
keesokan harinya di kantor, David dan jek kedua laki-laki itu berjalan masuk melewati beberapa karyawan yang menundukkan kepala memberi hormat kepada mereka
sesampainya di ruangan direktur, David terlihat lesu dan tidak bersemangat, jek yang menyadari hal itu pun bertanya
"ada apa tuan, apa ada masalah? " tanya jek
"kau tahu, gadis itu pergi tanpa pamit kepada ku" ujar David
"gadis?, siapa gadis yang tuan muda maksud? " batin jek
"hah ada apa dengan ku, aku menjadi tidak bersemangat hari ini" ujar David frustasi
"apa tuan mau saya buatkan kopi? " tawar jek
"aku tidak mau itu" sahut David
"lalu tuan mau saya lakukan apa?" tanya jek
-
disinilah mereka sekarang, jek dan David, ya kedua laki-laki ini sekarang berada di depan sebuah rumah yang tak lain adalah rumah milik keluarga Rania di kampung
melihat ada dua orang laki-laki asing yang berdiri di depan rumah itu, para tetangga pun mulai berdatangan dan saliing berbisik
"siapa mereka, apa mereka pejabat? "
"wah dia tampan sekali"
"apa dia jodohku yang datang untuk menjemput ku"
sekiranya begitulah bisik para tetangga
"tuan, apa ini yang membuat anda menolak kopi saya dan lebih memilih menyusul gadis itu, kalau suka bilang saja kenapa merepotkan orang lain segala " gerutu jek
paman jo yang baru saja pulang dari ladang terkejut melihat ada orang asing yang berdiri di depan rumah nya
"permisi, cari siapa tuan? " tanya paman jo yang mendekat ke arah David dan jek
"dimana gadis itu? " tanya David
"gadis, gadis siapa tuan? " tanya paman jo kebingungan
"maaf tuan, maksud bos saya adalah nona Rania" ujar jek meluruskan
"ohhh, ee mungkin sebaiknya kita bicara di dalam saja, tidak enak di lihat para tetangga" ujar paman jo
menyadari hal itu, David pun mengiakan perkataan paman jo
__ADS_1
-
di lain sisi
di sebuah perkuburan umum, tampak seorang gadis dan seorang wanita paru bayah yang tengah menaburkan bunga di atas kuburan, yang tak lain adalah kuburan milik ibu kandung dari gadis itu
"ibu, maaf nia baru bisa datang, apa ibu disana baik-baik saja, jangan khawatir nia tumbuh dengan sangat baik disini " batin Rania sambil mengelus batu nisan itu
Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sedang memanggil nama Rania
"kak nia.. kak nia" teriak fais anak dari paman dan bibi, alias adik sepupu Rania
"ada apa ais, kenapa kau berlarian seperti itu?" tanya bibi An
"ibu, di rumah kita ada dua orang laki-laki asing yang datang dari kota mencari kak nia" ujar fais ngos-ngosan
"dua orang laki-laki, dari kota? " gumam Rania
"ayo nia kita pulang dan lihat tamu itu" ajak bibi An
setelah bibi An mengatakan itu, Rania pun segera bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti fais yang sudah lebih dulu beranjak
-
"silahkan tuan diminum, maaf hanya bisa menyuguhkan ini" ujar paman jo sambil menyajikan dua gelas teh
untuk menghargai pemberian tuan rumah, David pun meminumnya di ikuti oleh jek setelah nya
"iya, lalu dimana gadis itu? " tanya David
"dia sedang... " perkataan itu terhenti ketika fais, Rania dan bibi An datang
"paman " panggil Rania
"nia, kau sudah kembali, ini ada tamu yang sedang mencari mu" ujar paman jo
mendengar hal itu, Rania pun terkejut ketika melihat David dan jek sedang duduk sambil menikmati teh yang di sajikan pamannya
"paman dan bibi kebelakang dulu, kalian ngobrol saja dulu" ujar paman jo sambil mengajak sang istri untuk meninggalkan mereka, sementara fais, anak itu sudah kembali pergi bermain diluar
" tuan, sedang apa tu... "
"kenapa? " tanya David memotong perkataan Rania
"kenapa? " beo Rania
"kenapa kau pergi tanpa bilang dulu padaku, aku ini bosmu, seharusnya kau meminta izin dulu padaku" ujar David menyalurkan kekesalannya
__ADS_1
"ehh, bukankah meminta izin cukup beritahu kepada ketua (orang yang bertanggungjawab di bagian kebersihan)"? batin Rania
"tuan kita sudah jauh-jauh datang ke sini tolong jangan mempermalukan diri anda " batin jek
"maaf " hanya itu yang dapat ia katakan
lalu aku harus mengatakan apa lagi untuk menghadapi laki-laki seperti ini.
"hah, kau pikir kau bisa lari dari tanggungjawab mu, pekerjaan mu menumpuk di kantor" entah apa yang barusan ia katakan, David terlihat salah tingkah dengan perkataannya sendiri, bisa-bisanya dia mengatakan hal konyol seperti ini
"saya sudah meminta izin kepada ketua, hari senin saya sudah akan masuk kerja tuan" ujar Rania
mendengar hal itu, membuat David merasa tambah malu
"hemmm" sahut David
"apa anda memata-matai saya tuan sampai ke sini? " tanya Rania yang mulai kesal dengan laki-laki di depannya
"jangan besar kepala kau, memang nya aku tidak punya kerjaan lain hingga harus memata-matai mu? " ujar David
~flashback
"lalu tuan mau saya melakukan apa? " tanya jek
"kau cari tahu alamat Rania di kampung" jawab David
"untuk apa tuan, apa tuan ingin menyusul nona Rania? " tanya jek
"apa aku menyuruh mu bertanya, cepat lakukan yang ku perintahkan! " ujar David
setelah menunggu beberapa saat akhirnya sekertaris jek datang sambil membawa sebuah amplop coklat di tangan nya
"ini tuan" ujar jek sambil menyerah kan amplop itu
setelah menerima amplop itu, David pun langsung membuka nya
setelah membaca nya, David pun memerintahkan untuk menyiapkan mobil karena ia akan pergi ke alamat ini
"siapkan mobil jek, aku ingin pergi ke alamat ini, dan tunda jadwal ku sampai hari senin" ujar David menyeringai sambil memegang kertas di tangan nya
~flashback off
mengingat hal itu, sekertaris jek hanya bisa menggelengkan kepala nya atas kebohongan tuan nya itu
"apa yang kau pikir kan sialan? " tanya David yang menyadari pemikiran jek
"tidak tuan" sahut jek
__ADS_1
melihat kedua laki-laki di hadapan nya, membuat Rania ikut menggelengkan kepala, untuk sementara waktu hidup nya bisa di pastikan tidak akan tenang.
- Hai reads, gimana makin seru kan, ayo jangan bosan untuk like, vote dan komen😉