
hari itu seperti biasa, Rania akan datang lebih pagi untuk mengerjakan pekerjaannya berharap ia bisa kembali ke rumah lebih awal karena telah selesai mengerjakan semua tugasnya
berhubung karena hari ini libur, baru saja ia mendapatkan telpon dari sahabatnya 'sandra' yang mengatakan akan menemani sang ibu menemui temannya
mulailah ia membersihkan ruangan demi ruangan yang sudah menjadi tanggungjawab nya alias bagiannya
hari semakin siang, kala itu Rania dan beberapa karyawan yang lain nampak sedang beristirahat di basecamp, tak lama datang lah Abi yang mengajak Rania untuk makan di kantin, mendengar hal itu Rania pun menyetujui nya pasalnya saat ini ia juga tengah merasakan lapar
sesampainya di kantin, Rania dan Abi mengambil tempat duduk paling pojok agar bisa lebih leluasa bercerita
di lain sisi
David yang mengetahui hal itu pun langsung bergegas ke kantin, jangan tanya kenapa ia bisa tahu hal ini, bukan David nama nya kalau tidak tahu tentang apapun itu
sesampainya di kantin, mata tajam itu menerawang mencari keberadaan seseorang, tak menghiraukan banyak pasang mata yang menatap kaget ke arah nya, pasalnya ini sudah terhitung kedua kalinya sang Bos itu memasuki kantin perusahaan
setelah menemukan seseorang yang ia cari, David pun segera mengambil tempat kosong yang berjarak lumayan berdekatan dengan tempat duduk Rania dan Abi, sekertaris jek yang menyadari hal itu pun hanya bisa membuang nafas berat
"kalau cinta katakan saja tuan, jangan bertingkah konyol seperti ini" gumam batin jek
"Rania " panggil abi
"iya ada apa senior? "
"kau ke sini naik apa? " tanya Abi basa basi
"ohh itu, aku naik ojek, kenapa? "
"berarti kalau pulang pun kau akan naik ojek juga? " tanya Abi
"iya betul"
"e, bagaimana kalau nanti biar aku antar kau pulang, kan bisa menghemat uang transpor mu"
"mm, apa tidak merepotkan senior? " tanya Rania tak enak hati
"apanya yang repot, aku justru senang, malahan aku bersedia antar jemput setiap hati " ujar Abi sambil membusungkan dadanya
mendengar pembicaraan Rania dan Abi yang tak jauh dari mejanya, entah kenapa membuat David tak suka dengan sikap sok cool dari Abi
"cih cari muka" geram David
__ADS_1
mendengar hal itu sekertaris jek hanya bisa diam dan memakan makanan yang telah di pesannya untuk mereka
-
waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah hampir jam pulang, David melihat jam di pergelangan tangannya sambil memijit pangkal hidungnya, hari ini cukup menguras tenaganya, ia memilih untuk pulang lebih awal agar bisa beristirahat
sesampainya di lobi, semua karyawan menundukkan Kepala mereka seraya memberi jalan untuk di lewati oleh laki-laki tersebut
di lain sisi, Rania tengah bersiap-siap untuk pulang, ia telah meminta izin lebih dulu agar bisa pulang lebih awal, toh semua pekerjaannya telah ia selesaikan, begitu pula dengan Abi, karena niat nya ingin mengantar pulang Rania, laki-laki itu pun juga bekerja lebih keras agar bisa cepat selesai dan pulang bersama gadis nya
"gadis nya? heh siapa yang kau panggil gadismu"
disinilah mereka sekarang, tepat di parkiran motor, Rania menunggu dengan sabar ketika Abi dengan susah Payah mencoba menghidupkan motor nya
tak berselang lama, sebuah mobil berhenti tepat di samping mereka, kaca mobil itu pun perlahan di turunkan
nampak lah wajah sekertaris jek di balik kemudian dan David di jok belakang, melihat hal itu, Rania dan Abi pun menundukkan kepala mereka untuk memberi hormat
"apa ada masalah? " tanya David
"hanya masalah kecil tuan, Tiba-tiba saja motornya tidak mau hidup" jawab abi
"lalu kau? " tanya David kepada Rania
"ck, apa begini caramu memperlakukan wanita, kau ingin mengantarkan nya pulang dengan motor tua mu itu? " ejek David
"saya mohon hentikan tuan" batin jek
"naiklah akan aku antar kau pulang, dan kau bawa motor mu itu ke bengkel untuk di servis" ujar David
"tidak perlu tuan, saya akan menunggu sampai motor nya menyala saja" sahut Rania
"lalu jika motor nya tidak menyala sampai malam, kau akan tetap disini?, dasar bodoh" ujar David
"hey siapa yang kau sebut bodoh " geram Rania dalam batin
"eh sepertinya benar kata tuan David, lebih baik kau ikut saja dengan nya, aku akan membawa motor ini ke bengkel, sudah lama juga motor ini tidak di servis" ujar Abi
"senior, aku tidak bisa meninggalkanmu di saat seperti ini, bukankah teman itu harus saling tolong menolong? " ujar Rania
mendengar hal itu entah kenapa David pun merasa marah, ia tidak suka jika Rania mengkhawatirkan laki-laki itu
__ADS_1
" jalan jek "final David
kaca jendela pun di naikkan dan mobil pun melaju meninggalkan mereka berdua
" kenapa kau menolaknya Rania? "tanya Abi
" hey ayolah aku tidak setega itu sampai meninggalkanmu sendiri disini, jika motor nya belum bisa hidup sebaiknya bawa ke bengkel saja "ujar Rania
" kau baik sekali, ah ya kau benar motornya akan aku bawa ke bengkel, eh lalu kau? "tanya Abi
" aku akan membantu mu mendorong motornya sampai ke bengkel"ujar Rania
"kenapa kau baik sekali sih" gemas Abi
"itulah gunanya teman, ayo aku bantu kau mendorong nya, bengkel nya juga tidak jauh dari sini" ujar Rania
"baiklah, maaf sudah merepotkan mu"
"apa yang kau katakan senior, sudah lah ayo dorong motornya" ujar Rania
di lain sisi
sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan sedang,membelah jalan yang ramai dan padat kendaraan. David, laki-laki itu nampak kesal dan marah, ia bahkan meninju dari arah belakang kursi yang di duduki oleh jek, karena kaget jek pun refleks menginjak rem
"ada apa tuan, apa terjadi sesuatu? " tanya jek
"sesuatu kepala mu, kenapa berhenti? " tanya David kesal
"saya kaget tuan, saya pikir tuan kenapa-napa" ujar jek
"jadi kau mau aku kenapa-napa hah? "
"maaf tuan" ujar jek mengalah
"jalankan mobil, saat ini aku sedang ingin memakan orang, jangan sampai kau yang kumakan" ujar David
"anda sudah seperti seorang wanita yang merajuk tuan, susah di tebak" batin jek
kemudian mobil itu kembali melaju membelah jalan, setelah drama kekesalan tuan David yang kambuh
-
__ADS_1
jangan lupa like, vote dan komen, gimana nih tentang part ini?