
Rara dan Lily mengerjakan matanya, mereka masih sangat terkejut dengan suara bentakan dari Devano, mereka bahkan hanya melihat Devano dengan tatapan kosongnya. Keduanya masih berusaha untuk mengumpulkan nyawanya. Jantungnya bahkan berdetak sangat kencang saking terkejutnya dengan teriakan Devano tadi.
Devano berjalan dengan kemarahannya menuju ke arah Lily dan langsung menariknya turun dari tempat tidur, barulah mereka menyadari jika Devano ada di hadapan mereka. Orang yang mereka tunggu ternyata sudah datang menggerebek mereka, beruntung saja Reno masih dengan penampilannya.
Devano menatap tajam pada Reno yang masih berada di atas tempat tidur,
"Siapa kamu?" Devano ingin menarik Reno untuk turun. Namun, dengan cepat Reno menghindar dan berdiri di sisi lain tempat tidurnya, ia balas menatap tajam tatapan Devano padanya.
"Sini kau! Kubunuh kau! Berani-beraninya kau bersama dengan istriku," garam Devano kembali ingin mendatangi Reno yang kini sudah kembali berlari ke sisi lain. Devano tak menyerah, ia terus mengejar Reno dan mereka berputar-putar di sofa yang ada di ruangan itu, mengelilingi sofa panjang yang menjadi penghalang mereka.
Reno terus menghindar, bisa mati dia jika sampai tertangkap oleh Devano, ia bisa melihat jika rencana mereka berhasil, keduanya bisa melihat kemarahan yang terlihat di wajah suami dari Lily itu.
__ADS_1
"Berhenti! stop! Sudah cukup!" teriak Lily membuat keduanya pun berhenti berlari, Lily menatap tajam pada suaminya kemudian Ia pun berjalan mendekatinya.
Nyawanya sudah terkumpul 100% dan dia siap untuk rencana selanjutnya
"Kenapa kamu baru bertindak sekarang? dasar! Aku hampir saja tertangkap oleh Devano, jika aku tertangkap bisa bonyok aku," bisik Rara merasa sangat kesal dengan sifat lelet temannya itu, kebiasaan Lily emang sedikit lemot, walau dia yang terpintar diantara ketiganya.
Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Devano pada Lily.
"Apa? Kamu memintaku pergi dari sini, aku ini suamimu, bisa-bisanya kamu check in dengan pria lain di hotel seperti ini," ucap Devano yang langsung mencengkram tangan Lily secara paksa.
"Ayo, ikut aku," ucapnya menarik Lily ingin keluar dari apa dari hotel tersebut. Namun, Lily berusaha untuk melepaskan tangannya,
__ADS_1
"Lepas, aku tak ingin pulang, untuk apa juga aku pulang dengan kamu. Pulang hanya melihat suami yang suka selingkuh, bahkan dengan teganya kamu mandi bersama dengan ibuku, dimana statusmu sebagai suami yang tadi kau sebut!" Lily melepaskan tangannya dari Cengkareng Devano.
"Oh, jadi kamu ingin membalas ku karena hal tadi pagi? Dengan melakukan ini semua? Kamu pikir ini sebuah lelucon?" ucap Devano menatap Lily dengan matanya yang memerah, iya sangat kesal dengan apa yang baru saja terjadi.
"Lelucon katamu? Mandi bersama dengan selingkuhanmu, terlebih lagi Kamu mandi di kamarku. Kamu bilang itu adalah lelucon? ha-ha-ha lecunya, sangat lucu, suamiku tersayang," ucap Lily menanggapi ucapan Devano tadi.
"Dengar ya. Aku tak suka milikku disentuh oleh orang lain dan jangan pernah lakukan ini lagi. Aku akan memaafkanmu, tapi tidak untuk yang lain kali. Ayo kita pulang!" ucap Devano kembali menarik Lily.
"Aku kan sudah bilang, aku tidak mau pulang. Sana pulang saja ke rumah, kamu pergi saja dengan Delisa, tidur sekalian di kamarku."
"Lili, aku masih menjaga janji yang sudah aku ucapkan padamu, aku sama sekali tak menyentuh Delisa di kamar mandi pagi tadi. Aku juga tak tahu jika itu adalah Delisa. Tadinya aku pikir jika itu adalah kamu yang merayuku. Namun, setelah aku melihatnya aku langsung mengusirnya . Kamu saja yang langsung masuk dan melihat situasi kami seperti itu.
__ADS_1
Mendengar itu Lily terdiam dan menatap matanya mencari kebenaran disana.