
malam semakin larut, seorang laki-laki nampak sedang berdiri di sebuah balkon sambil menyesap minuman kaleng di tangannya
entah apa yang ia pikirkan bukankah ini sudah waktunya untuk beristirahat, besok akan ada banyak tugas yang harus ia kerjakan
"huffffff " helaaan nafas itu terdengar frustasi
-
flashback
"jek, apa kau menyukai sandra? " tanya David
di jok belakang
"maaf tuan muda, maksud anda apa? " tanya jek
"huh, kau tidak perlu berbohong kepadaku, kulihat sandra juga menyukaimu"
"maaf tuan muda, bukankah saya pernah berkata bahwa tuan muda adalah prioritas saya? " seru jek
"ya kau selalu mengatakan hal itu, tapi aku sudah besar aku bisa menjaga diri, kau juga tentunya punya mimpi, kau juga harus bahagia jek"
"bahagia saya ketika tuan muda juga bahagia" jawab jek
"lalu bagaimana dengan kisah cinta mu, bagaimana dengan pernikahan? " tanya David
mendengar hal itu jek hanya bisa terdiam, bahkan dia belum memikirkan sampai sejauh itu
"jika kau benar-benar menyukai nya, berjuanglah, aku sebagai pamannya memberikan restu kepada mu" ujar David
"maaf tuan, itu belum saya pikir kan" jawab jek
flashback of
-
karena terngiang-ngiang dengan perkataan David membuat jek tak bisa untuk tidur, memang dia akui dia sedikit, hanya sedikit tertarik terhadap keponakan dari bos nya itu
selama ini yang ia pikirkan hanya David, bahkan dirinya pun di nomor duakan, karena ia telah bersumpah akan tetap setia kepada laki-lak itu sampai ia meninggal
lalu sekarang cinta itu tumbuh?, apakah ini pantas di namakan cinta?
"heh, kau menyukai gadis crewet, manja dan ceroboh jek, padahal itu sama sekali bukan tipe gadis mu" batin jek
memikirkan hal itu membuat jek gelisah sendiri
setelah sekian lama berkompromi dengan hatinya, ia pun memilih untuk segera tidur, udara malam yang menembus kulitnya serasa seakan membuatnya membeku
-
ke esok kan paginya
"pagi ibu, ayah, uncle" sapa gadis itu yang baru saja turun untuk sarapan
"pagi juga sayang, hari ini kau libur kuliah kan? " tanya ibu
"iya kenapa? " tanya sandra
"kau temani Ibu ya"
"kemana? "
"bertemu dengan teman ibu, kebetulan ibu juga ingin memperkenalkan mu dengan putranya yang baru pulang dari Singapore" jawab selin
"apa ibu berniat ingin menjodohkan ku? " tanya sandra
mendengar hal itu, mata David tak sengaja memperhatikan raut wajah sekertaris jek yang nampak masam
__ADS_1
ya laki-laki itu, akan ada setiap pagi di rumah ini, menemani dan ikut sarapan bersama dengan keluarga Wijaya
menyadari bos nya yang sedang memperhatikan nya, jek pun menetralkan wajahnya kembali
"sudah-sudah, di meja makan jangan mengobrol" ujar Bram menengahi pembicaraan kedua wanita yang ia sayangi
"oh dimana oma? " tanya sandra
"ck, kau anak kecil kenapa cerewet skli" sahut David
"huh dasar uncle jones, aku kan hanya bertanya" kesal sandra
setelah menyelesaikan sarapannya, David pun segera pamit untuk pergi ke kantor
-
di dalam mobil
"apa kau cemburu jek? " tanya David
"untuk siapa tuan? " tanya jek
"heh, kau tidak perlu berkilah lagi, aku melihat nya sendiri " jawab David
"maaf tuan" sahut jek
"bukankah sudah ku katakan untuk berjuang?" tanya David
"maaf tuan" ujar jek
"yayaya, hanya itu yang bisa kau katakan, jangan minta tolong padaku nanti, jika sandra betul-betul jatuh cinta kepada laki-laki itu" ujar David dengan seringai di bibir
entah kenapa melihat wajah jek yang terlihat masam, membuat nya semakin bersemangat untuk menggodanya
-
di kantor
sesampainya di ruangan, David kemudian meminta jek untuk memberikan dokumen-dokumen yang akan ia tanda tangani
"jek " panggil David
"iya tuan muda? " tanya jek
"panggil cleaning service untuk membersihkan ruangan ini" ujar David sambil mengibaskan tangannya seolah-olah mengusir debu
"bukankah, ruangan ini selalu di bersihkan setiap hari, bahkan sebelum anda datang" batin jek
"baik tuan" mengalah demi keselamatan mu jek
-
tok. tok. tok
"masuk" sahut David
"permisi tuan" ujar Rania datang sambil membawa alat pembersih
"hm, bersihkan ruangan ini" ujar David
"bukankah ruangan ini baru saja dibersihkan, apa tidak bersih ya?"
"apa yang kau lakukan, cepat bersihkan " ujar David
"ba.. baik tuan"
di saat sedang membersihkan ruangan itu, tiba-tiba saja pintu dibuka paksa oleh seseorang dari luar
__ADS_1
dan muncullah jesika di susul sekertaris jek dari arah belakang
"David " panggil jesika
"aku tidak ingin putus, aku bisa menjelaskan semuanya " ujar jesika memelas
"maafkan saya tuan muda" ujar sekertaris jek yang merasa gagal menghalangi jesika
"hubungan kita sudah berakhir jes, aku tidak ingin lagi bertemu dengan orang-orang munafik seperti kalian, jek bawa dia keluar" ujar David dingin
"apa? jadi mereka sudah putus, tapi bukankah kemarin mereka baru saja bertunangan" batin Rania
"sayang... "
"JEK aku tidak ingin mengulangi perkataan ku" ujar David marah
"mari nona.. " ucap sekertaris jek sambil menarik tangan jesika
"lepaskan aku, David jika memang hubungan ini berakhir lalu kenapa harus berimbas pada karirku? " tanya jesika marah-marah, pasalnya setelah kejadian hari itu, seluruh agensi yang mengontraknya tiba-tiba saja menghubungi manager sekaligus asistennya 'Kim ' untuk pembatalan kontrak
"tanyakan itu pada dirimu, jangan salahkan aku bahkan aku tidak ingin berurusan lagi dengan mu" ujar David
"tapi.... " bicara nya terhenti ketika melihat gadis yang sama lagi sedang berada di ruangan David
"kenapa dia selalu ada disini? " tanya jesika sambil menunjuk ke arah Rania
"dia itu cleaning service, sudah menjadi tugasnya untuk membersihkan tempat ini" ujar David
"David, aku tahu kau orang nya bagaimana, kau tidak akan mengizinkan siapapun untuk masuk ke dalam ruangan mu terkecuali jek sialan ini, untuk pertama kalinya aku bahkan kau larang untuk masuk" ujar jesika berapi-api
"JEK " panggil David dengan nada tinggi , sudah terlalu lama wanita itu ada di sini dan mengacaukan moodnya
"mari nona" ujar sekertaris jek sambil menarik paksa lengan jesika
"DAVID AKU BELUM SELESAI BICARA ! " suara itu perlahan menghilang di balik pintu
"hah bikin kacau saja" desah David sambil memijit pangkal hidungnya
setelah membersihkan ruangan itu Rania pun pamit undur diri, sebenarnya ia hanya membersihkan beberapa barang saja, dikarenakan ruangan ini sebelumnya sudah di bersihkan, entah kenapa orang bodoh ini meminta untuk kembali di bersihkan
-
setelah Rania sampai di tempat istirahat nya, tiba-tiba saja Abi datang dan mengagetkan nya
"bahhh"
"oh astga.. senior apa yang kau lakukan? " ujar Rani
"aku?, aku sedang mengagetkan mu barusan" ujar abi terkehkeh
"hey kau sudah dengar berita belum? " sambung abi
"berita apa? " tanya Rania
"tuan David dan kekasihnya ternyata sudah putus, Kira-kira karena apa ya, padahal mereka adalah pasangan fenomenal tahun ini" ujar abi
"entahlah aku tidak peduli"
"hey kenapa nada bicara mu terdengar kesal begitu, apa kau sedang cemburu heh? " tanya abi sambil memainkan alis nya
"aku, cemburu?, Hhha dalam mimpimu" ujar Rania yang di akhiri dengan nada kesal
"baiklah -baiklah, tapi ngomong-ngomong aku tadi melihat nona jesika di tarik paksa sampai ke lobi oleh sekertaris jek, apa mungkin mereka sedang bertengkar? "
"kenapa kau jadi kepo begini senior, hah sudah lah jika kau penasaran kau bisa bertanya langsung pada tuan David, aku ingin melanjutkan pekerjaan ku" ujar Rania kesal lalu berjalan meninggalkan abi
"heh apa dia marah?, ah tapi aku masih penasaran, apa aku langsung tanya saja sama tuan David, OMG punya nyawa berapa aku ini hingga berani bertanya pada orang itu" gumam abi
__ADS_1
-
jangan lupa tinggal kan jejak kalian 😊