bersikeras mau kerja.Sampai kala akhirnya memberi izin.


BERSAMBUNG .....


__ADS_2