TERPAKSA MENIKAHI PEMBUNUH AYAH

TERPAKSA MENIKAHI PEMBUNUH AYAH
part 59.


__ADS_3

Zack langsung membanting Handponenya, Dan tidak lama Richard pun datang.


"Richard, aku titip tuan adi dulu,aku harus ke perusahaan dan tolong rahasiakan ini dari nafilla" Pinta zack.


"Baik zack".


Namun belum sempat zack pergi,tiba tiba dokter memanggilnya.


"Tuan zack, pasien ingin berbicara" Ucap dokter. Zack pun langsung berlari ke ruangan adi.


"Zackk, saya minta rahasiakan ini dari nafilla, sekarang nafilla akan menjadi tanggung jawabmu" Adi terlihat sangat lemah.


"Jangan,om harus kuat aku janji akan melindungi nafilla" Zack terlihat bersedih.


"Tidak bisa zack, Jika ada Nafilla, Anggap kita belum pernah kenal ya. Aku tidak akan pergi sebelum melihat Nafilla" Ucap adi.


"B-baiklah,nanti aku akan kesini lagi untuk menghilangkan kecurigaan"


"Terimakasih zack".


Dann, Zack langsung kembali ke perusahaan.


Sedangkan Ferdian, untuk menghilangkan jejak ia langsung ke kampus dan berpura pura tidak terjadi apa apa.


FLASHBACK END.


*kalo kalian masih penasaran sama kelanjutannya,bisa baca eps 1 ya.


Mendengar cerita zack, nafilla hanya bisa menangis tersedu sedu, ia tidak menyangka bahwa semua yang terjadi dibelakangnya begitu pilu.


Zack langsung menarik nafilla ke pelukannya, mereka berpelukan cukup lama. Zack membiarkan nafilla untuk melupakan kesedihannya, sesekali zack mencium kening nafilla.


"Sudah dong sayang, kan kamu udah aman sama aku" Zack berusaha menghentikan tangisan nafilla.


Sebenernya nafilla masih sangat kecewa,saat mengetahui semua ini benar benar zack yang melakukan. Namun dalam hal ini terjadi juga salah faham. Nafilla tidak bisa sepenuhnya menyalahkan zack.


Nafilla masih berusaha menenangkan dirinya. Ternyata zack telah mengenalnya lama. Ia bersyukur bersama orang yang sangat baik saat ini. Namun tetap saja masih ada rasa kecewa dalam dirinya.


Zack yang mulai tersadar apa yang dirasakan nafilla.


"Aku tau kamu kecewa, aku tidak akan memaksamu ini semua terserah padamu" Lirih zack.


"Aku menunggu keputusan mu" Timpal Zack lagi.


Perlahan zack mengendur kan pelukannya, ia membaringkan nafilla lalu meninggalkannya. Ia juga harus mempersiapkan diri untuk mendengar keputusan nafilla.


Nafilla masih terdiam sibuk dengan fikirannya. Ia juga butuh waktu untuk menjernihkan fikirannya,atau apa yang telah terjadi.

__ADS_1


Entahlah,yang jelas ia tidak akan membuat keputusan saat sedang bersedih karna itu hanya akan memperburuk keadaan.


β€’β€’β€’


Malam pun tiba, Nafilla dan zack masih sama sama terdiam. Mereka terlalu egois dengan fikirannya.


"Tidurlah,aku akan tidur disofa" Ucap zack. Ia langsung tertidur disofa.


Nafilla pun tertidur diranjang. Zack ataupun nafilla sendiri merindukan pelukan diantara keduanya. Mereka tidak ingin mengganggu satu sama lain Atau tepatnya menahan diri.


Pagi harinya saat nafilla bangun,zack sudah tidak ada. Sepertinya ia sudah berangkat ke kantor, Tapi tetap masih ada pengawal yang berjaga didepan ruangan nafilla.


aku hanya butuh waktu. gumam Nafilla


Nafilla lalu memakan sarapannya yang sudah disiapkan,namun tiba tiba kepalanya merasakan sakit yang luar biasa saat ingin bangun.


Alhasil nafilla mengurungkan niatnya untuk makan,ia lebih memilih rebahan sambil menonton tv saja. Nafilla bingung kenapa tiba tiba dirinya bisa sangat pusing.


Tak berapa lama para perawat masuk. Mereka tentu saja ingin memeriksa nafilla.


"Bagaimana perasaan nona hari ini?" Tanya salah satu perawat.


"Emm, tadi pagi kepalaku terasa sangat sakit" Ucap nafilla.


Mendengar itu,para perawat pun langsung terkejut. Ini terlalu cepat untuk nafilla merasakan pusing, Bahkan setiap hari nafilla diberi obat,vitamin dan juga makanan sehat.


Nafilla hanya mengangguk,Ia masih Belum paham apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba tiba pintu diketuk, terlihat Richard masuk kedalam. Sudah nafilla duga ia akan dikejar kejar oleh pekerjaanya.


Tapi,nafilla bingung harus berbuat apa. Ia juga kecewa dengan Richard karna merahasiakan ini semua darinya. Namun, nafilla berusaha faham Bahwa inilah yang terbaik.


"Bagaimana kondi--"


"Ada pekerjaan apa?" Potong nafilla.


"Hanya tanda tangan" Richard menyerahkan berkas yang ia bawa. Lalu dengan cepat nafilla menandatangi nya


Hmm,benar kata zack. nafilla berubah setelah tau semuanya. gumam Richard


"Aku yakin kau sudah tau semuanya,Tapi apakah kau se-egois ini kepada zack? Jika kau marah padaku itu tidak masalah, tapi kenapa kau marah kepada zack? Dia itu suamimu" Ucap Richard.


"Jika bukan karna zack, mungkin kau sudah tinggal bersama ferdian. Aku hanya memberi saran, Jangan terlalu larut dalam kesedihan Itu tidak akan merubah segalanya" Timpal Richard lagi.


"Entahlah, aku hanya kecewa dan aku butuh waktu" Akhirnya nafilla mengungkapkan perasaannya.


"Gunakan waktumu sebaik mungkin, karna yang kesempatan tidak akan datang dua kali" Richard lalu pergi meninggalkan nafilla.

__ADS_1


Arg!!!! Semuanya, aku hanya butuh waktu. gumam nafilla


Nafilla mencoba tidur,agar lebih sedikit merilekskan fikirannya. Mungkin,untuk sekarang tidur adalah jalan terbaik, Semoga ini hanya mimpi.


Tak berapa lama nafilla pun tertidur.


...Sedangkan dikantor zack....


Zack dari tadi terlihat merenung, ia memang tidak bisa memaksa keputusan nafilla. Tapi yang menjadi masalah,ia sudah jatuh cinta terhadap Nafilla.


Sebenernya zack baru mengetahui ini,karna fisiknya mempunyai respon yang berbeda saat berdekatan dengan nafilla. Memang, awalnya zack tidak percaya.


Tapi, setelah beberapa kali ia kehilangan nafilla. Zack mulai faham dengan perasaannya sendiri.


"Sudahlah zack,jangan terlalu larut. Lagian kau sendiri yang bilang akan menerima apa saja keputusan nafilla" Ucap alex.


"Aku memang menerima keputusan nya,tapi aku tidak akan menerima saat keputusannya buruk" Ketus zack.


"Lagi pula itu kan hak nafilla,terserahlah padanya" Alex masi tidak paham dengan fikiran nafilla.


"Kau jomblo! mana tau rasanya seperti apa" Sindir zack.


"Huft, terserah kau mau bilang apa. Jika aku melawan mu sama saja memotong gajiku sendiri" Alex tau,jika ia melawan zack maka ia akan dapar potangan gaji.


"Bagus kau tau. Oh ya bagaimana tentang vera?" Tanya zack.


"Tim penyelidik belum menemukan bukti apa apa, Tapi aku sangat yakin vera memiliki perasaan yang lebih kepadamu" Alex merasa jika zack terlalu sibuk dengan perasaan pada nafilla,hingga tidak menyadari bahwa masih ada perasaan lainnya.


"Aku dan vera bersahabat dari kecil,dan aku hanya menganggapnya sebagai adik" Tegas zack.


"Sekarang kau tinggal pilih saja, teriak dengan masa lalu bersama vera, atau memulai masa depan dengan nafilla" Alex langsung meninggalkan zack.


Benar juga ucapan alex, tapi aku tidak mungkin menyakiti salah satu dari mereka. gumam zack


Nafilla, maupun zack sama sama dilanda kebingungan. Mereka merasa pilihan itu sangat sulit Sehingga membuat mereka bimbang sendiri.


...****************...


***Gimana ceritanya sejauh ini?semoga suka ya!πŸ€—


Jangan lupa like,coment,vote dan follow aku


Oh ya mampir juga ya ke karya ku


'Takdir hidup zilla' Insyaallah bagus


See u next timeπŸ‘‹πŸŒŸ***

__ADS_1


__ADS_2