
Rara dinyatakan sebagai pengawal pribadi dari Lily, membuat Lily dan Reno saling tatap dan seolah mereka bisa berkomunikasi dengan telepati, senyum terbit di sudut bibir mereka yang hanya menggerakkan sedikit bibirnya, hanya mereka yang bisa melihat senyuman kebahagiaan itu.
Sebenarnya Lily sangat penasaran tentang mengapa Rara bisa bertemu dengan mertuanya. Mengapa ia bisa menjadi pengawal pribadinya. Semua itu membuatnya sangat penasaran. Namun, itu tak penting. Sekarang yang penting Rara sudah menjadi pengawal pribadinya, ia akan bisa masuk ke rumah ini dengan leluasa dan mereka bisa mengerjai Devano sepuasnya. Namun, tetap saja mereka harus lebih hati-hati mengingat Devano bertubuh besar dan Rara sebagai wanita yang menjadi pria dadakan tentu saja tubuhnya tak sekekar Devano, satu bantingan saja sudah dipastikan Rara akan patah Entah berapa bagian.
"Ya sudah, Reno kamu pulang lah besok kamu mulai bekerja." Bachtiar meminta salah satu orangnya untuk mengantar Reno atau Rara untuk kembali. Namun, Lily menggeleng cepat dan menarik tangan Reno membuat Devano langsung menepis dan melerainya.
"Tidak, Kakek. Aku membutuhkan Reno sekarang, aku ada hal penting yang ingin aku bicarakan," ucap Lily. Namun, Devano kembali membungkamnya dengan langsung kembali mengangkatnya.
"Kakek, aku akan buatkan cicit untuk kakek. Sekarang kakek urus saja pria kerempeng itu," ucapnya langsung mengangkat Lily naik ke kamarnya.
Saat dirinya diangkat Lily hanya pasrah, ia hanya menggeleng dan Reno hanya melihat temannya itu. Mereka saling tatap dengan tatapan yang seolah berkata maaf karena tak bisa membantunya, sedangkan Lily terus menjerit dalam hati minta tolong dari sahabatnya itu. Mereka hanya bisa saling menatap dengan nanar hingga Lily menghilang dari balik pintu.
"Kakek, apa Lily tak apa-apa, lihatlah Devano terlihat sangat marah. Bagaimana jika dia … Kakek bantu Lily ya," ucap Rara malu sendiri untuk mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya. Ia tak tau bagaimana cara menjelaskan.
__ADS_1
"Devano adalah pria dewasa, dia tahu apa yang akan dilakukannya pada istrinya dan sebaliknya, dia tak akan melakukan jika memang dia tak mau melakukannya.
"Kamu pulanglah dulu, jika rencana kamu dengan Lily untuk memisahkan Devano dan Lily, tapi rencana kita berdua adalah untuk menyatukan mereka dan menghilangkan pengganggu di pernikahan mereka."
"Tapi Lily ingin berpisah, Kek. Lily ga suka dengan kehadiran Delisa dan Devano terus menanggapinya."
"Sebenarnya Kakek bisa saja membawa Lily dan Devano pergi menjauh dari Delisa. Namun, itu tak akan menjamin apa-apa, kita harus membuat Lily dan Devano lebih dekat duku dan membuat Delisa pergi dengan sendirinya, karena walaupun Devano menolaknya Delisa akan tetap menempel padanya dan itu akan mengganggu mereka," jelas Bahtiar yang selama ini tahu hubungan Delisa dan juga Devano. Namun, dia tetap diam dan membiarkannya selagi itu tak mengganggu kinerja bisnisnya.
Walau dengan terpaksa Rara pun meninggalkan rumah mewah itu, begitupun dengan kakek.
****
Dikamar.
__ADS_1
Lily melihat Devano terlihat marah padanya dan perlahan membuka pakaiannya satu demi satu tanpa melepas tatap tajamnya pada Lily yang terlihat menciut.
Lily mempertahankan diri dengan melindungi dirinya. Ia mengambil bantal guling dan memasang kuda-kudanya seolah ingin melawan Devano.
"Mau apa kamu?" tanyanya masih terlihat berani.
"Tahi lalat."
"Apa???? Nggak, nggak ada tahi lalat," ucap Lily mencoba untuk kabur saat melihat pintunya tak terkunci. Namun, dengan sigap Devano menangkapnya dan benar saja, ia benar-benar melakukannya, Devano memeriksa tubuh Lily inci demi seinci mencari tahi lalat yang dimaksud Reno dengan sangat hati-hati. Devano tertawa saat menyadari apa yang Reno katanya itu tak benar.
Setelah mencari dengan lelah tahi lalat yang sejak tadi meresahkannya. Devano pun menikmati haknya sebagai seorang suami.
Lily yang awalnya takut jika Devano akan berbuat kasar kepadanya ternyata ia salah, walaupun dalam keadaan marah sekalipun Devano tetap memperlakukannya dengan lembut.
__ADS_1
Rasa cinta di hatinya entah mengapa semakin tumbuh untuk suaminya.