The Black World

The Black World
Chapter7:Sesuatu yang di rahasia kan


__ADS_3

Semua orang berkumpul untuk sarapan tidak terkecuali revan dan nissa yang juga ikut bergabung menyantap hidangan yang tersedia berupa nasi goreng buatan ranny dengan lahap karena di rumah dia paling terkenal jago membuat nasi goreng biasa menjadi luar biasa


"Mi pi semua nya ranny duluan yah ada tugas yang harus di kerja kan di kelas"ucap ranny ketika selesai makan


"Kamu berangkat bareng nando aja,kalian kan satu sekolah ran" aura mengingatkan


"gak usah mi,ranny buru-buru lagian..."ucap ranny terpotong


"aku sudah selesai,ayo kita berangkat"sela nando


"kami berangkat dulu ma pa"ucap nando lagi sambil mencium tangan ke dua orang tua nya yang di ikuti ranny


"Ya sudah kalian hati-hati,nando jangan ngebut,ngerti"kata aura yang di angguki nando


"maaf,tapi apa aku bisa ikut kalian ke sekolah,dompet ku ke tinggalan di kantin"tanya nissa yang di tatap heran revan


"ok baik lah kak" jawab ranny cepat


"gak usah ran,nissa biar sama aku"sela revan


"kita duluan kak,mi pi assalamualaikum"jawab ranny kemudian setengah berlari menuju mobil


"waalaikum salam"sahut aura


"Nando buruan gue telat"teriak ranny dari luar


"Iya ini gue"balas nya berteriak juga sambil menyusul ranny,mereka menggelengkan kepala melihat kelakuan pasangan tersebut


"Pasangan ajaib"gumam revan


"Oh yah kenapa dompet mu bisa ada di kantin sekolah ranny,nis"tanya aura


"Saya kerja part time di kantin atau perpus tan setiap hari jumat dan sabtu"jelas ranny


"Kamu rajin banget nis"puji aura


"Terus kenapa curut itu bisa di sekolah ranny juga ma"tanya revan


"Revan jaga bicara kamu,dia itu adik kamu"tegur arka


"Maaf,revan bercanda pa"ucap nya menyesal


"Kamu tau kan Om Herlambang mengajar di sana ,tapi dia sedang sakit sekarang lagi berobat ke Singapura jadi dia meminta nando menggantikan sementara berhubung nando gak terlalu sibuk juga sama bisnis nya sekalian nempelin ranny siapa tau mereka bisa kasih cucu lagi buat mama"jelas mama sambil senyum-senyum sendiri


"Terserah mama deh,ayo nis kita ke sekolahan ranny"ajak revan


"Om tante kami pergi dulu,makasih tante sudah menyambut nissa dengan baik"pamit nya memeluk aura


"sama-sama sayang,kamu jangan merasa sungkan dengan tante"balas aura memeluk nissa


"ma pa kami pamit"ucap revan mencium tangan kedua orang tua nya di ikuti nissa


"Hati-hati van"ucap aura yang di iya kan revan,mereka berdua menuju mobil meninggalkan kediaman keluarga Dangelo


"Semoga mereka berdua berjodoh yah pa dan revan bisa melupakan anita serta ceria seperti dulu"harap mama yang di aminkan papa arka


#Sekolah

__ADS_1


Ranny memasuki gerbang sekolah dengan berjalan kaki sebelum sampai di tikungan dia meminta nando menurunkan nya,nando sempat menolak namun ranny terus meminta di turunkan bahkan mengancam akan melompat dari mobil,ranny hanya mencoba menghindar dia tidak ingin orang lain tau hubungan nya


"Ranny"panggil mawar yang berjalan di belakang nya bersama niken


"Elo sudah benaran sembuh war"tanya ranny ketika meraka sampai di hadapan nya


"Iya dong "jawab mawar pasti


"Bagus deh,lah mata elo kenapa bengkak nik"tanya ranny lagi ketika dia sadar mata niken sedikit bengkak dan hitam


"Biasa habis begadang nonton drakor ran"yang di jawab mawar


"Ya ampun niken,elo tau kan kita sebentar lagi ujian malah begadang gak jelas,elo mau gak lulus dan mengulang setahun"omel ranny yang lebih mirip emak-emak


sukses membuat mawar tertawa dan niken yang membentuk huruf "V"dengan jari nya sambil tersenyum memasang wajah sok imut nya,mereka bertiga berjalan menuju kelas


Sementara itu dalam perjalanan revan dan nissa mengobrol sambil sesekali tertawa


"Tuhan seperti nya aku mulai nyaman dengan gadis ini,entah kenapa sikap dan perilaku lembut nya sama persis dengan anita,tapi apa mungkin ada orang yang sama yah"pikir revan


"Pak revan kenapa melihat saya terus,saya jadi grogi kalau begitu"kata nissa menunduk malu


"tidak,kamu hanya mengingatkan saya dengan seseorang,apa kamu punya saudara nis?"tanya revan


"tidak ada,saya anak tunggal pak"jawab nissa


"Gitu,kita sudah sampai nih kamu mau di temani ke dalam"tawar revan


"Biar nissa sendiri aja,gak lama cuma mengambil dompet "jawab nya


"mbok lihat dompet saya kemarin tertinggal"tanya nya buru-buru pada ibu kantin


"ah ini nis,mbok simpan kan kemarin di panggil kamu gak dengar langsung pergi"terang mbok


"makasih mbok,kemarin saya buru-buru jadi gak dengar"jelas nya


"ya udah nissa pergi dulu mbok ke kantor"ucap nya lagi


"iya hati-hati nis"ujar mbok yang di senyumin nissa


Di koridor nissa berpapasan dengan ranny yang membawa banyak buku di tangan nya


"kak nissa,sudah ambil dompet nya"tanya ranny


"iya barusan nih,kamu habis dari mana kok banyak banget bawa buku"tanya balik nissa


"ini dari ruangan guru kak,tadi di suruh mengambil buku tugas teman-teman"jawab nya


"Oh yah kakak jangan bilang siapa-siapa kalau aku sudah menikah"minta nya pelan setengah berbisik


"kenapa di rahasiain ran,sahabat kamu juga tau hal ini kan"balas nya


"sahabat aku juga gak tau kak dan aku gak mau siapa pun di sekolah ini tau"terang ranny


Nissa tersenyum senang "Ok tenang aja ran,kakak gak akan kasih tau siapa pun"


"Ranny kok lama banget sih,keburu istirahat tau"ucap mawar yang tiba-tiba datang bersama niken, dia terkejut melihat ranny akrab dengan nissa

__ADS_1


"Buku ku tadi jatuh malah berat pula maka nya lama" alasan ranny


"yah udah kita bagi tiga"usul mawar


"Kalian duluan,aku mau ke toilet "tanpa mendengar jawaban niken langsung pergi


"Uh niken alasan,dia pasti males di suruh bawa buku tuh"ucap mawar kesal


"Ran aku pergi dulu yah"pamit nya pada ranny


"Ok,makasih kak"balas ranny yang di angguki nissa kemudian pergi dari tempat itu


"Siapa dia ran"tanya mawar


"Dia yang bantu mengambil buku terjatuh tadi dan seperti nya dia bekerja part time juga deh soal nya beberapa kali ku lihat dia di kantin dan di perpus" jawab ranny


"Oh"balas mawar singkat,mereka memasuki kelas dan membagikan buku tugas murid-murid lain


Nissa terus berjalan sampai sebuah tangan menarik nya memaksa nya berhenti


"Maksud elo apa dekatin sahabat gue"tanya seorang gadis


Nissa melepaskan kasar tangan nya dari gadis itu "Maksud elo apa,gue gak ngerti dan juga gue gak pernah dekatin sahabat elo itu"jawab nya santai


"Elo munafik tau gak"ucap gadis itu


"APA elo bilang gue munafik,elo gak punya kaca,kaca tuh muka elo sebelum ngantain gue"nissa menarik gadis itu ke dalam toilet menghadap kan wajah nya ke kaca di westafel


"Dan ingat jangan pernah berani sama gue atau elo akan membusuk di penjara"ucap nissa berbisik di telinga gadis itu


"Gue tau elo benci sama gue tapi bisa kah sedikit aja elo memaafkan gue"ucap gadis itu mulai terisak


"Memaafkan elo,M-I-M-P-I" ucap nissa menyeringai


"Sampai kapan elo nyiksa gue terus,gue sudah turuti semua permintaan elo dan itu sudah lama berlalu,gue mohon bebasin gue nis"ucap gadis itu memelas


"sampai elo mati,terus lah berharap pengampunan gue Niken Almaira Putri,hahaha" nissa tertawa puas melihat ketidak berdayaan gadis itu dan berlalu pergi menuju parkiran.


Sepeninggal nissa,niken terus menangis pandangan nya mulai gelap kepala nya seakan berputar-putar ,dia keluar dari toilet baru beberapa langkah niken ambruk tidak sadar kan diri untung nya ada seorang siswi yang melintas meminta tolong dan membawa niken ke UKS


"Maaf membuat bapak menunggu lama "kata nissa saat tiba di mobil sambil memasang sabuk pengaman


"gak papa nis,kita mampir ke resto saya sebentar yah"ucap revan yang di iyakan nissa.


Mereka menuju resto,revan memutar musik sebuah lagu dari Yura Yunita berjudul Berawal Dari Tatap mengiringi perjalanan mereka,revan fokus menyetir sambil sesekali tersenyum melirik nissa yang asyik menatap keluar jendela "Aku akan membunuh mu berlahan niken,kamu akan merasakan sakit yang aku rasakan selama ini"batin nissa mendendam.


.


.


.


Bersambung...!!!


Jangan sampai lupa meniggalkan jejak yah dengan vote dan komen aku😘


my send 23:50

__ADS_1


__ADS_2