Terpaksa Menikahi Selingkuhan Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Selingkuhan Ibu Tiri
Perjuangan Seorang Ibu


__ADS_3

Devano tak bisa berbuat apa-apa saat melihat Diego berdiri di depan pintu ruangan tempat persalinan Lily. Ia tak mungkin membuat keributan di saat istrinya itu sedang kesakitan, terlebih lagi melihat Lily yang merentangkan tangannya seolah menginginkan pelukan ayahnya. Diego pun langsung menghampiri putrinya, memeluknya dan menciumnya dengan penuh sayang.


"Lily kamu baik-baik saja kan, Nak?" ucap Diego mengelus perut lily. Ia tahu jika saat ini pasti anaknya merasa sangat sakit, ia pernah dalam posisi seperti hari ini. Hari itu ia menemani almarhumah istrinya untuk melahirkan bayinya, dimana bayinya itu adalah Lily. Lily gadis kecilnya, kini mengalami hal yang sama yang dialami oleh almarhumah istrinya dan dia tak ingin sampai kehilangan putrinya itu.


"Benar apa yang dikatakan Devano, sebaiknya kamu melakukan operasi, Nak. Ayah tak ingin kehilanganmu, seperti Ayah kehilangan ibumu," ucap Diego mencoba membujuk putrinya. Kali ini mertua dan menantunya itu pun kompak dan melupakan segala perseteruan mereka. Keduanya membujuk Lily untuk melakukan operasi. Namun, tetap Lily saja pada pendiriannya, ia tak ingin dioperasi dan ingin melahirkan bayi secara normal.


Di T


tengah perdebatan mereka, Lily merasa rasa sakitnya semakin menggulung di perutnya. Ia pun menarik dan mencengkram tangan kedua pria yang ada di sampingnya, Diego langsung membalas genggaman tangan putrinya dan memanggil dokter, begitupun yang dilakukan oleh Devano. Ia juga menggenggam satu tangan lily dan juga ikut mengusap perutnya, memberikan kata-kata semangat jika Lily pasti bisa melahirkan bayi mereka.


Devano menyeka keringat yang membasahi dahi Lily. Tak lama kemudian, Dokter yang memang akan membantu proses persalinan Lily kembali memeriksanya dan ternyata pembukaannya sudah lengkap.

__ADS_1


"Bu, pembukaannya sudah lengkap ya, sebaiknya kita melakukan proses persalinan secara normal, mari kita mulai," ucap Dokter tersebut. Kemudian, dia pun mulai bersiap dan memberikan beberapa arahan kepada Lily. Lily dengan patuh mengikuti arahan Dokter tersebut, walau Devano dan Diego tak tega melihat Lily yang terlihat begitu kesakitan. Namun, mereka tak bisa berbuat apa-apa, tak mungkin ia memaksakan kehendak mereka untuk melakukan operasi jika putrinya itu tak ingin melakukannya, terlebih lagi Dokter mengatakan jika semua prosesnya sesuai dengan proses persalinan normal pada umumnya dan tak ada yang perlu dikhawatirkan. Semua terlihat normal dan bisa melahirkan dengan normal.


Mereka pun mencoba percaya pada Dokter yang membantu proses persalinan Lily.


Satu jam kini sudah berlalu. Namun, tetap saja bayi yang mereka tunggu-tunggu itu belum lahir dan Lily terlihat begitu lemas, bahkan dokter sudah memasangkan alat bantu pernapasan dan juga memberi cairan infus di kedua tangannya.


Devano kembali meminta Lily untuk melakukan operasi, ia bahkan memohon-mohon dan terlihat begitu terpuruk.


Lily melihat mata suaminya yang berlinang air mata, dia juga bisa menyadari jika kekuatannya benar-benar terkuras. Ia pun mengangguk.


"Baiklah. jika begitu, Aku setuju untuk dioperasi," ucap Lily.

__ADS_1


Sebenarnya, ia bisa saja melakukan persalinan secara normal. Namun, kekuatannya benar-benar terkuras habis. Sepertinya ia memang harus melakukan operasi untuk mengeluarkan bayi dari rahimnya.


Diego ikut merasa senang saat melihat anggukan putrinya. Dokter yang tadi yang yakin jika Lily bisa melahirkan secara normal karena semua terlihat baik-baik saja, ikut menyarankan menjalankan operasi.


Persiapan operasi pun dimulai. Devano terus berada di sisi lily, terus membersihkan kata cinta dan semangat pada istrinya itu.


Memberikan kata-kata agar lebih berani menghadapi operasi, Lily hanya terus menggenggam tangan Devano mencari kekuatan dari genggaman suaminya itu. Namun, Lily kembali merasakan sakit yang luar biasa, ia tanpa sadar mengejan dan tiba-tiba ia merasa jika ada sesuatu yang akan keluar.


"Sayang, sepertinya aku mau melahirkan," ucap Lily membuat Dokter yang mendengarnya langsung menghampirinya dan benar saja begitu melihat jalan lahir ternyata benar, Dokter bisa melihat dari kepala bayi tersebut sudah akan lahir.


"Ayo, Bu! Satu dorongan lagi," ucap Dokter membuat Devano membantu Lily untuk melakukan dorongan yang diminta oleh Dokter. Lily pun menggenggam erat tangan Devano dan melakukan satu dorongan dengan sekuat tenaga dan suara bayi terdengar nyaring terdengar di ruangan itu. Devano meneteskan air matanya dan merasa lemas, tubuhnya seakan tak bertulang, tapi ia tetap berdiri kokoh dan menyemangati istrinya. Lily juga ikut menangis haru bahagia, begitupun Diego yang sudah tadi memperhatikan mereka.

__ADS_1


Melihat jika cinta sudah mulai tumbuh di antara keduanya.


__ADS_2