Terpaut Cinta Uncle

Terpaut Cinta Uncle
bekerja


__ADS_3

setelah mengantarkan Rania pulang, kini mobil yang di tumpangi mereka melaju membelah jalan yang ramai dan padat untuk sampai di kediaman Wijaya


sebuah rumah, tidak !


lebih tepatnya di sebut istana, rumah mewah dengan lantai 3, dengan halaman yang luas, dan pemandangan yang membuat sejuk mata memandang


disinilah tempat tinggal David dan keluarganya


selain dengan sandra, di rumah ini juga terdapat sang kakak yaitu Bram dan istrinya Selin, juga terdapat oma tercinta. Di besarkan dalam pengasuhan nenek membuat mereka menjadi pribadi yang mandiri, Bram dan David yang ketika masih kecil harus terpisah dari kedua orang tuanya, ayah dan ibunya berpisah ketika mereka masih sangat kecil


mereka pun tinggal bersama dengan sang ayah, sedangkan ibunya meninggalkan mereka dan menikah lagi dengan seorang pria kaya raya, hal itu tak lain karena keadaan sang ayah yang sedang terpuruk sehingga ibunya memilih pergi, karena tak kuat menerima dan menanggung beban, sang ayah pun akhirnya jatuh sakit dan meninggal


di usia yang sangat belia mereka sudah harus hidup seperti orang dewasa, keras nya kehidupan mereka membuat karakter mereka menjadi tegas dan dingin, sangat tertutup dengan orang-orang, terkecuali orang yang terpilih, seperti sekertaris jek dan istri dari kakaknya


-


memasuki rumah tersebut, berdirilah jejeran maid yang menyambut kepulangan tuan muda mereka


"selamat datang tuan muda" sapa seorang pria paru bayah yang tak lain adalah pak Tomi, Kepala pelayan di rumah ini


"hmm, siapkan air hangat aku ingin mandi" ujar David sambil berlalu meninggalkan penyambutan untuk dirinya


"pak tom, bisakah kau membuatkan ku mie, aku sedang ingin makan itu" Ujar sandra


"baik nona" sahut pak Tomi dan langsung berlalu menjalankan tugas nya


-


di dalam kamar yang sangat luas, terdapat seorang pria yang baru saja selesai mandi, ketika sedang mengeringkan rambutnya, Tiba-tiba saja pintu kamar di ketuk dari luar


Tok.. tok.. tok...


"tuan muda, bolehkah saya masuk? " tanya orang di luar yang tak lain sekertaris jek


"masuklah" sahut David


pintu terbuka, tampaklah sekertaris jek yang masih stay dengan pakaian kantornya


"ada apa? " tanya David sambil melanjutkan aktivitas nya mengeringkan rambut


"saya sudah mendapatkan bukti-bukti nya, apa tuan mau melihat nya?"


"letakkan saja di atas tempat tidur, nanti akan aku lihat "


"baik tuan" ujar sekertaris jek, lalu menjalankan perintah


Tiba-tiba dari arah pintu munculah Sandra


"uncle"

__ADS_1


"ada apa"


"aku ingin bertanya "


"hemm" sahut David


"apa di kantor uncle, ada lowongan pekerjaan? " tanya sandra


"untuk apa kau menanyakan hal itu, apa kau sudah kehabisan uang dan ingin bekerja?" tanya David balik


"ihh bukan seperti itu uncle, untuk apa aku capek-capek bekerja kalau aku bisa menghabiskan uang uncle" ujar sandra yang di akhiri dengan tawa


"lalu? " tanya David setelah selesai dengan rambutnya


"Rania, sahabatku itu sedang membutuhkan pekerjaan" jawab sandra


"tanyakan pada jek" sahut David sambil melihat ke arah jek yang dari tadi diam di tempat seperti patung


mendengar nama sekertaris jek di sebutkan tiba-tiba saja membuat pipi sandra merona, siapa yang tahu bahwa gadis ini memiliki perasaan kepada laki-laki dingin seperti jek


"hmm kak jek apa ada... "


"ada nona" jawab jek cepat


"benarkah, sebagai apa? " tanya sandra senang, sehingga melupakan siapa yang sedang ia tanya


"hei apa tidak ada yang lebih keren? "


"OB" jawab jek lagi


"memangnya sahabatmu itu lulusan apa? " tanya David


"tentu lulusan SMA, dia kan sedang kuliah bersamaku saat ini" jawab sandra


"ya sudah itu saja, lagian dia belum mendapat gelar sarjana kan" sahut David


"ahh baiklah, yang penting dia ada pekerjaan" jawab sandra dengan pasrah


"besok suruh dia datang ke kantor, biar jek yang langsung urus" ujar David


"baik tuan" sahut jek


-


setelah meninggalkan kamar uncle, sandra pun kembali ke kamarnya dan segera memberitahukan kepada sahabatnya bahwa ia akan di terima kerja di kantor milik sang uncle


mendengar kabar itu, tentu saja membuat hati Rania senang, ucapan terimakasih selalu ia berikan untuk sahabatnya


sedangkan di kamar David saat ini, ia tengah menatap sebuah amplop yang sdi berikan oleh jek tadi yang mana esaat lagi akan merubah kehidupannya

__ADS_1


-


keesokan harinya, disinilah Rania berada, gedung perkantoran yang sangat besar, sangat populer, bahkan hampir semua orang berlomba-lomba untuk masuk dan menjadi bagian dari perusahaan Wijaya


"selamat siang nona, ada yang bisa saya bantu? " tanya resepsionis dengan ramah


"ahh saya ingin melamar pekerjaan mba" jawab Rania


"apa ini dengan mba Rania? "


"iya betul"


"mba langsung saja ke ruangan HRD, sekertaris jek sudah menunggu mba di sana, silahkan naik lift sebelah kiri untuk sampai ke lantai dua" terang sang resepsionis


"baik, terimakasih" ujar Rania


setelah mengetahui apa yang harus ia lakukan selanjutnya, Rania pun bergegas menuju ke lift sebelah kiri, namun ketika ia akan beranjak masuk, di sebelahnya lift bagian kanan terbuka lebar menampilkan sosok yang baru saja kemarin ia temui


deg


berdebar dan berdetak kencang ketika angin dari langkah kaki laki-laki tersebut melewati nya


"ohh Tuhan ada apa dengan ku, hey sadar Rania dia itu uncle sahabat mu dan juga akan menjadi atasan mu, apa yang kau pikirkan"


setelah melewati momen berdebar tadi, kini Rania bergegas untuk menemui sang HRD, setelah menemui HRD, disinilah ia sekarang , telah berganti baju menggunakan seragam CS, mulai hari ini juga ia sudah bisa bekerja


setelah mengabari sahabatnya , ia pun langsung melakukan tugasnya dekat baik


"jangan buat sandra kecewa, aku harus bisa bertahan lama, ini demi kuliah ku dan kehidupanku"


-


di satu sisi, seorang wanita cantik nan seksi baru saja kembali dari negeri Menara Eiffel, menggunakan pesawat pribadi milik nya yang di berikan sebagai hadiah oleh kekasih nya


"sudah lama aku tidak menginjak kaki di sini, apa semuanya berjalan dengan lancar lim? " tanya jesika kepada asisten setia nya


"semuanya berjalan lancar nona, anda tidak perlu khawatir" sahut lim


"hah.. sebentar lagi, David akan kembali ke pelukanku dan gelar nyonya Wijaya akan ada di tanganku " ujar jesika dengan senyum penuh arti


-


"tuan nona jesika baru saja tiba" ujar sekertaris jek


"persiapkan semuanya, aku tidak ingin dia merasa terabaikan, perlakuan dia sebagaimana yang seharusnya" ujar David


"baik tuan" sahut sekertaris jek


- jangan lupa like, komen, dan vote🌻

__ADS_1


__ADS_2