
di sebuah rumah mewah, terdapat lima orang anggota keluarga yang sedang menikmati sarapan bersama, laki-laki paruh bayah itu duduk di bagian kepala meja yang menandakan bahwa ia lah kepala keluarga nya.
Surya laki-laki itu akhir- akhir ini terlihat kurang sehat, beberapa hari belakangan ini ia sering bermimpi bertemu dengan putrinya
kata orang mimpi adalah bunga tidur, namun jika mimpi itu sudah lebih dari dua kali apakah masih bisa di sebut demikian, rasanya seperti nyata, apakah ini pertanda bahwa sebentar lagi ia akan di pertemukan dengan sang putri?
Nisa sang istri, wanita yang cantik nya tak lekang oleh waktu, selalu merasa sedih bila melihat sang suami yang mengigau dalam tidur nya sembari memanggil nama anaknya
"kapankah Tuhan mempertemukan mereka, bahkan aku pun juga ingin bertemu dengan putri ku"
melihat orang tua mereka yang semakin hari semakin diliputi rasa rindu yang mendalam, ketiga pria tersebut semakin berusaha mengerahkan segala macam cara untuk menemukan saudara mereka
"Ken berangkat dulu" ujar anak pertama mereka Kenzo
"Bima juga" sambung anak kedua mereka
sudah menjadi kebiasaan di keluarga ini, walaupun terlihat kaku, namun siapa sangka mereka ternyata diam-diam melindungi orang yang mereka sayang
tinggal lah aldi anak ketiga mereka, di tambah surya dan Nisa.
"bergegaslah nak, nanti kamu terlambat ke sekolah" ujar Nisa
"iya bun" jawab Aldi
"ayah berangkat dulu ya bun, aldi hati-hati bawa motor nya jangan ngebut-ngebut" nasehat sang ayah
"iya yah.. "
"Hati-hati ya yah, jang lupa bekal nya nanti dimakan, pulang jam berapa nanti? " tanya nisa
"iya bunda, ayah mungkin pulang nya agak telat, soalnya ada meeting penting " ujar surya
"yaudah jangan lupa kalo ada apa-apa, kabarin ya"
"kamu juga" ujar surya lalu mencium pucuk rambut sang istri
sudah menjadi tontonan sehari-hari bagi aldi, melihat ke uwuan kedua orang tuanya
"Dasar orang tua"
di lain sisi
di perusahaan, kini David sedang di sibukkan dengan rapat penting yang akan di laksanakan beberapa waktu kedepan.
"Jek " panggil David
"iy tuan"
"persiapkan semua nya, aku tidak ingin ada kesalahan, pokoknya kita harus bisa bekerja sama dengan si tua bangka itu" ujar David
"baik tuan"
setelah mengatakan itu, jek pun pergi meninggalkan David
"hah, kenapa tiba-tiba aku merasa rindu, apa yang sedang di lakukan gadis itu"
ia mengambil telepon yang ada di atas meja nya, yang mana dengan memencet no 1 akan tersambung dengan telepon milik jek
"panggil cleaning servis itu kemari"
tut
tak lama terdengar suara pintu di ketuk dari luar
"masuk" sahut dari dalam
setelah mendapatkan izin, rania mulai melakukan pekerjaan nya
__ADS_1
kalian tahu, ruang ini sudah di bersihkan sebelum tuan muda itu datang, lalu kenapa harus di bersih kan lagi, apakah mereka tidak teliti dalam membersihkannya
"kau tidak kuliah? " tanya David tanpa mengalihkan matanya dari leptop
"saya ada kelas siang tuan, jadi saya bisa kerja pagi" Jawab rania
"apa kau sanggup kuliah sambil bekerja?"
"sanggup tak sanggup, harus tetap sanggup tuan" ujar rania sambil sedikit tersenyum
"argghh lihat senyuman itu, haish kenapa dia terlihat sangat cantik" batin David
"apa hubungan mu dengan laki-laki itu? "
hah ternyata tuan muda masih cemburu pasal kejadian kemarin
"laki-laki yang mana tuan? "
"laki-laki yang datang ke rumah mu itu, dengan motor butut nya" kejam sekali mulut anda tuan
"ahh dia senior saya di kampus" jawab rania
"kau yakin hanya senior?"
"iya tuan, dia senior "
"ohhh aku pikir dia pacar mu" basa basi untuk mencari sedikit informasi
"hhaha saya belum punya tuan, hidup saja sudah susah, saya tidak mau menambah kesusahan lagi"
"tapi kenapa tiba-tiba dia menanyakan itu? " batin rania
"kau tidak akan susah jika kau bertemu dengan laki-laki yang tepat" ujarnya sambil membenarkan jas nya, seperti berkata
"laki-laki yang tepat itu aku"
tiba-tiba suara pintu di ketuk dari luar, tampaklah jek dan seorang pria paruh baya masuk ke dalam ruangan
"kheeemm" sahut David
tak sengaja mata surya bertemu dengan mata milik rania
sringgg
"ma.. mata itu, itu mata milik dia" batin surya
melihat surya yang menatap intens rania, David pun sedikit kesal.
"kau boleh pergi" perkataan David itu di tujukan kepada rania
lantas rania pun bergegas keluar
di luar ruangan
"kenapa pria tadi menatapku seperti itu, apakah ia mengenalku, tapi kenapa jantung ku berdetak lebih cepat, huaaa jangan bilang aku jatuh cinta, tidak rania, kau tidak boleh cinta sama paman itu, dia sudah tua, sudah punya anak, mau jadi istri ke 4 hah? dasar pikiran ini, aku benci pikiran ini"
-
"ada yang bisa di bantu paman, kenapa paman ingin bertemu dengan ku, padahal kan kita bisa bertemu pada saat meeting"
"ohhh, tida ada apa-apa, aku hanya ingin menyapa mu nak, ehh kalau boleh tahu, siapa gadis tadi? " tanya surya
mendengar hal itu, David pun mengepalkan tangannya, untuk apa pria tua ini bertanya tentang gadisnya, heh gadisnya...
"dia hanya OB"
"ohhh"
__ADS_1
-
jam istirahat, waktunya rania beberes untuk pulang, tak lama lagi mata kuliah pertama akan di mulai
"kau pulang?" tanya Abi
"iya, sebentar lagi ada kelas" jawab rania
"apa kau tidak lelah? " tanya Abi
"maka aku juga akan bertanya, apa senior tidak lelah?, senior lupa ya, nasib kita kan sama" ujar rania
"hahahha kau benar, kalau di katakan lelah, aku sangaaaat lelah, tapi mau bagaimana lagi, tuntutan kehidupan" ujar Abi
"ya begitulah ciri-ciri orang sukses, di mulai dari nol" ujar rania
"jika kau sudah sukses nanti jangan lupakan aku nia"
"heyyy, tentu saja dan kita akan sukses bersama-sama, ya sudah aku pergi dulu" pamit rania
"Hati-hati, apa mau ku antar? " tawar Abi
"tidak usah, pergunakan waktu senior untuk istirahat dan makan"
"baiklah" ujar Abi
ketika rania berjalan menuju ke pintu utama, niat hati ingin keluar, ia malah ber pas-pasan dengan surya, dia pun memberikan senyum
ketika melihat senyuman gadis di depannya itu, ia tertegun. seperti melihat orang yang ia kenal lewat senyuman itu, saking tertegun nya, surya bahkan sampai menjatuhkan handphone di tangannya, headphone itu dimana masih tersambung dengan sang istri di rumah
ya, surya sedang ber telpon dengan Nisa, namun pembicaraan mereka terhenti ketika bertemu dengan rania
melihat headphone itu jatuh, dan si pemilik headphone masih terlihat mematung, rania pun akhirnya membantu mengambil benda itu
melihat rania yang seperti berjongkok , ia pun akhirnya tersadar bahwa HP di tangannya sudah tidak ada
dan ketika berjongkok mengambil HP itu, kalung rania tiba-tiba keluar dari dalam baju nya.
"ini tuan" ujar rania sambil menyodorkan HP di tangannya
seketika surya kembali menegang, aliran darah di tubuhnya menjadi naik, apa yang di lihat nya ini, apakah nyata?
"tuann? " panggil rania pasalnya laki-laki itu hanya mematung saja dari tadi
karena merasa dirinya akan terlambat, rania pun dengan cepat menyodorkan HP itu di tangan surya dan langsung pergi
jangan bilang itu tidak sopan, heyy siapa suruh dia hanya diam, rania juga harus ke kampus, ia tidak ada waktu untuk melihat seseorang yang cosplay jadi patung
surya hanya bisa menatap kepergian gadis itu, bahkan sampai punggung gadis itu sudah tak nampak lagi
rasanya ingin berbicara, namun lidah itu keluh.
"hallo mas? "
ohh ternyata panggilan itu masih tersambung
"mas?, kok nggak jawab? "
"ahh iya, aku pulang skarang" ujar surya gelagapan
panggilan terputus
surya pun mencoba menelpon seseorang
"cari tahu tentang gadis itu, aku ingin semuanya sudah beres ketika aku sampai di rumah" ujar surya di telepon
***maaf baru up, karena kesibukan di dunia nyata yang lagi padat-padatnya, di tambah dengan melihat kurang nya minat dari pembaca, saya pun merasa down, mungkin cerita ini tidak bagus kali yaa. bahkan berfikir untuk tidak mau lagi menulis, namun saya perlahan mencoba untuk bangkit. begitulah menjadi seorang penulis, mental nya harus strong
__ADS_1
terkadang menulia pun harus di sertai dengan niat dan mood yang bagus, jadi author minta, jika cerita ini bagus, berikanlah like, dan dukungan berupa vote dan komentar yang positif, semoga dengan itu semua, cerita ini pun semakin berkembang.
Terima kasih 😘💕***