
Ranny meninggalkan ruangan nando dengan mata masih sembab habis menangis dia berjalan menaiki tangga menuju ke atap ,di atas atap ranny duduk di kursi pohon diri nya kembali menangis mengingat perlakuan nando di ruangan nya.
*flashback on:
"Lepasin gue brengsek"umpat ranny
namun tidak di perdulikan nando dia terus menindih ranny mencium paksa bibir serta tangan nya bergerak cepat membuka kancing baju dan meninggalkan tanda di sana,ranny sendiri sudah berulang kali memberontak menendang kaki dan mendorong tubuh lelaki itu.Semua nampak sia-sia nando benar-benar kuat menahan diri nya hingga membuat ranny pasrah dengan keadaan nya sekarang tubuh nya bergetar karena menangis
"Maafin aku yang selalu membuat mu benci setiap melihat ku,aku hanya tidak tahu harus berbuat apa lagi,aku benar-benar kehabisan cara untuk memberitahu bahwa aku sungguh sangat mencintai mu.Demi nyawa ku yang berada di tangan-Nya aku rela melakukan apapun tapi tidak untuk pergi dari mu"nando terisak memeluk erat ranny
"Bisa kah elo mengembalikan aldo ke gue"sahut ranny yang masih* berada dalam pelukan nando
"Seandainya saja ran,aku pasti akan melakukan nya aku siap mengganti nyawa ku dengan aldo asal kamu bahagia dan bisa tersenyum kembali"balas nando sesak
"*Kalau begitu jangan pernah berharap gue akan melupakan semua nya"ranny mendorong keras tubuh nando hingga pelukan nya terlepas
"Buka pintu itu atau elo akan melihat gue meregang nyawa di sini"ranny mengambil gunting di atas meja dan mengarahkan ke perut nya
"Baik lah*"ucap nando yang mengambil remot dari dalam kantong celana nya menekan tombol dan pintu pun terbuka
Ranny kembali meletakkan gunting tadi di atas meja sebelum meninggalkan ruangan diri nya terlebih dahulu merapikan penampilan nya yang sekarang berantakan serta mengancing baju seragam nya,dia sempat memperbaiki salah satu kancing yang hampir terlepas di karena kan perbuatan kasar nando yang membuka paksa kancing nya.
flashback off
Sampai waktu pulang sekolah ranny tetap di atas atap,dia mencoba menenangkan pikiran nya yang kacau dengan menghirup udara sebanyak-banyak nya kemudian berjalan menuju kelas mengambil tas
"Ranny elo kemana aja sih gue cariin dari tadi gak ada,elo bilang mau menyusul ke kantin malah gak nongol"semprot mawar ketika ranny sampai di kelas
"Sorry gue tadi sakit perut"bohong ranny
"Terus sekarang gimana masih sakit"tanya mawar khawatir
"Sudah nggak lagi"jawab ranny menggelengkan kepala nya
__ADS_1
"Ya sudah kita pulang"ajak mawar
Mereka berjalan melewati koridor menuju parkiran "Elo belum di jemput ran"tanya mawar karena tidak melihat pak darmin
"Gak kita naik busway aja yuk"jawab ranny sambil melangkah keluar dari gerbang sekolah,mereka menunggu di halte tidak lama sebuah mobil menghampiri kedua nya
"Kalian masuk ke mobil biar saya antar"ucap seseorang setelah menurunkan kaca jendela nya
"Gak usah pak nando,kami naik busway aja"tolak mawar
"Ayo masuk,tidak baik menolak ajakan orang yang menawarkan bantuan"ujar nando yang berhasil membuat mawar menuruti perintah nya tapi tidak dengan ranny
"Ayo ran kita masuk"ucap mawar namun ranny acuh dan berlari ke seberang jalan
"Ranny"teriak mawar dan nando bersamaan melihat ranny yang telah menaiki angkot,entah angkot itu nomor berapa dan akan membawa nya kemana
"Mawar kamu cepatan naik kita susul ranny"titah nando,mawar bergegas membuka pintu depan,mobil melaju dengan kecepatan tinggi menyusul angkot
"Saya gak tau nomor lengkap nya pak tapi kalau gak salah ada angka 7 terus berapa lagi mawar gak lihat dan angkot itu berwarna biru pudar"jelas mawar dia cukup panik melihat tingkah tak terduga sahabat nya
"Ah shit"umpat nando ketika lampu rambu lalu lintas berubah merah dan angkot itu telah berhasil melewati nya
"Yah angkot nya menghilang pak,gimana nih dengan ranny"mawar semakin cemas
"Kamu jangan khawatir kita akan menemukan nya"nando menenangkan mawar kemudian mengambil ponsel menghubungi seseorang
"Dimas gue butuh bantuan elo,lacak keberadaan ranny sekarang"suruh nya pada seseorang di seberang sana
Beberapa menit kemudian
"Gue ketemu dia di jalan mangga dua arah pom bensin belok kiri lurus ke kanan ada persimpangan belok lagi ke kiri putar ke kanan nah di sana makhluk itu mendarat"jawab orang di telpon yang membuat mawar melongo dan nando berdecak sebal
"Jangan main-main dim,kasih tahu dimana?" ucap nando
__ADS_1
"Ok santai bro,dia di jalan mangga dua seventeen cafe cake and..."putus nando mematikan panggilan dan menuju tempat ranny berada
15 menit kemudian mereka sampai dan memasuki cafe melihat sekeliling mencari ranny "Pak itu ranny"tunjuk mawar ketika melihat gadis berseragam putih abu-abu
Mereka menghampiri meja gadis itu,nando menyentuh pundak nya yang membuat gadis tersebut menoleh menatap tajam nando
"Ranny elo gila yah pakai lari-lari segala tadi,gue khawatir tahu"gerutu mawar duduk di kursi samping ranny dan menyuruput segelas jus melon milik nya
"Gue minta maaf war cuma suasana hati gue sekarang sedang gak baik,gue ingin sendiri dulu"ucap ranny,mawar menatap heran sahabat nya
"Elo bisa cerita semua masalah nya ke gue,gue siap dengarin ran"bujuk mawar,namun ranny menggelengkan kepala nya
"Gue akan cerita pasti tapi gak untuk hari ini,ok"ranny menggenggam tangan mawar berharap gadis itu mau mengerti
"Ok baik lah kalau itu mau elo,gue pulang sekarang yah ran"pamit ranny
"Kita sekalian makan siang dulu"cegah ranny ketika mawar mulai berdiri
"Bapak makan siang sama kami juga yah"ajak mawar,nando mengangguk mengiyakan setelah sejak tadi diri nya hanya diam memperhatikan kedua sahabat itu.
Selesai makan mawar dan ranny di antar nando pulang ke rumah "Ran gue masuk ke dalam yah,pak nando makasih tumpangan nya maaf merepotkan"ucap mawar ketika turun dari mobil
"Sama-sama mawar"balas nando
"Hati-hati di jalan"seru mawar kemudian masuk ke rumah
"Harus yah elo bersikap kaya gitu tadi,kayak anak kecil tahu gak pakai lari-larian segala"sindir nando
"Kalau iya kenapa memang nya,elo mau apa"tantang ranny
Nando tidak menjawab dia mengemudikan mobil dengan cepat membelah kemacetan tidak peduli berapa banyak orang mengumpati nya karena sembrono berkendara,ranny hanya mendesah melihat sikap nya.
Sementara mawar menangis di kamar menyaksikan perilaku abang nya selama satu tahun terakhir ini yang setiap hari semakin menggila dengan minuman haram serta obat-obatan berjenis narkotika bahkan tidak jarang abang nya membawa perempuan nakal ke rumah,semenjak di tinggal kabur kekasih nya sikap bang vino mulai berubah tidak terkendali.
__ADS_1