
Devano mengepal tangannya Saat ia tak diizinkan masuk oleh para penjaga yang ada di sana. Terlebih lagi saat ia bisa melihat Lily di lantai 2 di balkon kamarnya yang juga melihat kearah dengan tatapan tajamnya.
Lily sudah sampai di kediaman itu sebelum orang-orangnya berhasil menghentikannya dan sudah dipastikan dia akan kesulitan untuk menemui istrinya itu.
"Buka gerbangnya, aku ini menantu di rumah ini," ucap Devano pada dua satpam yang berjaga di pintu gerbang bagian dalam sementara ada puluhan penjaga yang berjaga di luar.
Mereka mengabaikan perintah Devano, tanpa ia mengatakan jika ia adalah menantu di rumah itu mereka juga sudah tahu, tapi semua itu tak ada artinya saat ini, apalagi perintah dari pemilik rumah melarang mereka untuk membuka pintu gerbang untuk Devano dan Delisa.
"Sial," umpat Devano kesal.
Ada banyak keamanan di luar gerbang, mereka tak akan melakukan apa-apa pada Devano jika Devano tak bertindak berlebihan untuk menerobos masuk ke dalam rumah majikan mereka, selagi ia masih bersikap wajar mereka hanya akan melihatnya saja.
Devano berjalan bolak-balik, ia mencoba menelepon kakeknya.
"Kakek, tolong aku. Aku membutuhkan bantuan Kakek saat ini. Diego mengambil Lily dariku. Aku tak mau sampai Lily kembali ke rumah ini, aku ingin dia kembali ke rumah kita. Kakek harus membantuku. Aku tak mau tahu," ucap Devano yang baru kali ini meminta bantuan kepada kakeknya, biasanya ia selalu mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Namun, kali ini pikirannya benar-benar kacau, yang ada di pikirannya saat ini hanya ingin membawa Lily pulang secepatnya.
"Memangnya apa yang membuat Diego membawa pulang putrinya?" tanya kakek.
__ADS_1
Bachtiar sebenarnya sudah tahu dari Reno apa yang terjadi saat ini disana.
Saat Diago sampai, Lily langsung meminta ayahnya menjelaskan apa yang terjadi sehingga membuat Diego meminta Lily untuk kembali ke kediaman mereka dan Diego pun menceritakan semua yang dialaminya di kantor Devano.
Ada rasa senang dihati Lily, tapi ia juga khawatir dengan kondisi Ayahnya.
Diego melarang mereka untuk mengaktifkan ponsel mereka. Namun, tidak dengan Rara. Ia tetap mengaktifkan ponselnya dan hanya mengaktifkan mode diam.
Setelah Rara mengetahui masalah ia langsung mengirim pesan pada Kakek dan mengabarkan semua yang ia ketahui.
"Kamu sabarlah, semua tak semudah itu. Kau tahu sendiri seberapa parah perbuatan yang kamu lakukan selama ini dan itu berkaitan dengan mereka."
"Itu kan masa lalu, kakek. Tak usah di sangkut pautkan dengan Lily. Aku dan Delisa sudah memutuskan hubunganku dan aku bahkan tak pernah bertemu dengannya lagi dan melakukan kesalahan apapun yang menghianati pernikahanku dengan Lily."
"Tapi, tetap saja semua itu masih berkaitan. Delisa adalah istri dari mertua sekarang dengan secara pasti Delisa adalah ibu mertua dari Lily dan kamu selingkuh dengan mertuanya. Dengan kata lain Lily menikah dengan selingkuhan ibu tirinya. Ya ampun kakek saja awalnya terkejut saat kau memilih Lily menjadi istrimu setelah tahu siapa Lily dan Siapa wanita simpanan kamu, tapi sudahlah kakek akan mencoba membantumu. kamu jangan berharap terlalu banyak, Kakek sudah berjanji pada mereka akan menjaga Lily bahkan darimu tapi sepertinya kakek tak bisa menepati janji kakek." Bachtiar menghela nafas panjang penuh rasa frustasinya.
Sementara itu di dalam kediaman keluarga Diego.
__ADS_1
Diego sejak tadi memegang dadanya yang terasa sakit, membuat Lily merasa takut jika terjadi sesuatu pada ayahnya.
Tadinya Ia berpikir jika ayahnya baik-baik saja, dimana saat menceritakan semuanya Ayah terlihat sehat saja. Namun, setelah beberapa saat setelah menceritakan semuanya ayahnya merasakan sakit di dadanya.
Nita tanpa diperintah langsung memanggil dokter yang selama ini menangani penyakit jantung ayah Lily yang kebetulan adalah ayahnya.
"Ayah, Ayah tak apa-apa kan?" tanya Lily yang sudah menangis melihat kondisi ayahnya.
Diago bersandar disandar sofa sambil terus mengelus dadanya dan mencoba mengatur nafasnya agar tetap bisa bernafas teratur.
"Obat, obat Ayah. Ambil obat ayah di laci kamar," ucapnya dengan susah.
Rara yang berdiri di depan mereka langsung berlari mengambil obat yang dimaksud di dalam laci dan ternyata ada terlalu banyak obat disana. Ia sama sekali tak tau harus mengambil yang mana, membuat Rara langsung mengambil obat itu lengkap dengan lacinya dan kembali membawanya.
Setelah meminum obat Diego merasa lebih tenang. Namun, kondisinya belum terlihat baik-baik saja. Lily ingin membawanya ke rumah sakit. Namun, Diego menolak.
"Tenanglah, ayah baik-baik saja," ucap Diego. Namun, Lily menggeleng. ia akan bisa tenang sampai dokter yang mengatakan bahwa kondisi ayahnya baik-baik saja.
__ADS_1