Terpaut Cinta Uncle

Terpaut Cinta Uncle
di antar pulang


__ADS_3

siang hari


"sudah siang ya, Hhha maaf aku terlalu terlena dengan suasana di rumah ini, rasanya tidak ingin pulang saja"


ya begitulah yang dirasakan Rania, gadis itu merasa memiliki keluarga yang lengkap, ada om Bram, tante selin, oma dan... uncle


sebenernya setelah membantu menanam bunga di taman belakang, rencananya Rania akan pamit untuk pulang, tapi selin menahannya, ia berujar agar pulang selepas makan siang nanti, jadilah sekarang mereka kembali duduk di meja makan dengan sesi makan siang


setelah selesai dengan jamuan makan siangnya, saatnya Rania untuk pamit pulang


"tante, oma dan om, terimakasih telah menerima ku dengan baik disini, aku pamit pulang dulu ya" ujar Rania setelah bersalaman dengan ketiga orang tua itu


"Hati-hati dijalan sayang, kalau ada apa-apa langsung kabari kami, jangan sungkan untuk datang dan bermain dengan sandra disini, justru tante malah senang rasanya punya teman curhat" ujar selin yang sedikit terharu dengan suasana


"Hati-hati ya, main-main lagi ke sini" sahut oma


Tiba-tiba


"khemm"


"David" gumam selin


"kau mau kemana David? " tanya Bram


"aku ingin keluar cari angin" jawab David


"cih ku pikir selama ini uncle hanya tahu cari uang saja" ujar sandra


"diam kau anak kecil" ujar David yang kesal


"kalau begitu sekalian kau antarkan Rania pulang" ujar Bram


"apa aku?, memangnya kita tidak punya supir kak, aku bukan supir ya" ujar David


mendengar hal itu oma pun geleng-geleng kepala, apa selama ia mengandung David, ia pernah salah makan? kenapa anaknya ini begitu arogan


"iya David tolong kau antarkan Rania pulang ya, bukankah kau yang membawa ia kemari berarti kau juga yang harus mengantarkan nya pulang" ujar selin membuat David yang tadinya sombong pun tak berkutik


"haisss kenapa juga aku harus membawanya kesini" gerutu David


"tuan bukankah ini yang kau mau? " batin jek*


"kalau kau tidak mau uncle, aku akan meminta senior Abi untuk menjemput Rania" pancing sandra


mendengar hal itu raut wajah David pun berubah menjadi masam


"baiklah jika kalian memaksa, JEK" panggil David


mendengar hal itu sandra hanya bisa memutar bola matanya malas, dasar uncle...

__ADS_1


"ia tuan? " sahut jek yang berada di belakang David


"siapkan mobil" ujar David


"baik tuan"


setelah mengatakan hal itu, jek pun pamit untuk menjalankan perintah


"baiklah , hati-hati di jalan " ujar selin melepas kepergian Rania


-


di dalam mobil


hanya keheningan yang tercipta, tidak ada suara manusia yang saling bersahutan, hanya terdengar suara deru mesin mobil yang melaju dengan kecepatan sedang


Tiba-tiba


keheningan itu seketika buyar seiring dengan bunyi ponsel milik Rania yang berbunyi


melihat hal itu David hanya bisa melirik dengan ekor mata


"hallo" ujar Rania


"iya, sudah mau balik ke rumah, baiklah sampai ketemu" ujar Rania mengakhiri pembicaraan


"ha?, oh itu teman" jawab Rania


"teman?, siapa laki-laki atau perempuan, sial! padahal ingin tanya itu tapi takut nanti nya dia besar kepala"


mengetahui kegelisahan yang dirasakan oleh tuan muda nya, jek pun angkat bicara


"apa itu teman perempuan nona? " tanya jek


"heh kau memang yang terbaik jek" batin David, ia merasa terwakili dengan pertanyaan itu


"kenapa anda sangat penasaran tuan, ya dia teman laki-laki" ujar Rania


mendengar hal itu, David pun mengepalkan tangannya, bisa-bisanya ia berbicara tentang laki-laki lain dihadapan pria ini


menyadari pertanyaan nya membawa petaka, jek pun tidak berniat lagi untuk bertanya


-


sesampainya di depan rumah Rania, terlihat dari dalam kaca mobil, sebuah motor bebek terparkir di halaman rumah gadis itu


"siapa itu? " batin David penasaran


"terimakasih banyak tuan, sudah mau mengantarkan saya pulang" ujar Rania yang tak mau memperdulikan tatapan penasaran dari pria itu

__ADS_1


"tunggu, siapa itu? " tanya David tiba-tiba


"ah itu, senior abi" ujar Rania


"senior abi? " beo David, "apa dia yang menelpon mu tadi? " sambung nya


"iya tuan" ujar Rania


setelah memastikan penasaran dari pria itu terjawab, Rania pun bergegas untuk keluar dari mobil


"terimakasih sekali lagi tuan" ujar Rania


"hemmm" sahut David


setelah menerima balasan David, Rania pun berbalik badan dan berjalan ke arah rumahnya


"Rania" kaget abi


"senior apa yang kau lakukan disini? " tanya Rania


"hehe setelah menelpon mu tadi, aku langsung berinisiatif untuk menemui, eh kau di antar siapa? " tanya abi yang melihat mobil hitam di depan itu


"Ohh itu, keluarga jauh" bisa gawat kalau Rania mengaku di antar oleh tuan David


"Ohh, eh apa kau sudah makan? " tanya abi


"iya, sebelum pulang aku sudah makan" jawab Rania


tiba-tiba, angin berhembus kencang dan membuat rambut itu menutupi setengah wajah Rania


melihat hal itu, abi pun refleks menyelipkan rambut di telinga Rania


jangan tanya bagaimana reaksi laki-laki di dalam mobil itu, tangan nya bahkan sudah mengepal sedari tadi, di tambah lagi dengan adegan romantis di depannya membuat ia secara tak sadar menendang kursi yang berada di depannya, dimana kursi itu adalah kursi kemudi yang di duduki oleh jek


"sabar jek, jangan perdulikan laki-laki gila yang di bakar cemburu ini, nona kau juga kenapa harus melakukan hal itu depan tuan muda" gerutu jek


"jalan " perintah mutlak dari yang mulia


mobil itu pun meninggalkan halaman rumah Rania, menyisakan dua orang yang sedang asik mengobrol


"eh senior, maaf tidak bisa mempersilahkan mu masuk" ujar Rania setelah melihat mobil itu pergi


"ya aku mengerti, aku pulang istirahat lah, jika ada apa-apa langsung kabari " ujar Abi


"iya, hati-hati di jalan" ujar Rania


-


haii jangan lupa like, komen dan vote ☺

__ADS_1


__ADS_2