
ketika sedang membersihkan lantai satu, terdengar desas desus yang mengatakan bahwa kekasih dari tuan muda David baru saja kembali dari paris
"*benar aku melihatnya, dia bahkan lebih cantik daripada yang aku lihat di TV"
"benarkah, wah aku juga ingin melihat nya*"
bisik beberapa karyawati sambil berjalan melewati Rania
"ada apa ini, apa ada tamu penting yang akan datang?"
"haiii kamu anak baru yah disini? " sapa seorang laki-laki di balik punggung Rania
"eh kamu Rania kan? " sambung nya ketika Rania sudah berbalik menghadap ke arah nya
"senior.. "
"wah dunia memang sempit ya, tidak di kampus tidak di kantor kita selalu bertemu, mungkin saja kita berjodoh" canda laki-laki yang di sapa senior
"Hai kenapa, kau melihat kku seperti melihat hantu saja" ujar Abi, senior Rania di kampus dan sekarang di kantor
"ehh bukan, aku hanya sedang berfikir kenapa semua pegawai tampak sibuk, maksud ku di luar dari pekerjaan kantor" tanya Rania
"ohh itu, kekasih dari tuan David akan datang, dia baru saja kembali dari Paris" jawab Abi
"ke.. kasih? " beo Rania
"iya, nona jesika, model yang terkenal itu" sahut Abi
"model? ehh kenapa hatiku rasanya sakit ya mendengar hal itu"
"heii " melambaikan tangannya di depan wajah Rania
"kau melamun lagi, kau sangat suka ya melamun " ujar Abi
"eh senior apa kau sudah pernah bertemu secara langsung dengan kekasih tuan David?"
"sudah, sekitar tiga tahun yang lalu, waktu itu aku dengar ia baru akan pergi ke Paris " ujar Abi
"heiii apa kalian di gaji untuk mengobrol, ayo cepat lakukan pekerjaan kalian" ketus seorang karyawan yang menegur
"apa-apaan dia, padahal dari tadi dia juga asik bercerita dengan yang lain" gumam Rania dan di dengar oleh Abi
"sudahlah, ayo kita lanjutkan pekerjaan kita, selepas ini aku ingin mentraktir mu makan siang, bagaimana? "
"baiklah" jawab Rania
-
__ADS_1
di lain sisi
"apa kau sudah mengatur semuanya jek?"
"sudah tuan muda"
"bagus, aku tidak ingin ada kesalahan sedikit pun kali ini" jawab David
Tiba-tiba, pintu ruang David terbuka dan muncullah jesica
"sayang.. " panggil nya seraya berjalan memeluk sang kekasih yang telah lama ia tinggalkan
"apa kau bersenang-senang disana? " tanya David tanpa membalas pelukan jesika
"iss kau tidak pernah berubah, masih saja kaku, ya aku sedikit bersenang-senang, tapi aku sangat merindukanmu" jawab jesika yang bergelayut manja di tangan David
"cihh sedikit" umpat sekertaris jek
"hallo jek, bagaimana kabarmu? " tanya jesika
"seperti yang Anda lihat nona" Jawab sekertaris jek malas
"hah, kau benar-benar tidak berubah ya" desah jesika
"sayang apa kau sudah makan, sekarang waktunya untuk makan siang, ayo kita makan sama-sama sudah sangat lama kita tidak makan bersama" ujar jesika
"baik tuan"
-
mereka berjalan melewati banyak pasang mata yang sedang memandang takjub ke arah mereka, ya pasangan sensasional
"hei lihat, itu kekasih dari tuan David" ujar Abi
"mana? " pandangan mata Rania mencari ke arah yang sedang di maksud oleh senior nya
" hah, jika dibandingkan dengannya, aku ini hanya upik abu, dia begitu sempurna "
"apa kau sedang cemburu melihat pasangan itu? " tanya Abi
"untuk apa? " jawab Rania
"aku melihat bahwa kau menyukai tuan David, Hhha santai saja aku hanya sedang bercanda" goda Abi
"walaupun aku mencintainya, aku rasa kau pasti sudah tahu endingnya bagaimana"
"yayaya kau akan kalah saing dengan nona jesika" jawab abi
__ADS_1
"tapi tenang saja, menurut ku kau adalah gadis yang baik, semoga keberuntungan berpihak padamu" ujar Abi
"ihh bicaramu sudah ngelantur senior, katanya kau ingin mentraktirku makan, ayo cacing di perutku sudah berdemo minta di isi" ujar Rania mengalihkan pembicaraan
"baiklah, ayo kita makan"
-
"*hey, tumben sekali tuan David makan di kantin kantor"
"iya kau benar, itupun dengan nona jesika, aku pikir mereka akan menyewa hotel bintang lima hanya untuk sekedar makan siang*"
bisik para karyawan yang melihat atasan mereka dan kekasihnya makan siang di kantin kantor
"sayang, kenapa kita makan disini, aku pikir kau akan mengajak ku makan di hotel miliki mu" tanya jesika
"sebentar lagi akau ada meeting penting, jadi untuk menghemat waktu makan disini saja" jawab David
"tapi... "
"nona jika anda keberatan saya akan menyuruh koki hotel untuk membawakan makanan kesini" potong jek
"tidak perlu! " ketus jesika
-
"ada apa dengan mu Rania, apa kau cemburu?, hey ayolah lupakan perasaan bodohmu itu"
"Rania, kenapa kau tidak makan, apa makanannya tidak enak? " tanya Abi yang melihat Rania sedari tadi hanya mengaduk-ngaduk makanannya
"ah tidak, enak kok" sahut Rania yang sadar dari lamunannya
di lain sisi mata tajam David tak sengaja menangkap sosok gadis yang menjadi sahabat dari ponakan tersayangnya
"hey coba rasa punyaku, ini sangat enak" ujar Abi sambil menyodorkan sendok nya di depan mulut Rania
karena kaget, refleks saja ia membuka mulut dan menikmati suapan dari seniornya
"kenapa dengan ku, apa aku membenci gadis itu sampai melihat nya di suap pun ingin rasanya aku marah?" batin David
"sayang ayo buka mulutmu, aaa.. " sambil menyodorkan sendok ke mulut David
"aku sudah selesai makan, jek bersiap-siap kita akan mulai rapat" ujar David sambil berdiri dan berjalan meninggalkan jesika
"baik tuan" sahut jek mengikuti langkah kaki David
"kurang ajar kau David" gumam jesika yang merasa malu dengan para karyawan yang sedari tadi mencuri-curi pandang menikmati pemandangan di depan mereka
__ADS_1
- nantikan kelanjutan nya😊