The Black World

The Black World
Chapter12:Kebahagiaan nissa


__ADS_3

Semua orang berkumpul di bawah untuk makan malam di meja telah tersaji berbagai macam hidangan seperti ayam goreng,ikan bakar,tempe bacem,sayuran serta buah juga tersedia susu.Aura memang selalu ingin menerapkan hidup sehat dalam keluarga nya tidak hanya makanan 4 sehat 5 sempurna tapi juga di imbangi dengan olahraga rutin di lantai 3 rumah mereka terdapat ruang khusus untuk yoga,ngegym


fitness,serta alat-alat pendukung olah raga lain nya


di sana juga terdapat berbagai jenis permainan seperti tenis meja,billyard,golf,basket bahkan cakraw pun ada karena biasa nya setiap weekend ke tiga lelaki keluarga Dangelo sering mengisi waktu bersama melepaskan beban pekerjaan begitu pula dengan Aura dan Ranny biasa nya mereka akan menghabiskan waktu untuk shopping di mall setiap weekend bahkan tidak jarang kadang mereka memilih menikmati musik dan menyiram tanaman di rooftop.


Selama makan suasana hening tidak ada satu pun yang bicara,aura dan arka menatap bergantian wajah ranny dan nando ke dua orang tua itu bisa menebak telah terjadi sesuatu dengan mereka,aura menghela nafas dia tau pasti yang berbuat masalah lagi dan lagi pasti nando putra nya dia benar gak habis pikir dengan anak nya satu itu selalu membuat hati nya kesal


"Ran malam ini kamu tidur sama mami yah dan nissa juga"ucap aura ketika telah selesai makan


"Iya mi"jawab ranny senang mami nya memang penuh pengertian dan tau yang di perlukan nya


"Besok kamu weekend gak kemana-kemana kan,temanin mami ke butik yah milih baju pernikahan nissa dan revan terus kita ke WO cari konsep yang bagus,kamu mau yah nak"tanya aura


"Dengan senang hati mi"jawab nya tersenyum bahagia menatap aura dan nissa


"Kamu nis gak keberatan kan kalau tidur sama tante dan ranny terus besok kita ke butik bareng"tanya nya


"Gak sama sekali tan,malah nissa senang nissa tidak menyangka bisa di terima di keluarga ini dengan begitu baik tan"jawab nya menahan tangis


"Kenapa kamu menangis sayang,jangan menangis nak"aura memeluk nissa


"Nissa keingat keluarga nissa tante terutama mama nissa,coba mereka masih hidup pasti orang tua nissa bahagia melihat putri nya bisa di terima di dalam keluarga terhormat seperti keluarga tante"nissa makin terisak


"Kamu bisa menganggap tante ini mama kamu dan pasti ke dua orang tua mu di surga melihat nya bahagia dan bangga telah memiliki putri cantik dan baik hati seperti diri mu nak,sekarang berhenti menangis yah"hibur aura


"Yah kak nis tersenyum dong"sambung ranny dengan mengusap air mata nya dia ikut terharu dan membuat nya kembali teringat dengan keluarga nya mama nya yang telah berada di surga,papa yang tinggal di jepang sekarang serta kakak perempuan satu-satu nya yang saat ini sedang menimba ilmu di negeri paman syam-Amerika.


"Nando habis ini kamu ikut papa ke ruang kerja"titah arka


"Revan kamu tidur lah di kamar mu yang dulu dan jangan berani-berani pulang ke apartemen mu karena besok selesai salat subuh kita akan jogging"titah arka lagi kepada revan


"Siap big bos"balas nya


"Kita ke kamar sekarang yuk nis ran"ajak aura yang di angguki kedua nya,mereka berjalan menaiki tangga menuju kamar

__ADS_1


"Terus papa tidur dimana"tanya revan


"Gampang papa tidur dimana aja gak masalah,gak kaya kamu ribet"sindir nya


"Kok papa nyindir aku sih"revan cemberut


"Ya emang elo tuh dari dulu ribet aja masalah kecil juga di bikin ribet,emang dasar muka ribbbet elo"timpal nando mengejek revan dengan memainkan kedua tangan nya di samping mata


"Eh diam yah elo anak cebong"seru revan sambil berusaha menendang-nendangkan kedua kaki nya di bawah meja agar mengenai kaki nando


"Sudah cukup kalian berdua kaya anak kecil"tegur arka


"Tau dia tuh pa kaya anak kecil memang "ucap nando


"Elo yang anak kecil"balas revan meremas tangan nando


"Aww sakit"rintih nya memegang tangan


"Kenapa tangan elo memar gitu"tanya revan


"Bukan urusan elo"jawab sarkas nando


"Revan cukup kamu masuk ke kamar sekarang dan kamu nando ikut papa"arka meninggalkan mereka berdua menuju ruang kerja


"Rasain elo pasti di marahin papa lagi,sabar yah adik gue yang cakep"ejek revan mencubit kedua pipi nando


"Ah bacot elo gede"menepis kedua tangan revan dari wajah nya


"Nando"panggil arka dari dalam ruangan


"Bey nando "revan memberi kan ciuman jarak jauh nya ketika telah berada di tangga


"Kakak jahanam"umpat nando


"Adik durhaka elo"balas revan mengumpat

__ADS_1


Arka keluar dari ruangan dan melempar ke dua nya dengan bantal sofa berbentuk love "Di bilang berhenti dari tadi"ucap nya marah


"Nando kamu gak dengarin papa banget yah,kamu ngelawan papa"arka menghampiri nando


"Revan juga yang mulai pa"ucap nya membela diri menunjuk revan namun yang di tunjuk sudah tidak ada ketika pintu papa nya terbuka dia berlari cepat ke kamar


"Iish dasar revan sialan"gerutu nya


"Ayo ke ruangan papa"suara arka melemah setelah melihat memar di tangan putra nya,mereka berjalan masuk ke dalam ruangan,arka menyuruh nando duduk di sofa dan diri nya mengambil kotak obat di lemari samping meja kerja nya kemudian mengobati luka memar nando.


"Papa tau apa yang kamu rasakan nak,tapi bisa kah kamu bertahan dan tidak bertindak ceroboh dengan menyakiti diri mu seperti ini"ucap arka lembut


"Maaf karena nando selalu membuat papa dan mama khawatir,nando gak tau lagi harus berbuat apa untuk meyakinkan ranny bahwa nando sangat mencintai nya pa,nando tau ini semua salah nando,nando menyesal pa ,nando ingin menebus semua dosa yang telah nando lakukan terhadap ranny juga aldo,pa"nando terisak mengungkapkan beban dan rasa bersalah di hati nya ke pada arka papa nya


"Sabar lah nak jangan menyerah terus berusaha papa yakin ranny akan mencintai mu suatu saat nanti"arka memeluk putra nya memberi ke kuatan


Bagi nando saat ini hanya papa nya lah yang bisa di andalkan,dia lah sosok paling memahami keadaan nya selama ini tidak pernah sekali pun arka menghakimi putra nya itu di banding dengan aura yang selalu menyudutkan nando,arka mencoba mengerti posisi nando tidak lah mudah,dia percaya putra nya akan sadar dan berubah.


Di balik pintu itu revan ikut sesak mendengarkan semua percakapan dan keluh kesah nando,saat itu revan keluar dari kamar karena haus dan menuju dapur setelah itu dia tidak langsung kembali ke kamar sebuah ide terlintas di pikiran nya untuk mencuri dengar namun tanpa tau kalau itu juga akan menyakiti nya karena bagaimana pun nando adik nya dia akan ikut sedih bila nando sedih.


"Kasihan juga elo nan,maafin gue yang kadang tidak peka dengan perasaan elo tapi seandai nya aja aldo masih hidup dan elo gak ngelakuin itu sama mereka berdua mungkin sekarang kalian akan bahagia dengan kehidupan masing-masing dan elo gak akan menderita seperti ini namun apa boleh buat seandai nya hanya tinggal sebuah kata tanpa makna,gue berharap elo bisa kuat menghadapi semua seperti yang selalu elo ucapkan ketika gue terpuruk dengan kepergian nitta 'well manusia hidup harus selalu memiliki harapan untuk bertahan'


'percaya bahwa di balik badai ada pelangi yang menanti mu',gue sayang elo nando"batin revan ikut bersimpati


Sementara nissa berdiri di teras kamar menatap langit malam yang di taburi bintang-bintang,perasaan nya sedang bahagia bukan hanya karena dia sebentar lagi akan menjadi menantu keluarga Dangelo tapi karena dia mempunyai senjata baru untuk memborak porandakan hidup niken setelah beberapa jam lalu aura memberitahu alasan tentang pernikahan ranny dan nando kini di pikiran nya tersusun berjuta rencana "wow semakin kesini permainan ini semakin menarik saja dan niken bersiap lah menerima kejutan sedikit demi sedikit kamu akan kehilangan segala nya dan byuuarr hancur lebur"batin nissa menatap tajam bintang-bintang yang berlahan sinar nya ikut redup seakan mengisyaratkan di balik mata nya tersimpan api dendam yang membara.


.


.


.


Gimana menurut kalian cerita nya guys!!!


Akan kah nissa berhasil melakukan rencana balas dendam nya😈😈😈 atau sebalik nya sesal yang akan di dapat kan 😇😇😇j

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan kasih komen dan like novel ini


Ok👍👍👍


__ADS_2