
Setelah menunggu akhirnya pun dokter datang, begitu jika dengan Max.
Dokter Langsung memeriksa Lily dan dinyatakan jika Lily memang sedang hamil. Ada rasa bahagia dihatinya mengetahui ada Janin yang sedang berkembang di rahimnya. Namun, mengingat Siapa ayah dari anaknya, apa masalah yang sedang mereka hadapi membuat Lily seakan tak inginkan menerima kenyataan itu, ia hanya bisa meneteskan air matanya sebagai menggambarkan rasa hatinya saat ini. Ia seakan terjebak antara pernikahannya dan juga Masa lalu kelam suaminya.
Entah mengapa ia percaya jika Devano memang menepati janjinya dengan tak pernah bersama Delisa lagi.
"Bagaimana ini, Om. Aku hamil, tapi kalian sedang mengurus perceraianku dan juga Devano, Ayah bayi ini?" Tanya Lily menatap kedua pria sahabat ayahnya sekaligus Ayah kedua sahabatnya.
"Iya, Pah. Jika Papa mengurus perceraian Lily anak ini pasti akan tumbuh tanpa Ayah," Rara mengusap perut Lily yang masih rata. Entah mengapa ia tak suka jika Lily sampai bercerai. Sepertinya ia sudah termakan Ucapan kakek jika Lily pasti akan bahagia bersama Devano.
__ADS_1
Kakek mengatakan jika Devano adalah Pria yang bertanggung jawab, dan ia jaminannya. Walaupun masa lalunya cukup suram, apalagi mengingat hubungan dengan Delisa yang tak lain adalah ibu tiri Lily. Dia pria yang akan menepati janjinya dan keputusan untuk menikah dengan Lily bukan sekedar paksaan, tapi memang kemauannya sendiri."
"Saat ini sebaiknya kita urus saja dulu perceraian Diego dan Delisa. Setelah Diego lebih tenang kita akan memberitahukan kehamilan kamu dan setelah dia tau barulah kita mengambil keputusan apakah kita lanjutkan mengurus perceraian kalian atau menundanya." Irawan mengkhawatirkan kondisi Diego jika memberitahu kehamilan Lily sekarang. Kondisi nya tak mengizinkan ia banyak pikiran dulu."
Mereka pun akhirnya mengambil keputusan seperti yang dikatakan oleh Irawan, jika Max akan mengurus perceraian Diego dan Delisa terlebih dahulu dan menunggu sampai Diego sudah lebih baik dan memberitahukan kondisi kehamilan Lily dan baru setelah mereka mengambil keputusan apakah mereka ingin kembali meneruskan perceraian itu atau tidak.
Di saat mereka sedang berdiskusi mereka dikejutkan dengan suara klakson yang terus dibunyikan, mereka semua berpikir jika itu adalah Devano karena Devano sejak tadi berdiri di luar gerbang. Namun, setelah Rara melihat ia bisa melihat jika itu adalah mobil Delisa ada di sana.
Lily kemudian bangkit dari duduknya. Namun, Irawan langsung menghentikannya, "Kamu mau kemana?" tanya saat melihat Lily ingin melangkah.
__ADS_1
"Tentu saja, aku ingin mengusirnya. Dia sudah mengganggu. Aku tak mau dia mengganggu istirahat, Ayah," ucap Lily dengan ekspresi kesalnya.
"Sudah, kamu tenang saja, duduklah kembali biar aku dan Nita yang mengurusnya. Kami akan meminta penjaga untuk menyeretnya pergi dari sana," ucap Rara menarik Nita dan mereka pun keluar bersama saat perjalanan menuju ke pintu gerbang.
Rara kembali mengirim pesan kepada kakek jika mereka baru saja mengetahui jika Lily sedang hamil.
Mendengar pernyataan itu, Kakek sangat senang. Namun, ia masih belum ingin membantu Devano untuk bertemu dengan Lily, biarlah dia merasa jika ia sebenarnya mencintai Lily dan bisa menghargai pasangannya.
Rara juga menggambarkan kondisi terakhir Diego dan itu membuat Bachtiar merasa bersalah, ia akan mencoba menunggu sampai Diego pulih terlebih dahulu barulah ia akan menemuinya, membahas tentang pernikahan Devano dan juga Lily.
__ADS_1
Mengetahui jika Lily sedang hamil membuat Bachtiar tak akan mau melepaskan menantunya..