
Setelah selesai mandi aura,ranny dan nissa bersiap untuk pergi ke butik sementara arka,revan dan nando baru pulang sehabis dari jogging.
"Kalian mau berangkat sekarang ma?"tanya papa saat memasuki rumah
"Iya pa,papa bersih-bersih gih sama revan dan nando,mama sudah siapin serapan untuk kalian"balas mama
"Ok,kalian berdua sudah makan nak"tanya papa pada nissa dan ranny
"Nanti pa,kami makan di luar aja"jawab aura
"Ran kamu jangan bawa mobil ngebut"ujar nando mengingatkan
"Kami pakai sopir nando,kamu gak perlu khawatirin ranny"balas aura
"Baik lah hati-hati di jalan"ucap papa yang di angguki ke tiga nya setelah itu mereka menaiki mobil menuju butik
Di perjalanan mereka mengobrol dan tertawa satu sama lain
"Jadi kak nissa pernah ikut lomba menyanyi dan juara satu juga"ranny memastikan
"Iya waktu kelas 3 SMA seperti kamu sekarang ini,kalau kakak lagi melihat mu kakak jadi teringat masa-masa sekolah dulu ran"jawab nissa tersenyum
"Kakak SMA dimana dulu"tanya ranny lagi
"SMA Tunas Bangsa"jawab nissa
"Kenapa kamu gak lanjutin kuliah nis"kali ini aura yang bertanya
"Nissa sebelum nya pernah kuliah sampai satu setengah semester tan,terus berhenti nissa lebih memilih untuk fokus bekerja dan merawat nenek"jawab nya
"Kakak ambil jurusan apa"sambung ranny
"Tata busana ran"balas nissa
"Bagaimana setelah menikah nanti kamu minta revan untuk lanjutin kuliah mu nak,revan pasti akan setuju dan mendukung terlebih tante pernah cerita ke kamu kan bahwa dia sangat mencintai dunia pendidikan sampai pernah di nobatkan menjadi Duta Pendidikan waktu kuliah di Belanda"ucap aura
"Iya tante nissa ingat kok,hanya saja nissa tidak nyaman dengan pak revan"nissa sungkan
"Kamu tidak perlu merasa tidak nyaman atau apapun nis ungkapin semua nya,sebentar lagi kalian juga akan menjadi sepasang suami istri"ucap aura
"Iya tan"balas nissa
"Mi kita sudah sampai nih depan butik tante marcella"seru ranny ketika mereka tiba di butik
"Iya sudah ayo kita turun,kamu tenang aja yah nis tante akan bantu kamu ngomong sama revan"ucap aura mengusap rambut panjang nissa
Mereka bertiga turun dari mobil melewati pintu masuk butik langganan keluarga Dangelo.Pemilik butik itu sendiri adalah Marcella Oliviara Bramjaya yang merupakan sahabat dekat Aura dari kecil sampai saat ini.
"Aura"sapa cella menghampiri aura memeluk dan mencium kedua pipi nya
"Kok gak bilang mau kesini"tanya nya setelah selesai cipika cipiki
"Kejutan lah cell,kaya gak tau gue aja"jawab aura santai
"Untung gue di butik coba gue fashion show gak ketemu kita"balas nya
"Gue tau pasti kapan elo ada dan gak ada di sini"kata aura sambil berjalan melihat-lihat gaun
"Jangan bilang elo mata-matain gue"tanya cella namun aura hanya mengangkat bahu nya acuh
"Cewek dekat ranny siapa ra"tanya cella lagi ketika melihat kedua perempuan itu sejak masuk hanya diam
"Tebak dong cell"suruh aura yang masih asyik melihat-lihat
"Asisten elo" tebak cella
"Asal elo kalau ngomong"ucap aura berbalik menatap cella
"Terus siapa dong"tanya nya lagi
"Menantu dan calon menantu gue,puas"jawab nya kesal
"Ranny Nissa kenalin ini tante..."ucap aura terpotong ketika melihat kedua nya masih berdiri di dekat pintu masuk
"Yah kalian berdua mau jadi maneken berdiri di situ"teriak aura kesal dan mengacak kedua pinggang nya dari tadi dia sudah berjalan-jalan melihat gaun tapi kedua nya sejak datang hanya diam di tempat,jarak antara aura dan mereka berdiri cukup lumayan jauh.
"Habis mami sih gak menghiraukan kami" ucap ranny dengan wajah cemberut nya ketika telah sampai di tempat aura
Aura menggaruk kepala nya yang tidak gatal melihat tingkah polos ranny "Maaf sayang mami lupa kalau bawa kalian"
__ADS_1
"Cella kenalin ini ranny dan ini nissa"ucap aura memperkenalkan kedua nya
"Gak usah di kenalin cebol ini gue juga tau kali,yang gue tanya satu nya noh"cella menunjuk nissa dengan dagu nya
"Gue belum selesai ngomong,jangan di potong dulu bisa kan"aura melanjutkan perkataan nya lagi setelah mendapat anggukan dari cella
"Ok jadi ranny ini menantu gue,istri dari nando dan nissa..."potong cella lagi
"Kok bisa ranny nikah sama nando bukan nya...."ucap cella terhenti setelah diri nya di tatap tajam oleh aura
"Ok sorry next"titah cella
"Dan nissa ini calon istri revan"lanjut aura
"Ya sudah sekarang kita pilih gaun dulu yuk baru jas untuk revan"ajak aura kepada ke dua nya
"Mana model baru cell"tanya aura
"Sini gue tunjuk kin"titah nya mereka pun berjalan mengikuti cella melihat-lihat model gaun-gaun pengantin milik nya
Butik cella sangat luas terdiri dari 3 lantai selain gaun dan jas pernikahan dia juga menjual semua jenis gaun dan kebaya serta lengkap dengan berbagai aksesoris pernikahan mulai dari kalung,anting,mahkota,hiasan rambut,sepatu,sarung tangan pengantin serta semua model-model nya pun terbaru dan kekinian mengikuti tren,itu lah kenapa aura lebih memilih ke sini dari pada ke butik lain yang mungkin lebih bagus lagi karena dia tidak ingin ribet kesana kemari mencari butik baru terlebih pemilik butik ini sahabat nya sendiri tentu cella akan lebih memahami dan tau selera terbaik nya.
Nissa sudah berulang kali keluar masuk kamar ganti mencoba semua gaun pengantin yang di rekomendasikan aura,ranny dan cella yang saat ini telah bertransformasi menjadi juri dadakan dalam menilai penampilan nissa.
Akhir nya setelah melalui berbagai drama perdebatan dan beragam alasan dari A sampai Z,mereka semua sepakat untuk memilih ke empat gaun tersebut yang akan di kenakan nissa pada hari H nanti.
Pencarian mereka belum berhenti sampai di situ saja saat ini tinggal mereka bertiga karena cella pamit pulang sekarang waktu nya untuk memilih setelan mempelai pria terus pakaian ijab kabul,lanjut ke seragam keluarga dan terakhir gaun prewed.
"Aku sih suka nya model yang biru malam itu mi?"jawab ranny
"Kamu gimana nis"tanya nya lagi pada nissa
"Sama tan"jawab nya
"Ok kita pilih gaun model ini yah mba"ucap aura kepada pegawai butik
"Terus apa lagi yah"aura bingung
"Kaya nya sudah lengkap semua mi,tinggal pilih aksesoris sama sepatu nya"jawab ranny sambil menatap gaun mini tanpa lengan berwarna peach itu
"Kamu mau gaun itu ran,ambil aja sayang"suruh aura
"Ah gak mi ranny cuma tertarik melihat tidak untuk memakai nya"ucap ranny dengan raut muka sedikit sedih
Aura mengerti dia mencoba mengalihkan pikiran ranny yang saat ini teringat akan aldo "Ran kita ke sana yuk lihat aksesoris nya" ranny langsung mengiyakan,mereka bertiga pun pergi untuk melihat-lihat
"Wah bagus banget sepatu nya,coba deh kakak pakai"ranny menyerahkan sepasang sepatu
"Itu kan cocok,mi lihat kak nissa sekarang"panggil nya pada aura
"Iya sayang kamu tambah cantik pakai sepatu itu tidak terlalu tinggi atau rendah pas di kaki mu"ucap aura
"Sekarang kita pilih kalung anting nya"seru ranny semangat
Mereka saling memberi komentar tentang apa yang di pakai nissa,nissa hanya diam karena memang selera mereka selalu sama dengan nya.
"Kaya nya kalung nya kurang pas sama gaun tadi mi,terlalu panjang dan lebar di leher kak nissa nya"pendapat ranny
"Ya sudah yang ini coba pakai nis"aura menyerahkan kalung dan anting pada nissa
"Ini baru pas mi,gak terlalu heboh dan elegan juga kalau tadi gak cocok banget berat pula apalagi yang pertama-tama tadi kak nissa hampir kaya toko perhiasan berjalan"seru nya
"Iya mami tau kamu memang fashionabel banget,gak salah kita bawa dia nis bisa di manfaatin"puji aura
"Iih mami jahat manfaatin ranny doang,ya sudah kita pulang ranny lapar "ucap ranny manja
__ADS_1
"Eh mahkota nya belum ran,pilih dulu habis itu kita cari makan"ucap aura
"Bagus nya apa nih mahkota atau hiasan rambut,ah beli dua-dua nya aja yah mi"tanya ranny
"Terserah kamu sayang" balas aura
Ranny langsung memilihkan mahkota dan hiasan rambut untuk calon istri kakak ipar nya tersebut "Kak nis ini gimana"tanya ranny menunjukkan sebuah mahkota pada nissa
"Kakak kurang suka ran"tolak nya lembut
"Kalau ini menurut mu ran"tanya nissa menunjukkan mahkota dan hiasan rambut di tangan nya
"Bagus kak,cobain deh"balas ranny nissa pun langsung memakai nya mereka membeli 5 model mahkota dan 7 jenis hiasan rambut kemudian membayar semua belanjaan di kasir.
Mereka bertiga keluar menuju parkiran di sana pak darmin sopir keluarga telah menunggu sembari mengobrol dengan petugas security toko kue yang berada di sebelah butik.
"Pak"panggil aura
"Oh iya nyonya,pak mahmud saya duluan majikan saya sudah selesai belanja nya"pamit pak darmin pada teman ngobrol nya
"Iya hati-hati di jalan pak"balas nya
Pak darmin membuka kan bagasi mobil membantu memasukkan barang belanjaan lalu membuka kan pintu mobil untuk nyonya dan nona nya
"Habis ini kita pulang atau jalan lagi nyonya "tanya pak darmin pada aura
"Kita cari makan siang pak dan bapak kan sudah saya bilangin jangan panggil nyonya lagi panggil aja nak ibu atau apa kek pak,bapak lebih tua dari saya,saya juga gak nyaman di panggil seperti itu"jelas ranny
"maaf nyo eh maksud saya bu "pak darmin gugup
"Nah gitu dong pak,panggil ranny aja juga cukup gak masalah"timpal ranny
"Iya nak ranny"balas pak darmin
"Ayo sekarang kita ke resto kak revan kan dekat tuh dari sini,ranny lapar banget sudah"keluh nya
"Iya sayang sabar yah,kasihan putri mami"aura mengelus rambut ranny dan memeluk nya.Nissa yang melihat itu terharu hati nya sangat nyaman berada di antara keluarga Dangelo keluarga itu begitu hangat dan saling menyayangi satu sama lain
.
.
.
Well 23.23 ku selesai nulis episode ini
Ehemm untuk gaun dalam episode kali ini aku khusus memilih untuk diri ku sendiri,
my wish😇suatu saat nanti ketika hari itu datang 👰bisa memakai salah satu dari ke-4 gaun tersebut💘
Jangan lupa komen dan like yah
Dukung aku terus dengan memberi vote dan jadikan novel ini favorit kalian
Berikut beberapa pakaian yang telah di beli oleh mereka bertiga.
Selamat berimajinasi dengan ku😄😄😄
Pakaian Ijab Kabul
e
Seragam Keluarga
Setelan Jas Revan
Gaun preweding k
Sepatu Nissa yang di pilihkan ranny
__ADS_1