Terpaksa Menikahi Selingkuhan Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Selingkuhan Ibu Tiri
Kabar Mengejutkan.


__ADS_3

Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya ayah Nita pun datang dan langsung memeriksa Diego secara intens.


"Udah, nggak apa-apa. Ayahmu sudah baik-baik saja, dia hanya perlu menenangkan diri dan jangan terlalu memikirkan masalah yang berat-berat dulu," ucap Ayah Nita, Dokter Irawan.


"Terima kasih Om, tapi Lily sangat khawatir dengan kondisi ayah. Lily takut terjadi sesuatu pada ayah," ucap Lily yang masih menangis sambil menggenggam tangan ayahnya. Ia tahu apa yang baru saja terjadi, pasti Semua itu sangat mengguncang ayahnya, itulah juga yang ditakutkan selama ini sehingga membuat Lily menyetujui pernikahannya dengan Devano, tapi ternyata kenyataannya tak sesuai dengan yang direncanakannya, pengorbanannya terasa sia-sia.


Di Dunia ini, Lily hanya memiliki ayahnya, semua yang dipikirkannya hanyalah kebahagiaan ayahnya. Ayahnya sudah memberikan banyak kebahagiaan selama ini padanya dan sudah menjadi keharusan dan menjadi giliran Lily sekarang yang ingin memberikan kebahagiaan kepada ayahnya, tapi sepertinya ia gagal melakukannya.


"Sudah nggak, apa-apa. Jangan menangis lagi, itu semakin membuat ayahmu tak bisa istirahat," ucapnya membuat Lily pun mengangguk dan berusaha untuk menghentikan tangisnya, ia melihat ayahnya kini terlihat sangat lemah dan hanya menutup mata.


Melihat ayahnya yang ingin istirahat mereka semua pun keluar dari ruangan itu dan hanya tersisa Irawan saja.


Selain dokternya. Irawan merupakan sahabat dari Diego. Ia masih memeriksa beberapa kondisi Diego.


"Irawan. Apa aku boleh bicara denganmu sebentar," lirih Diego pelan membuat Irawan yang tadinya ingin berdiri kembali duduk di tempatnya. Mereka berdua menunggu sampai anak-anak keluar dari kamar itu, setelah pintunya tertutup barulah Diego kembali menarik nafas panjang dan melihat ke arah sahabatnya.

__ADS_1


"Aku minta tolong, urus Semua berkas perceraianku dengan Delisa dan juga perceraian Devano dan juga Lily, minta orang-orangku untuk membantumu menyelesaikannya."


"Tentu saja. Serahkan semua padaku dan Max. Kamu harus bisa melawan penyakit."


"Aku ingin fokus dengan penyakitku dulu, aku masih belum mau meninggal sebelum melihat Lily bahagia," ucap Diego yang berusaha untuk tetap tenang. Ia tahu bagaimana cara menghadapi penyakitnya Ya sudah bersama penyakitnya itu sejak beberapa tahun terakhir.


"Mengenai masalah itu, kamu tenang saja aku akan menyelesaikan semuanya. Aku dan Max akan menyelesaikan semuanya dengan secepat mungkin."


Max adalah pengacara yang tak lain ayah dari Rara, ketiga ayah mereka bersahabat dan persahabatan itu turun pada anak-anak mereka.


Pak Irawan menghampiri kedua wanita itu yang terlihat sedang membuat bubur. Lebih tepatnya melihat bibi memasak bubur untuk Ayahnya. Namun, saat akan berpamitan pada Lily dan yang lainnya, Lily tiba-tiba pingsan.


"Ayah, bagaimana ini?" tanya Nita panik membuat mereka pun bersama-sama mengangkat Lily ke kamarnya. Bibi mematikan kompor dan menyusul mereka.


"Sepertinya Lily terlalu syok ya, Yah?" Ucap Nita membuat Rara mengangguk. Dokter langsung memeriksa denyut nadi Lily.

__ADS_1


"Coba kamu beli alat tespek, sepertinya Lily sedang hamil," ucap Irawan


"Apa hamil?" tanya Nita dan Rara berteriak saking terkejutnya Lily yang baru saja sadar melihat ke arah dokter Irawan.


" Aku hamil om?" tanyanya belum juga Dokter Irawan menjawab Lily kembali pingsan.


"Ayah, bagaimana ini apa kita bawa Lily ke rumah sakit?" tanya Nita


"Tak udah, Sepertinya dia hanya juga sok mendengarkan kehamilannya sebaiknya untuk memastikan kita tunggul dokter Caca ."


Dokter Irawan langsung menelpon salah satu temannya yang bekerja sebagai dokter ahli kandungan, ia meminta untuk datang sesegera mungkin ke alamat yang ditujukan..


"Jadi ini gimana? Aku beli alat tespek atau tidak?"


"Udah, nggak usah. Om, sudah menelpon dokter. Sekarang kamu telepon papa kamu suruh datang kemari secepatnya," ucapnya membuat Rara pun mengangguk dan segera menelpon papa-papanya.

__ADS_1


__ADS_2