Terpaksa Menikahi Selingkuhan Ibu Tiri

Terpaksa Menikahi Selingkuhan Ibu Tiri
Perdebatan Reno dan Devano.


__ADS_3

'Apakah aku salah? Apakah dia berkata benar? Apakah aku telah salah paham padanya? Tidak, aku sudah benar,' batin Lily berperan pada batinnya sendiri.


Walau hatinya mengatakan jika suami tak akan melakukan hal itu dan setia padanya. Namun, apa yang dilihatnya pagi tadi seolah membuktikan jika kepercayaannya pada suaminya itu salah.


Selama ini Lily selalu mencoba untuk melihat sisi baik dan menutupi sisi buruk suaminya di pikiran dan hatinya, walau bagaimanapun Devano sudah menjadi suaminya, ia akan menjadi istri yang baik untuk suaminya, tapi apa yang terjadi pagi tadi sungguh sangat melukai hati dan kepercayaannya. Semua kepercayaan dan juga ketulusan yang selama ini dibangun seolah runtuh begitu saja dalam sekejap.


"Percayalah padaku, aku bukan pria yang baik, tapi aku tak pernah mengingkari janjiku jika aku sudah mengatakannya. Terlebih lagi padamu. Kamu adalah istriku."


"Istri, benarkah? Bukankah kamu menikahiku hanya karena kekakmu?"


"Walau kakek meminta jika aku tak mau maka tak akan ada yang terjadi."


"Apa kau pikir aku akan percaya. Kamu itu punya banyak mainan kan di luar sana?"


"Jangan samakan dirimu dengan mereka."


"Jangan percaya, itu pasti bohong dan hanya akal-akalannya saja biar kamu memaafkannya," sahut Rara dengan nada bicara ala laki-lakinya, membuat Devano menatapnya dengan tatapan amarahnya, Rara menelan salivanya dengan susah, seperti pria itu benar-benar marah.


"Tutup mulut kamu, sebelum aku merobeknya." Devano masih dengan amarah nya.

__ADS_1


"Robek saja, kamu pikir aku takut padamu." Tentang Reno.


Mendengar itu Devano kembali ingin mengejarnya. Namun, Lily kembali menghalangi langkah Devano.


"Siapa dia? Apa yang kamu lakukan di sini?"


"Apalagi, tentu saja kami bercinta, dia jauh lebih hebat darimu. Kamu pikir hanya kamu yang bisa selingkuh, aku juga bisa," ucap Lily melipat tangannya di dada dan memalingkan wajahnya tak ingin melihat suaminya.


"Bercinta? Lebih hebat dariku?" ucap Devano kemudian Ia pun tertawa, "Itu tak mungkin, lihat saja tubuhnya kurus kerempeng seperti itu dan lagian aku tak percaya jika kau sampai bercinta dengannya. Aku adalah orang yang pertama yang menyentuhmu dan aku yakin Sampai sekarang aku masih satu-satunya orang yang menyentuhnya."


"Ih, pede banget. Aku juga sudah menyentuhnya. Menikmati goa indahnya, ada dua tahi lalat kan di sana," ucap Reno asal.


"Lily, kamu pilih siapa? Ceraikan dia aku akan menikahimu."


"Tutup mulut kamu, kamu pikir aku percaya jika kalian pernah bercinta di belakangku. Aku tak percaya."


Lily dan Rara bersikeras jika mereka telah bercinta. Namun, Devano bukanlah orang bodoh, dia adalah pemain ia tahu mana orang yang sehabis bercinta dan melihat situasi kamar dan ranjangnya tak ada ciri-ciri jika tempat itu habis dipakai bercinta, tak akan serapi itu.


"Jika kamu mau berganti dengan ayah Lily untuk Delisa, bagaimana jika kita berbagi juga. Bagaimana? Dua hari dalam seminggu denganku juga tak masalah." Reno menyindirnya.

__ADS_1


"Awas ya kamu, tunggu! Akan aku buat kamu menyesal telah menyentuh istriku, walaupun hanya kecupan," ucap Devano menunjuk Reno dengan tangannya yang bergetar karena menahan amarahnya.


Ia langsung mengangkat Lily di bahunya layaknya mengangkat karung beras kemudian ia keluar dari kamar itu.


Lily terus memberontak meminta turun. Namun, Devano sama sekali tak bergeming, ia terus berjalan meninggalkan kamar hotel itu, ke pintu lift dan turun lantai bawah dan pergi dari sana, ia tak peduli orang-orang yang melihatnya. Ia juga tak malu menggendong Lily seperti itu.


Lily terus berteriak meminta suaminya untuk menurunkannya, ia memanggil suaminya dengan pria mesum, minta tolong kepada para keamanan yang ada di hotel itu. Namun, tak ada yang berani menghentikan mereka. Ia tahu jika Lily adalah istri dari bos mereka.


Tadi mereka ada yang mengenali Lily. Namun, mereka tak yakin jika Lily adalah istri bosnya mengingat penampilan Lily yang biasa saja, terlebih lagi mereka hanya melihat Lily saat resepsi pernikahan dan itupun Lily dengan memakai make up nya.


Devano melemparkan tubuh Lily ke dalam mobil kemudian mereka pergi dari sana. Reno berlari mengejarnya.


"Aduh apa yang harus aku lakukan? Dimana Nita?" Rara tak melihat mobilnya. Saat ingin memanggil taksi seseorang memukul tengkuk dan Reno pun pingsan.


Lili ingin menelpon. Namun, Devano langsung merampas teleponnya dan membuangnya di jendela. Lily hanya melotot melihat apa yang dilakukan oleh suaminya ia terdiam saat Devano menatapnya tajam.


"Mau ke mana kita?" tanya Lily saat melihat jalan tak mengarah ke rumah Orangnya.


"Pulanglah. Aku ingin melihat dua tahi lalat yang dimaksud oleh si Reno itu."

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakan oleh Devano, Lily menciut takut. Jika Devano sampai menyentuhnya dalam kemarahan seperti itu entah bagaimana kondisinya nanti.


__ADS_2