
tidak ada hari yang spesial di minggu-minggu ini, menurut Rania itu semua tak lain adalah hari yang melelahkan, ketika kuliah dan di samping itu juga harus bekerja sebagai cleaning service,hal itu membuat hampir seluruh tulang yang ada di tubuhnya patah
untung saja sahabat nya 'sandra' malam ini mengajaknya untuk ke Spa, hah gadis itu memang paling tahu tentang Rania
di Spa
"bagaimana kabarmu?" tanya sandra sambil tiduran dan di pijat
"hah, sangat melelahkan" bawah Rania yang juga sedang di pijat
"aku tahu kau pasti capek, makanya itu aku mengajakmu untuk kesini" sahut sandra
"kau memang yang terbaik, terimakasih" ujar Rania
"hah dalam persahabatan, tidak ada yang namanya kata terimakasih nia" ujar sandra
Tiba-tiba headphone nya berbunyi, pertanda ada panggilan masuk
"hallo uncle, aku sedang berada di Spa, iya aku bersama dengan Rania, apa? , uncle ingin menjemput kami?, ah tidak usah uncle, kami pulang dengan pak sukur saja, hmm baiklah" ujar sandra mengakhiri pembicaraan
"ada apa? " tanya Rania
"uncle bilang dia akan menjemput kita" jawab sandra
"apa?, tapi kan kita tadi perginya sama pak sukur (sopir) "
"iya sudah aku katakan, tapi uncle itu orangnya keras kepala" jawab sandra
"bagaimana ini, disaat ingin melupakan nya, ia malah semakin mendekat" batin Rania
"hei kau kenapa Rania? " tanya sandra yang melihat sahabat nya hanya terdiam
"ah tidak, seperti nya aku mulai mengantuk saking enaknya pijatan ini" kilah Rania mengalihkan topik pembicaraan
"ya kau benar, aku juga ingin tidur sebentar" sahut sandra membenarkan
dan jadilah di malam itu, kedua gadis tersebut tertidur pulas sambil di pijat, saking pulsanya mereka melupakan seseorang yang sedari tadi menunggu mereka di ruang tunggu
ya siapa lagi kalau bukan tuan muda David, hampir setengah jam, tapi batang hidung kedua gadis yang di tunggu-tunggu belum juga nampak
karena tak bisa lagi menunggu, mengingat waktu yang semakin larut, ia pun bertanya kepada salah satu pegawai yang ada disana
"permisi, apa ada dua orang gadis yang sedang dipijat disini? " tanya David
menyadari siapa yang bertanya, pegawai itu pun sampai menjatuhkan pena yang sedang ia genggam
"tu.. tuan David" gumam pegawai tersebut
"aku bertanya padamu" ujar David yang sedikit kesal
__ADS_1
"oh, iya.. ada dua orang gadis yang sedang di pijat, namun keduanya sedang tertidur pulas, padahal waktu pemijitan sudah berakhir lima belas menit yang lalu" ujar pegawai tersebut
"lalu kenapa tidak kalian bangunkan? " tanya David
"kami sudah mencoba untuk membangunkan mereka tuan, tapi seperti nya mereka betul-betul pulas" ujar pegawai tersebut
"lalu jika mereka belum bangun dan tertidur hingga besok, maka kalian tidak akan menutup tempat ini? "
"bu.. bukan begitu tuan" panik sang pegawai
karena mendengar sedikit keributan diluar, Rania pun akhirnya terbangun
"Mmm... ada apa ini, astaga apa sudah selesai? "
"hei sandra ayo bangun, ayo kita pulang" ujar Rania sambil menggoyang kan lengan sandra
"hmm, jam berapa ini" tanya sandra yang terbangun
"sudah hampir jam sepuluh" sahut Rania
"oh... apa? owww tidak, uncle" panik sandra
-
karena keadaan semakin tidak kondusif, manager di tempat itu pun mendatangi David dan pegawainya
"panggil kedua gadis itu kesini" ujar David dengan penuh kekesalan
tak lama keluarlah Rania dan sandra yang telah berganti pakaian
"uncle" panggil sandra
"hei gadis nakal, kalian tahu aku sudah menunggu kalian berdua setengah jam yang lalu, apa kalian ingin dihukum? " kesal David
"ahh uncle ku yang tampan, jangan marah-marah nanti cepat tua loh" rayu sandra sambil bergelayut manja di tangan David
mendengar kata tua, membuat David melotot kan matanya
"Hhhe aku hanya bercanda, ayo kita pulang, aku sudah sangat ngantuk"
"baiklah karena kau sudah mengantuk, aku akan menunda hukuman mu di esok hari" ujar David David dengan seringai tipis di bibirnya
"apa?, dihukum, uncle ini.... "
"dan kau" ujar David sambil menatap Rania
"tunggu hukuman mu besok di kantor" ujar David
"hah?, aku juga di hukum, apa-apaan ini, memangnya aku menyuruhnya untuk menunggu? " batin Rania
__ADS_1
"yaya baiklah, besok saja hukumannya aku benar-benar sudah sangat mengantuk" ujar Sandra
"baiklah, ayo kita pulang" ujar David
-
di dalam mobil hanya ada keheningan yang tercipta, sandra gadis itu sudah tertidur di jok belakang, alasannya karena ia ingin tidur sebentar, sehingga Rania mau tidak mau harus duduk di sebelah David
"bagaimana rasanya? " tanya David membuka pembicaraan
"hah? "
"ck, ternyata selain ceroboh jauh juga tuli ya" ujar David
"siapa yang kau bilang tuli tuan, aku bisa mendengar nya tahu"
"bagaimana rasanya setelah di pijat? " tanya David kembali
"ah iya, rasanya segar sekali" jawab Rania
"bagaimana dengan pipimu? " tanya David
"sudah di obati, dan mungkin akan segera sembuh"
"jika ada yang menindas mu, gunakan saja namaku" ujar David
"eh, kenapa? "
"ck, sudah lah kau memang tidak peka" kesal David
tak lama mobil pun berhenti di depan rumah Rania, gadis itu kemudian berpamitan dengan David
"terimakasih tuan" ujar Rania
"hemm" sahut David
"langsung tidur, jangan baca novel lagi" ujar David
"eh dari mana dia tahu sebelum tidur aku harus membaca novel? "
"sandra, dia banyak bercerita tentang mu, aku hanya tidak ingin besok ada karyawan yang terlambat" ujar David
"baik tuan" sahut Rania
setelah berpamitan dan keluar dari mobil, Rania pun masuk ke dalam rumah, mobil itu baru pergi ketika melihat gadis itu menutup pintu rumahnya
-
Hai guys, jangan lupa tinggal kan jejak kalian di kolom komentar, mohon beri masukan tentang novel ini, biar author bisa mendengar penilaian dari readers 😊
__ADS_1