Terpaut Cinta Uncle

Terpaut Cinta Uncle
menyusun rencana


__ADS_3

Saat ini di rumah besar, kediaman Wijaya datang seorang tamu tak di undang, ia mengaku-ngaku sebagai calon nyonya di rumah ini


Bahkan selin dan oma sampai di buat stres dengan tamu yang satu ini


"Kaka ipar dimana David? " Tanya jesika


"Siapa yang kau panggil kakak ipar, aku bukanlah kakak ipar mu" Ketus selin


"Oh ayolah sebentar lagi kau akan menjadi kakak ipar ku, dan aku akan menjadi nyonya muda di keluarga ini, apa ini sambutan kalian kepada calon menantu? " Ujar jesika dengan terkekeh


"Hei wanita tak tahu diri, cepat pergi dari rumahku sebelum aku mengusir dirimu secara paksa" Marah oma


"Ck.ck.ck, oma kenapa kau marah-marah begini, ingat jika darahmu naik kau bisa kena stroke"


"Kurang ajar" Sahut oma


"Ada apa ini? " Suara itu melerai adu mulut antara oma dan jesika


"Oh Hai calon kakak ipar, bagaimana kabar mu" Tanya jesika kepada Bram, kakak kandung dari David sekaligus ayah sandra


"Kau, bagaimana bisa kau ada disini, dimana David sayang? " Tanya nya kepada sang istri


"David sedang berada di jalan, ia dalam perjalanan pulang" Jawab selin


Tak lama terdengar deru mesin mobil memasuki halaman rumah


"Itu David" Gumam oma


"Ada apa ini? " Tanya David yang melihat ada keramaian di ruang tamu


"David, urus wanita mu sebelum aku yang mengusirnya" Ujar Bram dengan wajah yang kesal


"Sayanggg... " Panggil jesika sambil bergelayut manja di tangan David


"Singkirkan tanganmu" Tepis David


"Hei kau kenapa, apa kau lelah, baiklah sebaiknya kau langsung istirahat" Ujar jesika dengan lembut


"Lelah, seharusnya aku yang bertanya, apa kau tidak lelah berpura-pura? "


"Maksud mu apa sayang? " Tanya jesika

__ADS_1


"Hah, jek akan menjelaskan semuanya, dan mulai saat ini dia anatara kita semuanya sudah berakhir, tidak ada pertunangan dan pernikahan, bulshit itu semua hanya omong kosong"


"Hei kau ini kenapa David, apanya yang putus, ti.. tidak aku tidak ingin putus" Ujar jesika memelas


"JEK " Panggil David


"Iya tuan muda? " Sahut jek yang sedari tadi diam di belakang


" Tunjukkan pada perempuan ini, dan setelah itu usir dia, jika dia masih berani melawan sebarkan itu semua " Ujar David sambil berlalu meninggalkan tanda tanya besar bagi orang-orang disana


Mendengar perintah dari David, jek pun segera mengambil leptop nya dan memperlihatkan kepada jesika dan seluruh orang yang ada di sana, dari mulai tiga tahun lalu ketika ia pamit kepada David untuk melanjutkan karir nya di Paris hingga kemarin terakhir ia bertemu dengan alex di hotel


Semua nya tersusun rapi, tak ada satupun bukti yang terlewatkan


"Ti.. tidak, itu bukan aku, kalian pasti salah" Ujar jesika gemetar


"Semua nya sudah jelas nona, dan sekarang silahkan angkat kaki dari rumah ini, anggap saja pesta kemarin hanya sekedar penyambutan biasa, tak ada pertunangan dan pernikahan" Ujar sekertaris jek


"Hei kalian tidak bisa melakukan itu kepada ku" Teriak jesika frustasi


"Bahkan saat ini tuan alex sudah berada di kantor polisi , ia ditahan atas tuduhan penipuan " Lanjut sekertaris jek


"Hallo, apa?, kenapa mereka bisa memutuskan kontrak itu begitu saja? " Teriak jesika sambil menerima telpon


"Ini gila, apa yang sudah kau lakukan bedebah? " Tanya jesika


"Saya tidak tahu nona, mungkin anda sudah kurang menarik lagi di mata mereka" Ujar sekertaris jek sinis


"PENGAWAL bawa nona jesika keluar" teriak jek kepada beberapa pengawal yang bertugas menjaga pintu


"Baik tuan" Sahut dua pengawal yang datang


"Heii kalian tidak bisa melakukan itu kepada ku, sialan kalian akan aku balas, lihat saja nanti! " Suara jesika yang semakin mengecil seiring dengan di menghilanya punggung kedua pengawal itu


"Maaf nyonya dan tuan, saya sudah membuat keributan sore-sore begini" Ujar sekertaris jek


"Hei jek, seharusnya kami harus berterimakasih kepada mu, berkat kau David dan keluarga kami terbebas dari wanita sialan itu" Ujar bram


"Saya hanya menjalankan perintah dari tuan David" Ujar sekertaris jek


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan, nyonya" Pamit jek

__ADS_1


"Hati-hati jek" Sahut oma dan selin


-


di lain sisi


sore itu setelah Rania pulang ke rumah , sandra mengajak nya untuk bertemu nanti malam, katanya ada sesuatu yang ingin ia bicarakan


mendengar hal itu tentu saja Rania pun setuju, disinilah letak arti sahabat, dimana jika yang satu ingin berkeluh kesah maka yang satunya lagi harus menjadi pendengar dan penasehat yang baik


malam hari pun tiba


di sebuah restoran, terdapat dua orang gadis yang tengah menyantap makanan mereka, di selingi dengan obrolan hangat


"jadi apa menurut mu dia sedang cemburu? " tanya sandra


"hmm, bagaimana ya, apa ada hal lain yang dia lakukan selain itu? " tanya Rania


"tidak, dia tidak melakukan yang lain" sahut sandra


"jika tingkah laku nya seperti itu, itu belum bisa di katakan cemburu, kau harus mengamati lebih jauh lagi gerak geriknya" ujar Rania


"dengan cara? " tanya sandra


"Mmm, mungkin dengan cara membuatnya cemburu, seperti yang kau bilang tadi, kau berbicara dengan Gerald lalu sekertaris jek nampak aneh selepas kalian berbicara, ia melajukan mobilnya dengan sangat kencang, berarti kau harus berbicara kembali dengan Gerald, dan harus juga di saksikan oleh sekertaris jek, untuk memastikan ini lebih lanjut" jawab Rania


"kau benar, lalu kapan itu bisa terlaksana? " tanya sandra


"nanti cari waktu yang pas, atau minta saja untuk menemani mu berbelanja lagi , di samping itu kau buat janji untuk ketemuan dengan Gerald, nanti kau juga akan tahu" ujar sandra


"iya itu ide yang brilliant, baik lah aku akan mencobanya" sahut Sandra


"apa kau sungguh menyukai pria kaku itu? " tanya Rania


"hey siapa yang kau sebut pria kaku? " tanya balik Sandra


"yayaya... memang benar seseorang yang jatuh cinta pasti akan berubah menjadi aneh" ujar Rania


"aku? aneh?, kau yang aneh" ujar Sandra tak Terima


"baiklah aku yang aneh, dasar" sahut Rania mengalah

__ADS_1


__ADS_2