
Malam harinya, setelah zack menyelesaikan pekerjaannya. Ia langsung kembali ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan nafilla?" Tanya zack kepada para pengawal.
"Aman,tapi tadi ada Richard kesini dia bilang urusan pekerjaan" Jawab salah satu pengawal.
"Bagus,tapi ingat jangan pernah mengizinkan orang lain masuk kedalam ruangan nafilla" Tegas zack yang diangguki para pengawal.
Zack masuk ke dalam ruangan nafilla. Ia terkejut karna ada banyak makanan yang masih terbungkus rapih. Bahkan sarapan pun masih lengkap, Sepertinya nafilla sama sekali tidak makan.
"Kamu tidak makan?" Tanya zack sambil mendekati Nafilla.
"Aku sudah berusaha, namun tiba tiba kepalaku terasa sangat sakit" Ucap Nafilla, ia sama sekali tidak bisa bergerak hanya terbaring dikasur saja.
Para perawat tadi pun tidak kembali lagi. Sepertinya nafilla curiga bahwa ada yang mereka sembunyikan.
Dengan inisiatif,zack langsung menyuapi nafilla. Bagaimana pun nafilla ini masih istrinya dan masih menjadi tanggung jawabnya.
Setelah selesai menyuapi Nafilla,zack langsung mandi. dan tidur disofa, sebenarnya ia rindu memeluk nafilla.
...****************...
Seminggu kemudian.....
Nafilla sudah diperbolehkan pulang,meski ia masih jauh dari kata sehat. Namun dokter sudah memberikannya banyak obat dan juga vitamin, tidak lupa untuk cek setelah beberapa hari.
Zack sedang didalam mobil bersama nafilla, hanya berdua. Sejak zack menceritakan yang sebenarnya, Hubungan ia dan nafilla semakin merenggang.
Keduanya belum memutuskan apa apa, maklum saja umur mereka masih sangat muda. nafilla masih berumur 23 tahun. Sedangkan zack berumur 26 tahun. Hanya selisih 3 tahun, merek bahkan bisa dibilang seperti adik kaka.
"Aku ingin pulang kerumah lama ku" Ucap nafilla tanpa menoleh ke arah zack.
Tentu saja nafilla sudah memikirkan semuannya, tentang kedepannya dan lainnya. Sebenarnya nafilla juga menyembunyikan sesuatu Tapi ia belum ingin mengungkapkannya sekarang.
Setibanya mereka dirumah lama nafilla, Zack langsung membantu Nafila menurunkan koper. Tapi tidak ada pembicaraan diantara mereka.
Zack nampak sangat kecewa,tapi bagaimana juga ini keputusan nafilla yang harus ia terima. Selesai membantu Nafilla, Zack langsung melajukan mobilnya menuju kantor, Ia sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Nafilla.
Alex sudah hafal dengan raut muka zack, ah sudahlah gampang ditebak. Itu karna nafilla, pasti! Dasar cowo sudah mengenal cinta.
"Mungkin Nafilla cuman butuh waktu, bukan minta cerai" Ucap alex.
"Tapi ga harus pisah rumah juga,huft udah berhari hari gua ga peluk dia" Keluh zack.
__ADS_1
Hmm,jika aku menjawab nanti zack akan mengataiku jomblo lebih baik aku diam saja. gumam alex
"Baiklah,tapi aku ingin menyerahkan laporan tentang pembangunan hotel yang bekerja sama dengan Choyril group" Alex menyerahkan beberapa berkas.
"Wah? Cepat sekali" Zack terkagum melihat pembangunan yang terbilang cukup cepat.
"Pembangunan nya berjalan seperti biasa,itu karna kau saja yang jarang memeriksa" Sindir alex.
"Diam,kau jomblo mana tahu rasanya!" Ketus zack.
Hadohh,kena lagi aku. gumam alex
Zack lalu beralih ke kerjaannya,mungkin ini jalan satu satunya untuk melupakan nafilla. Jika seorang istri sudah pisah ranjang apalagi yang diharapkan? cerai sudah, atau mungkin tidak.
Sebenernya zack ingin menemani nafilla disaat saat keterkejutannya, namun apalah daya saat mendengar permintaan nafilla.
Kandas sudah impiannya untuk menjadi seorang ayah, Ia telah bermimpi terlalu tinggi hingga tertampar oleh kenyataan.
Pada saat malam tiba,Zack masih mengerjakan pekerjaannya. Alex pun sudah pasrah mungkin itu cara terbaik untuk zack melampiaskan masalahnya.
NAFILLA POV
Akhirnya aku kembali kerumah masa kecil ku, disini aku banyak belajar tentang menghadapi pahitnya hidup dan manisnya kebahagiaan.
Banyak kenangan yang masih melekat difikiran ku, Aku seperi melihat bayang bayang masa lalu ku dirumah ini. Aku jarang kerumah ini bukan berarti aku tidak rindu akan rumah ini.
"Aku rindu ayah,bunda dan adik" Nafilla meneteskan air matanya sambil mengelus satu satunya foto keluar lengkap yang tersisa.
Nafilla ingat betul bagaimana kejadian itu secara jelas terjadi didepan matanya sendiri, Tentu saja itu sangat membekas diingatan nafilla.
"Andai saja semua ini tidak pernah terjadi" Nafilla juga manusia, ia terkadang rapuh sangat rapuh. Namun ia sangat jarang menunjukannya didepan orang lain.
Ia memutuskan untuk tidur dikamar ayahnya, wangi parfum milik ayah masih tercium jelas. Semakin aku merindukan kehadirannya, Dalam gelap malam aku tertidur setelah menangis. Itu tidak buruk.
•••
Pagi harinya mata nafilla terlihat bengkak.
Ah aturan aku tidak menangis tadi malam,tapi tidak apa setidaknya emosiku berkurang sedikit. gumam nafilla
Hari ini,ia memutuskan untuk ke kantor meski ia belum pulih. Ada perusahaan yang harus dijalankan dan ada hati yang perlu dijaga (Eaaa,apa hubungannya coba🤣)
Selesai mandi nafilla langsung sarapan,tidak lupa meminum obat dan vitamin yang sudah dokter berikan. Setelah semua beres,ia melajukan mobilnya menuju kantor.
__ADS_1
"Wesss, akhirnya bos besar dateng" Sindir Richard.
"Diem deh lu, mood gua lagi baik nih jangan bikin gua badmood atau mata lu gua tumis nanti" Ancam nafilla.
"Orang kaya masa ga mampu beli ikan buat ditumis,sampai pake mata orang" Richard malah membalas ancaman nafilla.
"Eh enak aja, gua tu orang kaya, udah bosen makan ikan mau nya makan mata lu!" Nafilla langsung masuk ke dalam ruangannya.
"Cantik cantik pshycopat" Teriak Richard.
"Kalo misalnya gua bunuh lu itu mah ga dosa,kan mengurangi popularitas jomblo didunia" Balas nafilla.
Ini cuman bercanda ya guys, ga mungkin Nafilla bunuh Richard beneran
Nafilla langsung fokus pada pekerjaannya yang sudah menumpuk, maklum saja sudah beberapa minggu ia tidak masuk kerja.
Ini si Richard jangan jangan ga kerja lagi,ko pekerja gua banyak banget ya. gumam nafilla
Waktu terus berlalu, hingga tibalah jam makan siang. Richard datang dengan membawa makanan dan minuman.
"Makan dulu bu bos" Ucap Richard dengan polosnya, sedangkan nafilla malah menatap kesal Richard,nafilla yakin bahwa Richa tidak bekerja.
"Heh Richard! selama ini kamu ga kerja ya? Ko pekerjaan saya banyak banget" Tuduh nafilla.
"Huh, jaga tuh mulut! Tiap hari aku kerja malah sampai aku lewatin waktu kencan aku" Bantah Richard.
"Buktinya pekerjaanku banyak banget, lagian emang ada yang mau kencan sama kamu?" Ledek nafilla.
"Huh terserahlah"
"Tumben sekali kau bawakan aku makanan" Nafilla mulai membuka makanan yang diberikan Richard.
"Tentu saja,kan pakai kartu atm milikmu" Jawab Richard santai.
...*Nanti aku bakal jarang up ya guys, soalnya jadwalku padat banget. Tapi nanti selalu aku usahain...
...****************...
***Gimana ceritanya sejauh ini?semoga suka ya!🤗
Jangan lupa like,coment,vote dan follow aku
Oh ya mampir juga ya ke karya ku
__ADS_1
'Takdir hidup zilla' Insyaallah bagus
See u next time👋🌟***