
Begitu mobil berhenti tepat di pintu utama dan seorang keamanan membuka pintu untuk Lily. Lily langsung kabur dan berlari menuju ke gerbang, ia berharap jika tadi Rara dan Nita mengikuti mereka, mungkin saja keduanya menunggu di gerbang.
Dengan sekuat tenaga Lily pun berlari menjauhi mobil Devano. Namun, Devano jauh lebih cepat melangkah dan belum juga sampai di gerbang utama Lily sudah tertangkap. Lily melihat ke arah jalan, ia tak melihat mobil Rara di sana.
'Dimana Rara dan Nita,' batinnya menjerit.
"Pak, tolong aku," teriaknya pada satpam yang menjaga pintu gerbang. Namun, satpam itu hanya menunduk saat melihat aksi gendong-gendongan majikannya.
Lily terus memberontak. Lepaskan, lepaskan aku," teriaknya. Namun, Devano malah memukul pantatnya. "Awww, sakit, dasar mesum."
"Diamlah!" ucapnya dan terus berjalan masuk ke dalam dan langsung menuju ke kamar mereka.
Para pelayan yang dilewatinya hanya menunduk hormat dan tak berani melihat adegan gendong-gendongan dari tuan mudanya itu.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya seseorang yang berada di ruang tengah membuat Devano menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ternyata itu adalah kakeknya.
"Kakek?" seru Devano, ia tak menyangka jika kakeknya ada di sana, tadi ia melihat dengan jelas jika kakeknya sedang tidur di ruang istirahatnya yang berada di kantor.
"Iya, ini Kakek. Jangan bilang kau tak mengenal kakekmu sendiri.
Turunkan istrimu jangan mengangkatnya seperti itu! Bagaimana jika ada cicitku di perutnya. Memangnya kenapa kau melakukan itu?" Bachtiar menggelang melihat kelakuan Cucunya itu.
Devano melihat Lily yang masih mencoba untuk melepaskan diri dari gendongannya.
"Tolong kakek," ucap Lily pada Kakek mertuanya.
__ADS_1
"Menantu kakek ini harus diikat, dia sudah berani macam-macam di belakangku," ucap Devano berjalan menuju ke arah Pak Bachtiar dengan Lily yang masih di gendongannya. Namun, langkah kakinya berhenti saat akan mendekat pada kakeknya dan melihat Reno duduk di salah satu kursi single yang ada di sana.
Devano tak melihatnya, tubuhnya tertutupi oleh bagian belakang kursi dan baru nampak setelah Devano mendekat.
"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini?_ bentak Devano yang langsung menurunkan Lily dari gendongannya. Lily juga terkejut melihat Reno ada di sana.
Devano ingin menarik Reno, Lily langsung kembali menghalangi langkah Devano mendekati Reno.
Lily harus menyelamatkan Reno yang tak lain adalah Rara, bisa remuk tubuh sahabatnya itu jika mendapat tonjokan dari Devano saat keadaan marah seperti itu.
"Mulai sekarang Reno akan menjadi pengawal Lily," ucap Bachtiar.
"Apa? Pengawal?" tanya Lily dan juga Devano tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan oleh kakeknya. Ia tak percaya mengapa Rara ada di sini dan ditunjuk menjadi pengawalnya sedangkan Devano tentu saja tak akan mau jika Reno akan menjadi pengawal Lily, secara tidak langsung mereka akan sering bersama.
Flashback on.
"Siapa kamu? Berani-beraninya kamu mengganggu menantuku," ucap seseorang di kursi belakang, mendengar ucapan itu Reno langsung melihat ke arah belakang dan matanya terkejut saat melihat jika itu adalah kakek mertua dari Lily.
"Kakek?" tanya Rara membuat Bachtiar mengerutkan keningnya. Ia memang sudah tua. Namun, dia tak mengizinkan sembarang orang memanggilnya dengan sebutan Kakek.
"Kamu sudah berani macam-macam dan mengganggu hubungan rumah tangga Lily dan Devano. Kamu harus dihukum," ucapnya lagi dengan wajah yang serius, kata hukuman membuat Rara menjadi takut.
"Maaf, kek. Aku ini perempuan, aku Rara temannya Lily, aku melakukan semua ini karena perintah Lily Kek," ucap Rara membuka beberapa bulu halus yang sudah dipasang di pipinya, "Ini aku cewek kok kakek dan aku masih normal," jelas Lily.
"Teman Lily?" tanya Kakek.
__ADS_1
"Rara, aku Rara temannya Lily," ucapnya lagi menjelaskan agar kakek mertua dan sahabat itu percaya jika dia adalah wanita bahkan Rara membusung dadanya yang tak begitu besar. Memperlihatkan gundukan di balik jaket Hoodienya,
"Ini, benarkan aku perempuan," ucapnya membuat Yudi yang sejak tadi memperhatikan mereka langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kamu temannya Lily? Mengapa kau menyamar jadi laki-laki dan berpura-pura tidur dengan Lily?" tanya Bachtiar.
Rara pun mulai menceritakan apa yang dirasakan lily dan apa yang terjadi sebenarnya. Ia menceritakan semua yang ia ketahui termasuk kejadian pagi tadi, membuat Bachtiar mengepal menahan emosi.
Sepertinya cucunya itu harus diberi pelajaran agar ia bisa menghargai istrinya. Memilih dan bisa menghormati pernikahannya.
Sepertinya ia terlalu cepat mengalihkan semua hartanya pada Devano, seharusnya ia harus membuat beberapa persyaratan lagi agar Devano benar-benar bisa bersatu dengan Lily.
Flashback off.
"Lily, kamu tak masalah kan jika Reno menjadi pengawalmu?" tanya Bahtiar membuat Lily langsung mengganggu.
"Ia, aku mau."
"Tidak, pilihan pengawal lainnya dan pasti harus seorang wanita."
"Aku setuju Reno menjadi pengawal, aku sudah mengenalnya jadi akan lebih mudah menyesuaikan diri.
"Tidak. Aku tak setuju."
Lily melihat kearah kakeknya.
__ADS_1
"Setuju maupun tidak Reno akan tetap menjadi pengawal Lily mulai besok," ucap Bachtiar.