Terserah

Terserah
BAB 8


__ADS_3

Bayi itu tersenyum kemudian tak menunggu lama mata bening nan bulat berubah sayu sedikit demi sedikit dan akhirnya tertutup. Nafas lembut dan teratur mulai terasa dengan pergerakan dari perut bayi itu. Meski begitu Aleina masih terus menimang karena tidur bayi itu belum nyenyak betul.


Gilberto semakin penasaran dan tertarik untuk mengenal Aleina lebih jauh. Sebelum itu asisten dari gilberto mengingatkan apa prioritas dari bosnya datang kemari.


"Bos jangan lupa tujuan anda kemari." membungkuk dan berbisik.


"Ghem," dahem gilberto kembali mimiknya berubah serius. Dengan memperbaiki posisi duduknya.


"Mohon maaf ibu ada hal penting saya tanyakan," ibu panti mendengar penuh seksama dengan mimik serius.


"Ini tentang seorang perempuan yang perna datang kepanti ini beberapa tahun lalu dengan membawa seorang bayi perempuan?"


"Tunggu nak Gil bagaimana bisa ibu ingat karena disini banyak orang yang datang apalagi kejadian itu sudah lama sekali?" ucap ibu panti memberi alasan logis.

__ADS_1


Gilberto manggut-manggut dirinya juga salah seharusnya dia membawa serta bukti untuk menguatkan pertanyaannya.


Gilberto memutar posisi badan melihat kearah asisten, asisten itu maju memberikan sesuatu padanya.


"Nah, mungkin ini bisa membantu ibu ingatan ibu tentang seseorang yang saya maksud." gilberto menunjukan sebuah photo usang seorang wanita dengan menggendong bayi.


Seketika ingatan ibu panti melayang di kejadian sekitar 20 tahun silam dimana suatu hari datang seorang wanita yang basah kuyup dengan menggendong bayi perempuan sangat cantik karena malam itu kondisi hujan deras, dia meminta tolong pada ibu panti untuk merawat anaknya dan bila dia sudah siap maka akan menjemputnya tapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi.


Ibu panti mengamati photo itu dan dia juga menyimpan kain yang buat membungkus tubuh bayi tersebut.


Beranjak dari kursi ibu panti masuk ke dalam namun tak berapa lama kembali dengan membawa sebuah kardus lalu kembali duduk kardus itu dipangku dibuka penutupnya dikeluarkan isinya.


"Lihat, ini adalah kain yang dibuat membungkus bayi, samakan?" ucap ibu panti yang mendapat anggukan dari Gilberto. Saat gilberto berhasil mencocokan kain yang dibawah ibu panti dengan di photo.

__ADS_1


"Sama." ucap singkat gilberto. Berbinarlah matanyavdirinya sangat senang dapat menemukan saudarinya. "Lalu dimana dia bu?" ucap gilberto tidak sabaran.


Ibu panti melihat kearah Aleina dengan bibirnya komat-kamit mengatakan sesuatu yaitu Laela. Aleina bisa membaca gerak bibir ibu panti segera pergi keluar setelah meletakan bayi mungil itu di boks.


"Saya berharap nak gilbert bisa bicara pelan-pelan jangan sampai menyakiti hatinya," ibu panti kembali fokus pada gilbert dan memberikan saran. Sebab ini pertama kali mereka bertemu memang ibu panti sudah menceritakan semua tentang masalalu Laela pada laela.


"Ya ibu tapi apakah setelah ini saya bisa memboyong saudari saya?" tanya gilberto memastikan.


Ibu panti menghela nafas. "Tergantung nak, kita lihat dari laela biarkan dia yang memutuskan. Ibu tidak bisa memaksa laela sudah dewasa dia dapat menentukan pilihannya sendiri." jawab ibu panti.


Yang mendapat anggukan dari gilberto benar apa yang dikatakan ibu panti dirinya tidak boleh gegabah karena ini sangat sensitif.


Dia akan memcoba bicara berdua dari hati ke hati dengan saudarinya. Dia bertekad bagaimanapun caranya bisa membawa pulang saudaranya seperti keinginan Papanya.

__ADS_1


__ADS_2