
"apa yang kau dapat? " tanya David kepada jek
saat ini mereka sudah berada di ruang kerja milik David, pesta baru saja usai, para maid sibuk membersihkan bekas pesta tadi bahkan sekarang keadaan kembali seperti semula, seperti tidak terjadi apa-apa.
"nona sandra mengantarkan nona Rania sampai dia menaiki mobilnya tuan " ujar sekertaris jek yang mengerti arah pembicaraan saat ini
"hey apa aku sedang bertanya tentang gadis itu, aku tanya bagaimana urusan di kantor? " tanya David dengan tatapan kesal ke arah sekertaris jek
"tuan, kau tidak pandai berbohong, bahkan kau sudah tahu apa jawaban dari pertanyaan mu" batin jek
"maaf tuan, urusan di kantor berjalan dengan lancar" sahut jek mengalah demi laki-laki keras kepala ini
"siapa laki-laki itu? " tanya David tiba-tiba
"hah.. kau semakin aneh tuan" desah jek
"dia adalah cleaning service di kantor, sudah bekerja selama tiga tahun, dan sama-sama kuliah di kampus dengan nona sandra dan nona Rania" ujar jek
"apa hubungannya dengan gadis itu? " tanya David
"sejauh ini mereka masih berteman" sahut jek
"masih berteman? " beo David
"berarti ada kemungkinan untuk lebih dari sekedar teman? " sambung nya
"maaf tuan, itu mungkin saja terjadi, jika dilihat laki-laki itu menyukai nona Rania, apa tuan sedang cemburu? " tanya sekertaris jek
"hey memang dia siapa sampai aku harus cemburu, cihh dia itu tidak selevel denganku, berhentilah membahas tentangnya" ujar David kesal
"memang siapa yang memulainya" gerutu sekertaris jek
"kau boleh pergi, istirahatlah kau sudah bekerja keras hari ini" ujar David
"baik tuan, saya permisi" pamit sekertaris jek meninggalkan laki-laki itu sendiri
"heh memang siapa dia sampai aku harus cemburu, tapi apa betul aku sedang cemburu?" batin David
-
setelah menyelesaikan perkuliahan nya, Rania bergegas untuk pergi bekerja
tit.. tit..
bunyi klakson itu menghentikan langkah kaki Rania
"kau akan pergi bekerja kan, ayo sama-sama" ujar Abi
"apa tidak merepotkan? " tanya Rania yang tak enak hati kepada laki-laki itu
"apanya yang repot, bahkan aku siap untuk antar jemput " ujar Abi dengan terkekeh
__ADS_1
"terimakasih senior" sahut Rania sambil menaiki motor milik Abi
-
sesampainya di kator
"baiklah bekerja lah dengan semangat, aku akan mengganti baju dulu" ujar Abi setelah memarkirkan motor nya
"aku juga " ujar Rania
di lain sisi sepasang mata tajam sedari tadi memperhatikan interaksi antara gadis dan laki-laki itu
"jek, suruh cleaning service membersihkan ruangan ku" perintah David
"baik tuan" sahut jek
-
"hey kau, kau di tugaskan untuk membersihkan ruangan bos di lantai 12" ujar seorang karyawan kepada Rania
"ah baiklah" sahut Rania
"ruangan Bos?, bukankah itu ruangan uncle David? " gumam Rania
Tok.. tok.. tok..
"masuk.. " sahut seseorang dari dalam
Rania kemudian mulai membersihkan ruangan tersebut, di lain sisi sepasang mata itu diam-diam memperhatikan apa yang di lakukan oleh gadis di depannya
"disini sangat berdebu " ujar David sambil menunjuk ke arah rak buku di sebelah mejanya
Rania pun bergegas untuk membersihkan apa yang di perintahkan oleh David
"apa kau belum makan, kenapa kerjamu lama sekali? " ketua David
"mma.. af tuan" ujar Rania yang gemetar
"hmmm "
Rania pun dengan cekatan membersihkan seluruh ruangan, entah kenapa melihat gadis itu saat ini membuat David jadi lebih bersemangat dalam bekerja
waktu menunjukkan tepat pukul 12, ini adalah jam untuk makan siang, melihat Rania yang seperti nya sudah kelelahan membuat hati seorang David tak tega
"apa kau belum makan, kenapa dari tadi belum selesai-selesai juga" ujar David
"maaf tuan" sahut Rania
"hah... JEK! " panggil David
tak lama muncul lah sekertaris jek dari arah pintu
__ADS_1
"belikan makanan untuk makan siang" perintah David
"baik tuan"
-
"ini tuan" menyerahkan makanan yang di belinya untuk laki-laki itu
" kenapa kau membeli dua? " tanya David
"saya juga lapar tuan" bohong sekertaris jek, siapa yang tidak tahu jika bos nya ini sedang mencari alasan
"sebaiknya kau berikan saja kepada gadis itu" ujar David
"baik tuan" sahut jek
"ini untuk mu" di berikannya makanan tadi kepada Rania
"eh tuan" kaget Rania
"ambil saja, sebelum aku berubah pikiran" sahut David
"Terima kasih tuan" ujarnya kepada jek
"berterimakasih lah kepada tuan muda" sahut jek
"terimakasih tuan muda" ujar Rania
"hmmmm"
ketika Rania akan beranjak dari tempatnya, bermaksud untuk makan di ruangan nya,
tiba-tiba
"mau kemana? " tanya David
"saya mau makan di bawah saja tuan" ujar Rania
"apa kau jijik makan bersama denganku di ruangan ini, lihat bahkan pekerjaan mu belum selesai dan kau sudah mau pergi, ck ck ck" ujar David
"aku merasa tidak pantas makan bersama denganmu tuan" batin Rania
"maaf nona Rania, tapi sebaiknya anda makan di ruangan ini saja, agar selepas itu bisa melanjutkan pekerjaan" potong sekertaris jek yang mengerti akan pemikiran tuan nya
"baiklah" sahut Rania
dan akhirnya di dalam ruangan itu, Rania makan bersama dengan David untuk pertama kalinya, sekertaris jek sudah kembali ke mejanya dan meninggalkan mereka berdua
"rasanya aku tidak sanggup untuk sekedar menelan makanan ini" batin Rania
sesekali laki-laki itu mencuri-curi pandang ke arah gadis di depannya, rasanya begitu senang melihat wajah gadis itu tersiksa
__ADS_1