Terpaut Cinta Uncle

Terpaut Cinta Uncle
pulang


__ADS_3

"heh apa-apaan ini, aku kan ingin menikmati liburan ku di kampung bersama keluarga malah disuruh kembali bekerja" gumam Rania


"hey apa kau sedang mengumpat ku? " tanya David


pasal nya saat ini mereka bertiga saat ini berada dalam satu mobil yang melaju membelah jalanan untuk menuju ke kota


alasan yang di buat oleh David adalah 'tidak ada cuti untuk pegawai baru'. ingin rasanya ia menendang bokong laki-laki ini tapi belum cukup keberaniannya untuk melakukan itu


setelah acara berpamitan dengan keluarga nya di kampung selesai, Rania pun bergegaslah untuk ikut kembali ke kota,


hujan turun rintik-rintik menemani perjalanan sore itu,


udara terasa sedikit sejuk seiring dengan turun nya hujan dan tiupan angin, karena terlalu terbuai dan efek kelelahan juga, Rania pun tertidur dengan kepala di letakkan di kaca jendela mobil


David yang melihat itu pun tak tega, ia memberikan pundaknya sebagai sandaran untuk kepala Rania


sekertaris jek yang melihat hal itu pun hanya memasang wajah datar seperti tidak melihat apa-apa,


ingat! 'jika kau terlalu ikut campur urusan orang lain , itu akan mempercepat umurmu' . Kata-kata yang ia dengar dari mulut tuan muda


-


perjalanan memakan waktu cukup lama, karena cuaca yang juga hujan, David pun berinisiatif untuk membawa rania ke rumah nya, toh disana ada sandra kawannya Rania


mobil pun memasuki pekarangan rumah Wijaya


"tuan apa perlu bantuan untuk membawa nona Rania? " tanya jek setelah mobil berhenti


"kau pikir aku tidak bisa mengangkat dia, dan apa kau ingin mencari kesempatan dalam kesempitan jek? " tanya David yang sedikit kesal


mendengar hal itu jek pun hanya bisa mengelus dadanya sabar.


akhirnya tubuh Rania pun berhasil dibopong oleh David, sesampainya di ruang tamu, sandra dan selin pun dibuat terkejut melihat David yang sedang membopong Rania


"uncle, apa yang terjadi dengan nia? " tanya sandra


"dia hanya ketiduran, ayo antar uncle untuk membawa dia ke kamarmu"


setelah meletakkan Rania di kamar sandra, David pun berjalan keluar menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya

__ADS_1


"David " panggil selin


"ada apa kakak? " tanya David


"ada apa sebenarnya ini, bukankah Rania seharusnya sedang berada di kampung, lalu kenapa dia bisa pulang bersamamu" tanya selin yang bingung


"tidak tahu" jawab acuh David sembari meninggalkan sang kakak ipar yang penasaran,


terdapat banyak pertanyaan di benak selin, wanita itu menduga pasti telah terjadi sesuatu, siapa yang tidak tahu David, laki-laki arogan yang mempunyai kekuasaan, apa yang ia ingin kan pasti harus ia dapatkan, termasuk Rania?


di dalam kamar, setelah membersihkan diri, David pun beranjak menuju ke ranjang, di baringkan nya tubuh itu untuk sedikit melepaskan penat,


hah jika di pikir-pikir kembali, itu tadi sangat konyol, mana ada bos yang datang menjemput karyawannya hanya dengan alasan tidak boleh cuti?, apa gadis itu telah menyadari sesuatu, tapi siapa peduli, siapa yang bisa menghentikan seorang tuan muda David


setelah bernostalgia dengan kejadian beberapa jam yang lalu, matanya pun mulai berat dan akhirnya David pun tertidur


sedangkan di lain sisi, sama halnya dengan David, Rania gadis itu juga semakin terlelap dalam tidurnya, mungkin kali ini ia bisa betul-betul melepaskan penatnya selama beberapa hari bekerja , bahkan sandra yang sedari tadi mencoba untuk membangunkan nya pun akhirnya menyerah dan memilih untuk menyusul nya ke alam mimpi


-


keesokan harinya


"eeeungggg"


ketika ia membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah atap atau langit-langit, itu bukan atap rumah nya, lalu?


"kau sudah bangun nona, apa tidur mu nyenyak? " tanya sandra yang baru saja selesai kramas


"apa, kenapa aku bisa disini ? " tanya Rania


"uncle yang membawamu semalam kesini, tunggu dulu bukankah hari ini ya baru kau akan kembali, lalu kenapa kemarin? " tanya sandra yang bingung


mendengar hal itu Rania pun mencoba untuk mengingat kembali apa yang telah terjadi kemarin


"dia mengancamku" gumam Rania pelan, setelah berhasil mengingat wajahnya, Rania pun menjadi sedikit kesal apabila mendengar nama itu


"apa? kau bilang sesuatu? " tanya sandra


"ah tidak bukan apa-apa , oh ya apa aku boleh numpang mandi disini, bandan ku gerah karena semalam belum bersih-bersih" ujar Rania

__ADS_1


"silahkan, kalau mau kau bisa memakai juga bajuku," ujar sandra


"ya itu.... " perkataan Rania terhenti ketika mendengar ketukan pintu dari arah luar


tok.tok tok


ckl.


pintu itu di buka oleh sandra


menyadari siapa yang berada di balik pintu, sandra pun tampak gugup


"ehh kak jek ada apa? " tanya sandra malu-malu


"ini baju untuk nona Rania" ujar jek sambil memberikan sebuah tas kepada sandra


"dari siapa? " tanya sandra sambil melihat isi tasnya


"tuan muda, saya permisi nona" ujar sekertaris jek dan langsung berlalu meninggalkan sandra


"siapa? " tanya Rania


menutup pintu kembali dan berjalan ke arah Rania, " ini bajumu, uncle sudah menyiapkan nya"


"tuan David, tapi kenapa? " tanya Rania


"entah lah, mungkin saja uncle menyukai mu" canda sandra


"heyyy kau ini, mana mungkin, kita bahkan seperti langit dan bumi, apalah dayaku yang hanya remahan rengginang ini" ujar Rania


"hey sudah sana, oh ya tasmu itu ada di pojok sebelah meja rias, semalam pelayan meletakkan nya di situ" ujar sandra


"baiklah, eh tunggu, kalau aku bawa tas, lalu untuk apa baju yang diberikan tuan David? " tanya Rania


"mungkin uncle ingin melihat mu memakai baju pilihannya"


"jangan sembarangan kau sandra"


"Hhha aku rasa tidak lama lagi akan ada seseorang yang akan ku panggil dengan sebutan tante heh-heh " goda sandra sambil menaik turunkan alisnya

__ADS_1


-


jangan lupa dukung author dengan cara like, vote dan komen ☺


__ADS_2