
sore itu rintik-rintik hujan membasahi bumi, Rania gadis itu tengah bersiap-siap untuk kembali ke rumahnya
"Rania " panggil Abi
"iya, ada apa senior? " tanya Rania
"kau pulang dengan siapa? "
"aku akan naik ojek saja" jawab Rania
"aku antar ya" ujar Abi menawarkan tumpangan
"ah tidak perlu"
"tidak apa-apa, apa kau lupa jalan kerumah kita kan satu arah " sahut Abi tak pantang menyerah
"baiklah, sekali lagi terimakasih ya" ujar Rania
"kau sudah berterimakasih hari ini sebanyak dua kali kepada-Ku" ujar Abi
-
di parkiran mobil
David dapat melihat sahabat dari ponakannya itu sedang menaiki motor milik laki-laki yang ikut makan bersamanya di kantin tadi
setelah motor yang di kendarai Abi melaju, di susul oleh mobil milik David
"apa mereka pacaran?, heii kenapa sekarang aku menjadi sangat ingin tahu tentang gadis itu" batin David
menyadari tatapan lain dari tuan mudanya, sekertaris jek pun mencoba untuk menafsirkan apa yang ia lihat
"apa tuan sedang cemburu terhadap gadis itu? "
motor itu tetap melaju membelah jalan,
tak peduli rintik-rintik air hujan membasahi tubuh mereka
"jek apa kau sedang mengikuti gadis itu? " tanya David
"tidak tuan, kebetulan saja kita satu arah " jawab sekertaris jek
"saya tahu tuan anda pasti mau memastikan gadis itu pulang dengan selamat"
setelah motor yang di kendarai oleh Abi berhenti di depan rumah milik Rania, mobil milik David pun melambung dan melaju meninggalkan mereka
"itu kan mobil milik tuan David, apa sedari tadi ia mengikuti kita? " batin Abi
"Terima kasih senior" ujar Rania
"ya sama-sama, kalau begitu aku langsung pulang ya, Hati-hati di rumah kalau ada apa-apa, langsung telpon aku " ujar Abi
selepas makan siang tadi mereka langsung bertukar nomor headphone untuk saling mengabari jika ada hal penting
"baiklah aku pergi " ujar Abi sambil menghidupkan motornya dan melaju meninggalkan kediaman Rania
-
__ADS_1
" hallo san, iya aku baru saja pulang, baiklah aku akan kesana nanti malam "
malam ini sandra mengundang Rania untuk datang ke rumah, karena ada perayaan kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan calon nyonya David Wijaya
"aku harus kuat, mungkin memang ini yang terbaik, kalah sebelum berjuang.. Hai Rania harusnya kau sadar diri, dasar... " batin Rania
-
mobil itu memasuki halaman kediaman Wijaya
"selamat datang tuan muda" sapa pak Tomi yang tak kenal lelah menyambut majikannya
pulang
"hemm" sahut David
"apa semuanya sudah selesai? " tanya David
"sudah tuan" ujar pak Tomi
"pastikan semuanya berjalan dengan lancar" sahut David
"baik tuan"
-
malam harinya
disinilah Rania sekarang, depan gerbang kediaman Wijaya yang di jaga ketat oleh para pengawal nya, bahkan tidak boleh sembarangan orang masuk ke dalamnya
"kecil-kecilan, heh apa ini yang di sebut kecil-kecilan?, bagaimana mungkin pesta sederhana tapi mengundang hampir 50 orang dan di ikuti oleh penyanyi papan atas? dasar orang kaya" batin Rania
"ayo akan aku perkenalkan kau dengan ibu dan oma" ajak sandra
memang ini merupakan kali pertama Rania menginjak kaki di rumah sahabatnya itu, selama dua tahun berteman dengan gadis itu, Rania belum sekalipun datang bertamu dan mengenal orang tua dari sahabatnya
"ibu, ini Rania yang aku ceritakan itu" ujar sandra kepada seorang wanita paru bayah, yang masih terlihat cantik di usianya saat ini
"ohh kau yang namanya Rania nak, sandra sudah banyak bercerita tentang mu, Terima kasih kau telah membuat anak tante menjadi mandiri, dia adalah anak yang cengeng dan manja, tapi setelah mengenalmu ia berubah menjadi wanita dewasa" ujar lembut ibu dari sahabatnya itu
"ah tante saya tidak melakukan apa-apa, ini karena kemauan dari diri sandar sendiri" balas Rania
"kau memang anak yang baik" tangan lembut itu menyentuh kepala Rania, di usap-usapnya surai rambut milik Rania
"sandra siapa dia? " tanya seorang wanita yang sudah lanjut usia
"oma, ini adalah Rania sahabatku" jawab sandra
" Hai Rania, Terima kasih sudah mau berteman dengan cucuku yang manja ini, apa dia menyusahkan mu selama ini? " tanya oma
"tidak nyonya" jawab Rania
"jangan panggil nyonya, panggil saja oma seperti sandra memanggilku " ujar oma
"baik o.. ma" jawab Rania dengan canggung
"oma, aku tidak pernah menyusahkan Rania ya, hey nia apa selama ini aku menyusahkan mu? " tanya sandra dan di balas gelengan kepala oleh Rania
__ADS_1
"tuh kan" ujar sandra
"baiklah kau memang tidak menyusahkan, dasar anak ini" desah oma melihat kelakuan cucu nya itu
-
ting.. ting.. ting
bunyi gelas yang di ketuk oleh sendok, seketika semua pandangan mata tertuju pada sepasang kekasih itu , ya siapa lagi kalau bukan David dan jesika
"Terima kasih kepada kalian semua yang telah hadir memenuhi undangan kami , pesta ini di buat untuk menyambut kepulangan ku, dan sekaligus peresmian pertunangan antara aku dan tuan David" ujar jesika
Duarrr
rasanya saat ini Rania ingin jatuh ke lantai, kakinya lemas mendengar pernyataan yang baru saja ia Terima
semua orang bertepuk tangan merasakan kebahagiaan pasangan kekasih tersebut, tidak!
David menampilkan wajah yang datar dan tanpa senyuman, apa dia juga ikut bahagia, ataukah memang seperti itu karakter orangnya?
"ibu, apa benar uncle akan bertunangan dengan wanita itu? " tanya sandra
"entahlah ibu juga tidak tahu" jawab selin
"oma.. " panggil sandra
"diamlah sandra, biar oma yang nanti akan bicara kepada uncle mu itu" ujar Oma
pandangan mata tajam milik David tak sengaja lagi bertemu dengan milik Rania, tersirat kesedihan di dalam mata wanita itu
"sandra, aku merasa kurang enak badan, bolehkah aku pamit lebih dulu? " tanya Rania hati-hati setelah memutuskan kontak mata dengan David
"apa kau sakit, aku akan mengantarkan mu " ujar sandra
"tidak kau tetaplah disini, ini kan acara keluarga mu, aku bisa pulang dengan taksi" ujar Rania
"tante akan menyuruh sopir mengantarnu nak, ini sudah malam tidak baik kau pulang sendiri" ujar selin
"terimakasih tan " sahut Rania
-
pesta pun di mulai, semua orang sedang asik dengan cerita mereka sendiri, ada yang menjadikan ini sebagai ajang untuk pamer, ada juga untuk menambah kekayaan mereka dengan cara bekerja sama menjadi patner, semua itu adalah penjilat, siapa yang tidak mau bekerjasama dengan perusahaan Wijaya, sudah di pastikan kehidupan kalian akan terjamin sampai anak cucu nanti.
melihat Rania yang melangkah keluar di ikuti oleh sandra, mata tajam milik David memberikan semacam kode kepada sekertaris jek
mengetahui hal itu, sekertaris jek pun mengikuti kemana perginya kedua gadis tersebut
-
"baiklah jika sudah sampai jangan lupa kabari aku, pak anton bawa mobilnya Hati-hati, awas jangan sampai sahabat ku ini lecet" ujar sandra kepada sang sopir
"baik nona"
"iya, baiklah sampai ketemu besok di kampus" pamit Rania
mobil itu pun melaju meninggalkan kediaman Wijaya, di lain sisi nampak sepasang mata yang sedari tadi diam-diam mengamati kedua gadis tersebut
__ADS_1