Terpaut Cinta Uncle

Terpaut Cinta Uncle
keluarga


__ADS_3

malam itu setelah Rania kembali dari kantor setelah di antarkan pulang oleh abi, ia bergegas untuk menyiapkan keperluan nya untuk pulang sementara ke kampung.


mengingat besok adalah hari sabtu dimana Rania libur dari aktivitas perkuliahannya.


ia juga mengambil cuti selama satu hari, yaitu pada esok hari, fikir nya izin sehari tidak lah masalah, toh ini memang keperluan yang sangat penting baginya


bukan tanpa alasan Rania menyusun jadwal nya ini, memang ia telah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari, ia berniat untuk balik ke kampung malam ini, di karenakan besok adalah hari kematian sang ibunda tercinta


tak terasa sudah tiga tahun wanita yang sangat ia sayangi itu meninggal kan nya, pada saat mengenang sosok ibu, sekelebat ingatan kembali mengingatkan nya dengan ayahnya, bermodal kan kalung pemberian dari sang ibu yang berkata bahwa, kalung itu di berikan oleh sang ayah ketika ia berusia dua tahun, dan sebelum mereka berpisah.


tak ingin membuang-buang waktu lagi, Rania dengan segera menelpon sandra untuk memberitahu kan keberangkatan nya


-


disinilah mereka berada, kedua gadis itu saling berpelukan melepaskan rasa rindu yang akan menghampiri mereka beberapa jam mendatang


sandra yang di telpon oleh Rania, dengan segera bergegas untuk mengantarkan sahabat baiknya itu


"Hati-hati nia, jika ada apa-apa langsung kabari aku, titip salam juga untuk paman dan bibi" ujar sandra melerai pelukan itu


"iya, kau juga baik-baik ya" sahut Rania


"jika sudah sampai jangan lupa kabari aku"


"salam untuk tante, paman dan oma juga"


"iya-iya, yang penting kau selamat sampai tujuan, kembali lah seperti kau yang saat ini tanpa kekurangan apapun"ucap sandra lebay


" hha kau ini, baiklah bus nya akan segera berangkat, aku naik dulu"ujar Rania


"biar aku antar sampai ke dalam, aku takut kau di goda oleh kenek supir bus itu" ujar sandra sambil menatap seseorang yang sedang mengarahkan penumpang untuk naik


"hah, kau ini " pasrah Rania


setelah semua penumpang naik ke dalam bus, bus pun berjalan keluar dari terminal, melawati orang-orang yang sedang melambaikan tangan mereka untuk penumpang di dalam bus


-


setelah mengantar Rania, sandra pun langsung pulang ke rumah


sesampainya di rumah, ia melihat sang uncle dengan ayahnya dan ibunya sedang duduk mengobrol di ruang keluarga


"dari mana kau? " tanya uncle


"aku habis mengantar Rania " ujar sandra


"pulang? " beo David


"pulang kemana? " tanya David

__ADS_1


"ke kampungnya lah" jawab sandra sekenanya sambil melongos pergi masuk kamar nya


"Rania pulang ke kampung karena besok adalah peringatan hari kematian ibunya" ujar selin ibu sandra yang memahami kebingungan David


"dia pergi tanpa berpamitan padaku?, lalu besok apa dia sudah akan kembali? bagaimana dengan pekerjaan nya" batin David


"kau sedang memikirkan apa vid? " tanya bram


"ah tidak, ya sudah aku ke kamar duluan, mbak, mas" ujar David sambil berjalan meninggal kan keduanya yang terbengong akan perubahan sikap laki-laki itu


-


di dalam kamar


David duduk di atas tempat tidur sambil bersandar di kepala kasur, entah kenapa mendengar kabar yang baru saja ia terima membuatnya sedikit terusik


karena tak tahan dengan pikiran nya yang kacau, David pun berinisiatif pergi ke kamarnya sandra untuk mengorek-ngorek sedikit informasi


tok. tok. tok


"masuk" sahut sandra dari dalam kamar


David pun membuka pintu kamar tersebut, dilihat nya sandra yang tengah menonton sebuah film di leptop nya


"kau sedang apa san?" tanya David


"menonton" jawab sandra cuek


"film Korea, eh tunggu apa yang uncle lakukan di kamarku, tumben sekali? " ujar sandra


"memangnya uncle tidak boleh ya ke kamar ponakan uncle sendiri? " tanya David


"boleh sih, tapi tumben saja, biasanya kan uncle selalu sibuk dengan pekerjaan kantor"


"uncle hanya ingin tahu apa yang ponakan uncle lakukan, lagipula sudah lama kita tidak mengobrol banyak"


"yayaya, dasar orang sibuk" ujar sandra


"bagaimana perkuliahan mu? "tanya David


" baik"


"hey kalau orang tua bertanya itu jawab lah dengan sopan" ujar David yang mulai sedikit kesal dengan tingkah sandra


"lalu aku harus bagaimana, uncle bertanya aku menjawab, apa aku harus menjawab sambil koprol?, oh ya apa? orang tua, hehhe jadi uncle mengaku kalau sudah tua ya? " goda sandra


habis sudah kesabaran David, di tariknya telinga keponakan nya itu hingga sang korban meminta ampun


"iya-iya, maaf tolong lepaskan uncle, sakit tahu"

__ADS_1


mendengar hal itu, David pun langsung melepaskan telinga sandra karena tak tega


"sekarang jawab dengan jujur, dari mana kau tadi" ujar David


"ck, aku kan sudah bilang, kalau aku habis mengantar Rania di terminal, ia mau pulang kampung, besok adalah hari peringatan tiga tahun ibunya meninggal, ia ingin berziarah ke makam ibunya" ujar sandra sambil memgusap-ngusap telinga nya yang terlihat merah


"jadi ibunya sudah meninggal, lalu kemana ayah nya?" tanya David


"entah, dia pun tak tahu" jawab sandra


"lalu dia.... "


"uncle kenapa kau ini kepo sekali, apa kau menyukai Rania? " tanya sandra to the poin


"apa?, hey mana mungkin, aku tertarik dengan anak kecil seperti nya" umar David sambil memalingkan wajahnya, takut sandra menyadari bahwa wajahnya saat ini tengah memerah menahan malu


"kami bukan anak kecil uncle, kami sudah dewasa, uncle saja yang terlalu tua" ujar sandra


"Apa katamu! " marah David


melihat David yang murka, sandra pun segera berlari keluar kamar untuk menyelamatkan diri


"aaaa.. ayah ibu, tolong aku" teriak sandra meminta tolong


"dasar anak itu, apa dia pikir aku akan memakannya " kesal David mendengar teriakan sandra


-


di lain sisi di sebuah rumah mewah, tampaklah seorang laki-laki paruh bayah, yang sedang menatap sebuah foto yang sedang ia genggam di tangannya, sambil mata tua itu berkaca-kaca ia pun berkata


"nia, kamu dimana nak, maafkan ayah" gumam laki-laki tersebut


Surya Handoko, seorang pengusaha yang sudah berumur, namun ketampanan nya dan wibawanya masih melekat tak termakan oleh usianya


sekarang ia hidup bersama dengan seorang istri dan tiga orang anak laki-laki


ia menikah seorang janda kaya yang memiliki dua anak, setelah pernikahan nya dengan wanita tersebut, mereka di karuniai satu orang putra.


wanita tersebut adalah nisa, janda kaya yang di nikahi oleh Surya, setelah mendengar kematian sang mantan istri, surya dan nisa pun pergi ke kampung untuk berbelasungkawa dan untuk mengambil anak perempuan yang memang hidup bersama mantan istri nya


namun yang mereka dapat adalah sebuah kenyataan bahwa putri nya telah pergi merantau, bahkan ketika di tanya kemana pergi nya, keluarga itu tidak ingin memberitahukan kepada surya dan sang istri tentang keberadaan anaknya


pulanglah surya dan nisa dengan penuh kekecewaan, nisa yang telah mengetahui semua masa lalu sang suami, menerima dengan ikhlas, juga menerima putri dari suaminya, berhubung ia juga sangat ingin mempunyai seorang putri namun belum di berikan oleh maha Kuasa


nisa selalu menemani surya ketika surya sedang bersedih mengingat tentang putrinya. Usaha pun telah mereka lakukan, bahkan ketiga anak mereka ikut membantu untuk mencari keberadaan saudara perempuan mereka


bahkan pada saat mengetahui bahwa mereka mempunyai kakak/adik perempuan, mereka menjadi sangat senang dan bersemangat, walaupun saat ini Tuhan masih belum mempertemukan mereka, tetapi usaha tetap mereka lakukan


-

__ADS_1


hay, wahh cerita nya makin menarik nih, yuk jng lupa like, vote, dan komen... author tunggu ya😉


__ADS_2