The Black World

The Black World
Chapter15:Campur Aduk Rasa


__ADS_3

Hari senin waktu nya untuk memulai kembali segala aktivitas pekerjaan maupun sekolah baik pekerja swasta,negeri,ibu rumah tangga,pelaku bisnis atau pelajar dan mahasiswa tidak terkecuali dengan keluarga Dangelo yang kini sudah selesai sarapan bersiap melakukan tanggung jawab mereka masing-masing begitu juga dengan ranny yang memili tanggung jawab untuk belajar dan lulus dengan nilai terbaik.


"Ma revan dulu yah sama nissa ke kantor"pamit nya bersiap meninggalkan meja makan


"Yah nissa nya gak bisa di tinggal aja van,nemanin mama di rumah?"pinta aura


"Maaf tan hari ini nissa harus mempersiapkan kostum untuk para model yang akan mengikuti fashion show dan pemotretan"jawab nissa


"Iya ma kami hari ini sibuk banget,maka nya harus buru-buru berangkat,revan janji akan bawa nissa ke sini lagi"sambung revan ketika melihat wajah muram mama nya


"Ok baik lah tapi janji yah van"aura memastikan


"Iya,kami berangkat dulu yah Assalamualaikum."mencium telapak tangan kedua orang nya lalu beranjak keluar memasuki mobil diikuti nissa


"Mi ranny juga berangkat sekolah sekarang yah"ucap ranny yang di angguki aura


"Berangkat sama aku"sahut nando


"Gak di antar pak darmin aja"tolak nya


"Gak bisa pokok nya bareng aku,titik"titah nando memaksa ranny


"Aku bilang gak mau,yah gak maksa banget deh"balas nya kesal


"Kalian berdua berangkat bareng"putus arka


"Tapi pi"bantah ranny


"Gak ada tapi-tapian berangkat sekarang nanti kamu telat ran,itu jam tujuh lewat sudah"arka memberi tahu


"Mi ...iish ah"ranny meminta tolong aura namun perempuan itu malah mengisyatkan untuk mengikuti perintah arka.Ranny pasrah dan mencium kedua tangan mertua nya kemudian berjalan menuju mobil dengan muka cemberut.


"Pagi-pagi kok muka nya di tekuk sih non ranny,ada apa?"tanya pak darmin ketika melihat ranny dan ingin membuka kan pintu mobil untuk nya


"Ranny ikut mobil saya pak"ucap nando ketika tiba di teras rumah,pak darmin mengangguk dan membukakan pintu mobil mini cooper bercorak merah hitam milik nando.Ranny hanya diam tidak bergeming membuat nando kesal menarik paksa ranny masuk ke dalam mobil

__ADS_1


"Kenapa sih elo tuh keras kepala banget"ucap nando saat masuk dalam mobil


"Elo juga kenapa jadi orang pemaksaan banget"sahut ranny mereka saling bertatapan tajam,nando memukul stang mobil kemudian menghidupkan nya meninggalkan halaman rumah dengan perasaan bercampur aduk kesal,muak,benci tapi dia juga mencintai gadis itu.


Sementara nissa dan revan baru sampai di depan kantor mereka berdua sempat mampir di laundry langganan nissa untuk mengambil pakaian kostum dan gaun,semua staff dan beberapa karyawan menyapa dan menatap heran kedua nya mereka di buat bertanya-tanya ada apa gerangan hingga bos nya bisa bareng dengan nissa yang bisa di anggap paling ceroboh diantara staff lain nya.


"Coba lihat mik,si nissa kok bisa bareng bos gitu yah,apa mereka ada hubungan"bisik salah satu staff


"Gak mungkin lah pak revan mau sama nissa,paling kebetulan nemu di jalan aja"balas staff bernama mikha sambil tertawa mengejek


"Tau elo nin,ngaco aja yuk kita balik kerja lagi"sahut teman staff lain nya


Nissa sempat mendengar pembicaraan tersebut ketika melewati mereka namun dia mencoba rileks dan tidak peduli,dia ke ruangan nya menaruh tas dan menggantung pakaian yang di bawa tadi kemudian melakukan tugas nya.


***


Di dalam kelas semua murid fokus menyimak penjelasan di white board yang membahas pelajaran matematika mengenai geometri dan trigonometri.


Selang waktu setengah jam bel ganti pelajaran berbunyi "Waktu bapak sudah habis kalian lanjut belajar di rumah dan ulangi lagi materi kita ini"ucap guru tersebut sebelum meninggalkan kelas di gantikan guru lain


"Selamat pagi jelang siang juga pak"seru murid semua nya kecuali ranny


"Are you ready"tanya nya


"Ready pak"jawab para murid


"Hari ini materi kita akan membahas mengenai verb reguler dan irregular mulai dari v1,v2,v3,sampai v-ing kemudian memperatekkan nya"ucap guru tersebut lalu memulai pelajaran,dia menjelaskan dengan pelan dan detail setiap materi agar semua murid lebih mudah memahami nya.


"Pak nando kalau ini termasuk contoh v1atau v2 "tanya murid perempuan bernama lita


Nando tidak langsung menjawab dia menatap semua murid pandangan nya jatuh ke salah seorang murid perempuan yang bukan nya memperhatikan pelajaran malah sibuk menatap keluar jendela melihat para murid lelaki bermain basket di lapangan.


"Ranny"panggil nya namun gadis itu tidak mengalihkan pandangan karena tidak mendengar atau sengaja mengacuhkan


sampai mawar melempar bulatan kertas pun tidak berpengaruh

__ADS_1


"RANNY"teriak nando dia kehilangan kesabaran nya dan menghampiri ranny semua murid menatap ke arah mereka berdua dengan sedikit takut


Nando menarik nafas ketika sampai di meja ranny "kamu gak dengar saya manggil"tanya nya


Ranny melihat semua murid memperhatikan nya "maaf pak saya sedang tidak fokus"jawab ranny dengan menunduk


"Sekarang kamu maju ke depan ulangi semua penjelasan saya tadi ke teman-teman kamu"titah nando


Ranny terkejut namun dia mencoba bersikap biasa saja dan maju ke depan menjelaskan ulang di awal-awal v1 dan v2 dia cukup lancar namun selanjut nya dia terdiam tidak tahu lagi karena tidak mengerti dia memang mahir berbicara bahasa inggris namun dia tidak bisa menjelaskan detail nya seperti kenapa verb v2 harus kaya gitu,kenapa harus v3 bukan v-ing aja dan lain nya.


"Kenapa diam lanjutin dong sampai selesai"titah nando


"Saya gak tahu lagi pak"jawab ranny


"Maka nya kalau saya jelasin tuh di simak"nando kesal dan menyuruh ranny kembali duduk sementara dia mencoba menjelaskan lagi


Bel istirahat terdengar "Ranny kamu ikut ke ruangan saya"titah nando dan meninggalkan ruangan kelas


"Aish mau apa lagi sih nando sialan gak cukup dia tadi sudah mempermalukan gue di depan semua murid"umpat ranny dalam hati


"Yah kita gak bisa makan bareng di kantin dong ran?"keluh mawar


"Bisa lah gue paling sebentar aja war"balas ranny


"Mawar kamu makan sama kita aja yuk di kantin"ajak cindy teman satu kelas nya


"Iya war elo duluan sama mereka nanti gue nyusul"suruh ranny


"Ok gue duluan,benaran yah nyusul"seru mawar yang di iyakan ranny kemudian mereka meninggalkan kelas menuju kantin


Ranny memasukkan buku nya ke dalam tas hari ini hanya dia dan mawar yang turun karena niken sebelum masuk kelas sempat menelpon memberitahu bahwa dia masih berada di rumah sakit,dia sudah sembuh hanya saja om firman memaksa untuk merawat nya sehari lagi.


Ranny melangkah keluar kelas dia berjalan melewati ruangan guru menuju ruangan pribadi nando yang memang di pisah dari ruangan guru-guru lain nya wajar karena paman nando adalah pemilik yayasan dan keluarga Dangelo pensupport dana paling banyak di sekolah,ranny menaiki tangga lurus kemudian berbelok ke kiri paling pojok terdapat sebuah ruangan,dia memasuki nya tanpa ragu dan di dalam ruangan cukup temaram tangan nya bergerak mencari seklar lampu di samping pintu


"Jangan nyalakan lampu nya"larang nando dia berdiri dan mendorong tubuh ranny ke sofa lalu mengambil remot kecil dari kantong celana menekan tombol on maka otomatis pintu terkunci,kedua nya saling menatap tajam dia mencoba bangkit namun kedua tangan nya di cengkram erat,nando menindih tubuh nya,ranny terus memberontak dan berteriak,sayang sekali kekuatan nya kalah dengan nando seterus nya terjadi lah sesuatu.

__ADS_1


__ADS_2