Terserah

Terserah
BAB 3


__ADS_3

Di Panti suasana sangat ramai dan hangat semua sibuk menyiapkan termasuk Aleina. Menghias taman menjadi sedemikian rupa. Diberi panggung kecil meski sederhana tapi sangat bagus. Lampu kerlap-kerlip menambah kesan meriah.


Sudah lama tak merasakan ini kehangatan sebuah keluarga. Sejak menikah Aleina selalu disibukan dengan pekerjaan rumah tangga sehingga mengabaikan yang lain.


"terima kasih nak!" ucap ibu panti yang sudah berdiri disamping Aleina.


Aleina tersenyum lalu menggenggam tangan ibu panti. "Ibu tidak perlu sungkan, apapun akan aku lakukan untuk panti ini." ibu panti tersenyum balik menggenggam tangan Aleina.


Sedang laela sibuk melatih anak-anak untuk menampilkqn seni untuk menyambut. Ada menyanyi, drama, puisi, menari dan lain-lain. mereka menunjukan kebolehan yang mereka miliki.


Hari semakin sore dan Aleina pamit pulang sebentar untuk ambil pakaian. Setelah itu kembali karena dirinya sudah berjanji untuk menginap.


"Kembalilah sebelum makan malam, kami menungguhmu!" seru laela melambaikan tangan saat mobil Aleina melaju meninggqlkan pelataran panti.


Dari dalam mobil Aleina mengeluarkan tangan diacungkan ibu jarinya, bahwa dia setuju dan berkata iya membwri isyarat.

__ADS_1


Diperjalanan dia memeriksa ponselnya yang sedari tadi ditinggal dimobil. Dan sudah banyak panggilan dan pesan. Ale mengeceknya ternyata panggilan dari maid rumahnya. Untuk pesan ada banyak nama namun satu yang membuat Al tertarik yaitu dari maid.


Tuan dan nenek lampir telah kembali, datang-datang ngomel kayak burung beo, sedang tuan menanyakan anda.


Pesan yang dibaca oleh Aleina membuat mengulas senyum. Memang lucu tingkah maid. Aleina meletakan ponselnya setelah membalas pesan dari maidnya.


Otw!


Itu pesan singkat yang dikirim oleh Aleina pada maidnya. Tak berapa lama muncul balasan. Dari maid dengan icon ibu jari yang artinya ok.


Setelah satu jam perjalanan akhirnya berhasil sampai dirumah. Benar adanya mata Aleina melihat mobil Dicky sudah terparkir rapi di garasi. Aleina melangkah masuk menuju kamarnya. Saat kakinya akan menapak anak tangga ada suara yang menghentikannya.


"Darimana kamu dengan penampilan seperti itu?" ucap Dicky penuh selidik.


"Ups," gumam Alaeina menutup mulut dengan telapak tangannya lalu berbalik. "Ehmm...urusanku dong!" ujarnya dengan ekspresi manisnya.

__ADS_1


"Apa pantas kamu dise...but seorang pria beristri,"


Datang Gisel tak terima langsung nerocos. Tapi saat melihat penampilan Alaeina dia begitu kaget pakaian casual alah anak cewek korea rambut dicepol atas belakang digerai, kaos bergambar longgar dengan celana pensil jeans terlihat lebih muda dari usia Alaeina. Dipadukan tas ransel kecil nemplok dipunggung terkesan imut.


"Kenapa? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" ucapnya merentangkan kedua tangan lalu mencoba meneliti dirinya sendiri.


Gisel berekspresi masam karena dirinya takut tersaingi, dan pastinya takut Dicky berpaling darinya. Maka dia tak akan membiarkan ini terjadi.


"Kak kurung saja jangan boleh keluar!" ucapnya mengompori Dicky. Dicky hanya diam tak merespon saat ini pandangannya terpaku akan Alaeina penampilannya sederhana tanpa make up tebal atau baju seksi tapi auranya sungguh mempesona.


Alaeina terkekeh melihat Dicky diam yang semakin membuat Gizel geram dan meradang. Bagaimana membuat harga dirinya jatuh dihadapan saingannya. Sebab selama ini dia selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Sayang..." rengeknya dengan mengoyang-goyang lengan Dicky.


Dicky tergagap dan berkata. "I-iya."

__ADS_1


__ADS_2