
Nissa masih berada di ruangan revan dia tertidur di kasur,rupa nya rapat kali ini berlangsung cukup lama.Menjelang sore baru lah revan keluar dari ruang rapat
"Noh calon istri elo ketiduran nungguin"ucap donny kepada revan
"Iya kasihan"balas revan
"Cakep juga yah doi kalau lagi tidur"puji nya sambil tersenyum nakal kepada revan
revan menatap acuh "Sudah mending elo out sana,bikin gue sebel aja"
"Ciie tau deh gue yang lagi ingin berduaan"goda donny
"Apaain sih elo,sudah sana susul tuh lita" mendorong tubuh donny pelan sampai pintu
"Eh tunggu gak sabar banget sih elo,mau ena ena an yah"ucap donny sambil menahan pintu
"Gisel ngundang kita ke pesta ulang tahun nya,elo datang kan sekalian bawa calon istri elo tuh" ucap nya lagi
"Kaya nya gue gak bisa deh"jawab revan
"Yaellah sudah gak pernah lagi kumpul di night club,sekarang datang ke ulang tahun sahabat elo sendiri juga elo enggan,ayo lah kita semua kangen sama elo"bujuk donny
"Ok gue pikirin deh,sekarang elo pergi dulu sana"titah revan mendorong pintu berlahan
"Gue tunggu keputusan elo,awas sampai gak datang gue bakar resto elo ini"ancam nya
"Iya bawel "ucap nya dan mengunci pintu
Revan berjalan memasuki kamar duduk di pinggiran kasur menatap nissa yang masih tertidur,dia membelai rambut nissa lembut perasaan nya tiba-tiba menjadi hangat ketika di dekat gadis itu,revan mendekatkan wajah nya mencium pucuk kepala nissa,nissa mulai terusik dia menggerakkan tubuh nya berlahan membuka mata,dia terkejut melihat revan menatap nya begitu intens "Pak revan maaf saya ketiduran"nissa bangun duduk sambil mengucek mata nya yang masih mengantuk
"Tidak apa-apa nis,saya yang harus nya minta maaf karena membuat mu terbangun"balas revan
"Bapak sudah lama selesai,mari kita pulang"ajak nissa tersenyum
"Saya baru selesai,maaf kamu harus menunggu lama nis karena kami tadi cukup lama membahas projek untuk lomba makan yang akan di adakan akhir bulan ini"jelas revan
"Dalam rangka apa pak"tanya nissa
"Ulang tahun resto yang ke-3"jawab revan
"Ayo kita pulang sekalian makan malam"ucap revan lagi
"Baik pak"nissa tersipu malu tangan nya di genggam lembut revan
Mereka meninggalkan ruangan menuruni anak tangga revan menggiring nissa duduk di luar,memesan makanan special dari resto milik nya "Pemandangan malam ini indah yah pak,langit begitu cerah banyak bintang-bintang juga"ucap nissa memandang ke atas
"Iya"balas nya tersenyum menatap nissa
Tidak menunggu lama makanan datang mereka menyantap hidangan yang tersaji
"gimana nis enak masakan nya"tanya revan
"Iya enak banget malah pak"balas nissa memakan makanan nya dengan begitu lahap dan cepat seperti nya dia lupa menjaga image di hadapan revan
"Kamu pelan-pelan aja makan nya nis nanti tersedak,oh yah itu salah satu makanan andalan resto ini dan saya juga yang membuat menu ini"ucap revan sambil melap mulut nissa yang sedikit belepotan dengan tisu
__ADS_1
"Wah serius kok bapak bisa jago masak juga"tanya nissa yang sedikit salting dengan perlakuan revan terhadap nya
"Waktu libur kuliah dulu,saya sempat ikut kursus memasak di paris"terang revan yang di angguki nissa
"Kamu pulang kemana habis ini,apa tidur di tempat mama lagi aja"tawar revan
"Tidak pak,saya temani nenek di rumah sakit aja,nissa kangen nenek"balas nissa
"Baik saya antar kamu ke sana"ucap revan,mereka berdiri meninggalkan resto menuju rumah sakit di temani Maudy Ayunda "perahu kertas".
*****
Sejak sepulang sekolah niken mengunci diri di kamar dia terus menangis mengingat kejadian pagi tadi di sekolah dengan nissa
"Apa begitu besar salah ku sampai membuat nya mendendam padahal ku sudah berusaha berulang kali meminta maaf dan menuruti semua keinginan nya dengan memberi dia uang tiap bulan tapi kenapa dia masih tidak mau melupakan kejadian itu,aku sungguh tidak tahu harus berbuat apa lagi"niken bermonolog
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan nya "Siapa"tanya niken dengan suara serak habis menangis
"Bibi non,non niken di panggil tuan ke bawah untuk makan malam"jawab bik minah dari balik pintu
"Iya sebentar lagi niken turun"seru niken
"Papa pasti ingin membahas pertunangan ku dengan bisma lagi,pasti dah ini"pikir nya
kemudian bersiap untuk turun ke bawah
"Mata mu kenapa bengkak gitu,kamu habis menangis"tanya danny saat niken tiba di meja makan
"Niken habis makan papa ingin berbicara dengan mu"ucap danny
"Kalau papa mau bahas pertunangan ku dengan bisma jawaban nya tetap sama niken gak mau"balas niken sambil menyantap makanan nya
"Terserah niken,tapi papa juga akan tetap menunangkan dan menikahkan kalian setelah kamu lulus"tekan danny
"Oh yah papa sudah membicaran masalah ini dengan kedua orang tua bisma dan mereka setuju,besok mama bisma akan datang ke rumah untuk mengajak mu berbelanja keperluan pernikahan kalian jadi pastikan besok kamu tidak pulang terlambat karena papa sudah menyuruh pak dito untuk menjemput mu di sekolah"jelas danny kemudian berdiri
"Papa..."niken hendak membantah namun danny sudah pergi tanpa mendengarkan nya.Niken menghempaskan sendok yang di genggam nya ke atas meja kemudian berlari menuju kamar,dia mengobrak ambrik isi lemari mencari sesuatu setelah menemukan yang di cari berupa sebuah botol niken membuka tutup tersebut tanpa ragu dan menelan beberapa obat yang ada di dalam nya,napas niken berlahan menjadi tidak teratur seperti nya dia mengalami overdosis pandangan nya menjadi gelap di sertai keringat dingin berangsur-angsur niken mulai kehilangan kesadaran dan tergeletak di lantai.
Bik minah yang saat itu ingin kembali ke kamar setelah mengunci pintu rumah tiba-tiba berhenti pandangan nya fokus menatap pintu kamar niken yang masih terbuka
"Tumben non niken gak menutup pintu kamar,mungkin lupa kali yah"gumam nya kemudian melangkah menaiki tangga menuju kamar niken
"Non sudah tidur kok pintu nya gak di tutup sih nanti banyak nyam..."ucap nya terputus
"Masya Allah non niken,non kenapa bisa begini"sambung nya mendekati tubuh niken yang tidak berdaya
"Tuan tuan danny"teriak bik minah histeris
melihat mulut niken berlahan mengeluarkan busa
"Ada apa sih bik,teriak teriak gitu emang bibi pikir rumah saya hutan ah"bentak danny saat tiba di kamar niken
"Non niken tuan mu..lut nya berbusa,berkeringat juga tuan sa...ya takut ter...jadi apa-apa dengan non niken"ucap bik minah sesegukkan menahan tangis
__ADS_1
"Dasar anak bodoh"danny mendekati niken
"Suruh pak dito siapin mobil,Sekarang"
teriak nya sambil mengangkat tubuh niken memasukkan ke dalam mobil menuju rumah sakit.
Tiba di rumah sakit niken langsung di tangani oleh dokter firman paman niken kakak kandung dari mama nya niken
"Apa yang terjadi dan,kenapa dia sampai overdosis begitu,elo apa kan keponakan gue"tanya firman ketika keluar dari ruang perawatan niken
"Maaf mas"ucap danny menunduk
"Gue gak butuh maaf elo,yang gue tanyakan sekarang kenapa niken seperti itu ah"firman marah mencengkram kerah baju danny
"Pa tenang dulu,ini rumah sakit dan papa dokter di sini"ucap dessy istri firman yang juga merupakan dokter di rumah sakit tersebut
"Gue tanya sekali lagi niken kenapa"tanya firman pelan dan melepaskan mengkraman nya,namun danny tidak bergeming sama sekali seolah nyali nya ciut ketika berhadapan dengan firman
"Hey jawab elo bisu dan"teriak nya,dessy menarik ujung jas dokter milik firman
"Bik minah tau gak apa yang terjadi dengan niken"tanya dessy menatap lembut wajah bik minah yang sedari tadi berdiri memperhatikan dengan takut
"Bibi kurang tau yang terjadi saat itu non dan tuan makan malam bibi meninggalkan mereka berdua ke kamar,setelah bibi kembali hendak mengunci pintu tiba-tiba bibi lihat pintu kamar non niken terbuka,bibi hendak menutup nya sampai depan kamar bibi terkejut non niken sudah tidak sadar dengan mulut berbusa dan berkeringat bu"terang bik minah
"Bibi tau obat yang di minum niken"tanya dessy lagi
"Bibi tidak tau bu tapi bibi menemukan ini di lantai samping non niken " jawab bik minah sambil mengeluarkan sebutir obat dari kantong baju nya
"Ini obat yang niken minum bik"dessy terkejut tidak percaya dengan obat yang di pegang nya
"Obat apa itu ma,biar papa lihat"firman mengambil alih obat tersebut
"Ini kan obat anti depresi dengan dosis penenang yang cukup tinggi,dari mana dia mendapatkan nya"ucap nya
"Woi danny diam bae elo,jawab dari mana niken dapat obat ini,secara ini bukan obat sembarangan yang bisa di jual di apotik untuk mendapatkan nya memerlukan resep dari dokter psikiater langsung"jelas firman
"Aku gak tau juga mas dia dapat itu dari mana"balas danny
"Elo gak tau,terus elo ngpain sebagai orang tua nya di rumah danny"seru firman yang membuat nya greget dengan tingkah danny
"Pokok nya elo cari tau sedetail mungkin gue tunggu sampai besok,awas aja elo bilang gak tau lagi gue tabok beneran muka elo"ancam nya
"Bik minah ikut saya ke kantin yah"ajak dessy
"gak usah bu saya di sini aja nunggu non niken"tolak bibi
"Ayo lah bik temani saya lagian kita lama tidak bertemu dan please jangan panggil ibu dong saya berasa sudah tua,panggil saya dessy aja ok"dessy tersenyum menggenggam tangan bik minah
"Tapi ..."jawab nya terpotong
"Sudah bibi ikut aja"titah firman menggandeng tangan istri nya berlalu meninggalkan danny sendiri
"Shitt...ah"umpat danny menjambak rambut nya frustasi
Tanpa di sadari seseorang sejak tadi memperhatikan dan mendengar semua percakapan mereka dia tersenyum senang seperti telah memenangkan lotre sambil sesekali menyeruput minuman nya "Rupa nya gadis itu bisa depresi juga ternyata, emm permainan berikut nya pasti akan lebih menarik berlahan tapi pasti aku akan membuat hidup mu seperti di neraka,nantikan lah Niken" dia menatap tajam gelas plastik yang di genggam nya tangan nya meremas mencoba meremukkan gelas tersebut lalu membuang nya ke tempat sampah.
__ADS_1