
selesai dengan ritual mandinya, Rania pun diajak sandra untuk ikut sarapan bersama dengan yang lain.
jika kalian bertanya apa gadis itu memakai pakaian yang di berikan sekertaris jek?, ya ia memakainya, bisa habis digorok Rania kalau tidak memakai pemberian laki-laki itu
di meja makan, suasana nampak hening, masing-masing dari mereka fokus menikmati makanan yang telah di sajikan, memang aturan di keluarga Wijaya melarang berbicara ketika sedang berada di meja makan
David , laki-laki itu sesekali mencuri pandang ke arah Rania yang duduk didepannya
sorot matanya seakan mengatakan bahwa ia sangat puas dengan apa yang telah ia lakukan
"memang apa yang telah kau lakukan tuan?"
sandra gadis itu ternyata diam-diam tengah mengamati semua kejadian di depannya
"apa iya uncle menyukai Rania ? " batin Sandra
setelah menyelesaikan sarapan pagi, David laki-laki itu mengajak sekertaris jek menuju ke ruang kerjanya nya
jika kalian bertanya bukankah hari ini hari minggu, untuk apa bekerja?, hey ayolah kalian lupa? dia itu tuan muda David, terserah dia mau melakukan apa saja.
dilain sisi sandra mengajak Rania ke taman belakang, rencananya kedua gadis itu ingin membantu selin untuk menanam bunga
"Rania bagaimana keluarga mu di kampung? " tanya selin
"baik tante" sahut Rania
"e, apa kau berencana hanya sehari saja disana?, bukankah masih ada cukup waktu untuk kembali ke sini ? " tanya selin yang masih penasaran
mendengar hal itu rasanya Rania ingin menjawab sambil berteriak "aaaaaaa, aku diancam oleh laki-laki gila itu"
tapi apalah daya, itu semua hanya bisa ia pendam dalam hatinya
__ADS_1
"eh saya hanya sehari saja di sana tante, soalnya saya harus menyelesaikan tugas yang di berikan dari kampus" ujar Rania
untung saja tugas- tugas itu bisa menjadi tempat pelarian nya
-
" jek " panggil David
" iya tuan muda? "
" apa dia kesal kepadaku karena aku sudah memaksa nya untuk kembali?, tapi apa aku terlihat memaksanya? " dia yang bertanya, dia sendiri yang menjawab
sekertaris jek hanya bisa menghela nafasnya panjang
"kenapa nafasmu seperti itu, sudah bosan hidup? "
"tidak tuan muda, saya rasa nona Rania mungkin juga sedikit kesal, pasalnya tindakan dari tuan benar-benar mencerminkan bahwa tuan tidak mau jauh dari nona" ujar sekertaris jek
"tidak mau jauh dari dia?, hey apa kau pikir aku tidak bisa hidup tanpa dia, yang benar saja apa dia itu oksigen, takutnya nanti dia besar kepala" sahut David
"jek " panggil David lagi
"iya tuan"
"apa kau lihat tadi, dia memakai pakaian itu, hah entah kenapa dia terlihat sangat menggemaskan, aiss kenapa aku ini" ujar David
"jek, segera panggil firman untuk memeriksa kondisi ku, sepertinya aku sedang stres akhir-akhir ini moodku naik turun"
"baik tuan" sahut jek
"dimana dia sekarang? " tanya David tiba-tiba
__ADS_1
"nona sedang berada di taman belakang bersama nona sandra dan nyonya selin" jawab jek
"heh bahkan kau tahu aku menanyakan keberadaan nya, apa kau memata-matai ku? "
"sepertinya aku harus segera menelfon dokter firman, tuan muda benar-benar sakit, moodnya sepertinya perempuan labil saja" batin jek
"kurang ajar, apa kau sedang membatin? " pena itu terbang dari tangan david menuju ke arah sekertaris jek yang berdiri di depan meja
-
di lain sisi, ketiga wanita itu sedang asik bercocok tanam, bahkan taman yang tadinya kelihatan kosong, sekarang sudah dihias dengan bunga-bunga yang cantik
"wahh, tamannya jadi indah ya" ujar sandra yang takjub
"iya, bahkan pemandangannya jadi sangat cantik" sahut selin
"ibu dimana oma? " tanya sandra
"oma sedang beristirahat, kenapa apa kau mau meminta uang lagi? " tanya selin menginterogasi anak gadisnya
pasalnya jika selin tidak memberikan uang jajan kepada sandra, eits bukan tidak tapi sandra nya saja yang suka jajan sehingga ia butuh banyak dana untuk membeli makanan, maka oma adalah solusi terakhir nya, jika minta kepada David, Laki-laki itu tentunya akan memberikan uang itu kepada sandra, keponakan tersayang nya
tapi sayang seribu sayang, laki-laki itu begitu posesif, ia bahkan memantau sandra bahkan sampai pada makanan yang di makanan oleh gadis itu, terlalu banyak jajan di luar itu tidak baik untuk kesehatan begitu ujarnya, sehingga laki-laki itu memilih untuk tidak memberikan uang jajan tambahan kepada sandra
"ahh ibu, aku kan hanya bertanya saja" ujar sandra sambil mengerucutkan bibirnya. Apa salahnya sih ia bertanya tentang keberadaan oma nya, nanti jika tidak bertanya akan di bilang cucu durhaka tidak sayang sama neneknya
huff serba salah.
Rania yang melihat hal itu pun berusaha untuk menahan tawanya
"nia, aku tahu kau sedang mengejekku, tertawa saja jangan ditahan nanti ikut kentut" dasar sandra mulut nya asal ceplas-ceplos, membuat orang malu saja, untung ada selin kalau tidak Rania akan menjambak rambut itu
__ADS_1
begitulah pagi yang mereka lewati, canda tawa ketiga wanita itu tak lepas dari pandangan sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka di balik jendela
ya siapa lagi kalau bukan David