The Black World

The Black World
Chapter8:Balas Budi Nissa


__ADS_3

Hampir satu jam pingsan namun niken belum sadarkan diri juga,ranny dan mawar tidak berhenti memberi minyak kayu putih di hidung dan dahi niken.


"Ran kok niken lama banget pingsan nya gue takut dia kenapa-kenapa deh"tanya mawar khawatir


"Sudah dia akan baik-baik aja,elo kasih terus minyak kayu putih"jawab ranny


"Sebenar nya apa yang terjadi sih tiba-tiba pingsan,pagi tadi baik-baik aja kan"tanya mawar lagi


"Kak kok teman saya masih belum sadar,yah"tanya ranny ke perawat UKS yang baru memasuki ruangan


"Sebentar saya cek teman anda dulu"ucap perawat perempuan


"Tekanan darah nya cukup rendah,seperti nya dia kelelahan dan sedikit stres,saya akan memberikan vitamin penambah darah ,tolong di kasih kan bila sudah sadar"ucap nya lagi


"terima kasih kak"ujar ranny


"Sama-sama,saya tinggal dulu"ucap nya di angguki ranny,kemudian berjalan meninggalkan ruangan


Sesaat kemudian niken sadar dia membuka mata nya berlahan menyesuaikan cahaya dalam ruangan "Niken omg elo sadar juga gue khawatir,elo lama banget pingsan nya"peluk mawar yang hampir menangis


"gue gak papa,sorry sudah bikin kalian khawatir"ucap niken pelan


"aww sakit ran"keluh niken saat tangan nya di cubit kecil


"itu hukuman buat elo karena sudah bikin gue dan mawar khawatir,elo ada masalah nik?"tanya ranny yang membuat niken sedikit terkejut


"Nggak ada,emang kenapa elo nanya gitu"jawab niken sedikit gugup


"Kata kakak perawat nya elo itu kelelahan dan stres,kalau ada masalah cerita dong sama kita jangan di simpan atau ini akibat elo sering begadang gak jelas "omel ranny


"bisa jadi tuh"timpal mawar


"gue cuma kecapean belajar dan kurang tidur aja gak ada masalah apapun"jawab nya berbohong


"yakin elo gak ada masalah"ranny memastikan


"iya cinta,sudah gue lapar tau"mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


" maafin gue ran mawar karena bohongin kalian,gue belum bisa cerita masalah ini"batin niken


"eh elo masih belum boleh banyak gerak niken"mawar mengingatkan


"gue udah sembuh dan please gue lapar banget,kita ke kantin yuk"ajak nya manja


"ayo, terus itu minum obat"seru mawar,niken memberi jempol sebagai tanda setuju,mereka bertiga keluar meninggalkan ruangan UKS.


Sementara revan memasuki resto milik nya bersama nissa berjalan melewati beberapa tamu yang sudah datang menaiki satu persatu anak tangga menuju ruangan yang terletak di lantai 2 mereka berbelok ke kiri kemudian lurus tepat di pojok terdapat sebuah pintu ber tuliskan CEO


revan membuka nya dan duduk di kursi


di atas meja tersusun rapi beberapa map dokumen berisi statistik penaikan dan penurunan pengunjung resto,revan melihat sekilas kemudian tangan nya beralih menggenggam telepon menghubungi asisten nya "Din tolong bawakan dua kopi capucinno dan cake ke ruangan saya"titah nya


"baik,segera pak"balas orang di telepon


Nissa duduk di sofa dia sejak tadi hanya diam mengamati ruangan revan yang cukup luas di dalam nya terdapat aquarium dan tempat tidur king size serta balkon yang menghadap ke pusat kota bila malam hari nampak jelas terlihat lampu-lampu dari gedung dan lampu jalanan.


Ketukan pintu mengalihkan perhatian nissa dia menatap perempuan muda berhijab merah,perempuan itu meletakkan satu kopi yang di bawa nya di meja revan dan satu di meja nissa bersama kue sambil tersenyum hangat yang di balas nissa


"Saya permisi dulu pak"ucap nya


"Baik saya permisi"ucap nya lagi sambil berlalu meninggalkan ruangan


"gimana tidur tadi malam dengan mama dan ranny nyenyak ?mereka ada cerita apa aja ke kamu?"revan berdiri mendekati nissa dan duduk di hadapan nya


"lumayan banyak pak,mulai dari cerita masa kecil bapak dengan pak nando yang sering barentem,prestasi-prestasi yang sudah bapak raih dari sekolah sampai sekarang,makanan kesukaan,hobby serta hal-hal yang paling di benci pak revan"terang nissa


"Astaga mama dari dulu gak berubah memang "ucap nya sambil menggelengkan kepala


"jadi kalian tidur nya jam berapa kalau cerita sebanyak itu"tanya revan lagi


"kami tidur hampir subuh pak,maka nya ranny tadi pagi buru-buru berangkat ke sekokah"jawab nissa sedikit tertawa


revan ikut tertawa "iya kasihan banget dia,di rumah itu selain jago masak ranny juga paling susah di bangunin,nando aja sampai menyerah bangunin dia kadang kalau lagi males di biarin nya aja ranny terlambat,maka dari itu mereka sering berantem "jelas revan yang tahu betul kelakuan adik ipar nya


"tapi saya bersyukur pak,tante mau berbagi cerita setidak nya sedikit banyak saya tahu hal tentang bapak jadi saya bisa memahami dan melayani bapak sebagai seorang istri dengan baik walau pun hanya pernikahan kontrak saya tetap ingin melakukan nya anggap saja sebagai pengalaman ketika saya benaran menikah dengan orang yang juga mencintai saya"ucap nissa tersenyum

__ADS_1


revan tidak menjawab dia hanya menatap kedua manik mata nissa entah kenapa ada perasaan tidak nyaman rasa bersalah setelah mendengar nya,revan cukup yakin nissa hanya berpura-pura tersenyum di balik mata nya tersimpan kesedihan mendalam.


Suara deheman seorang lelaki yang baru memasuki ruangan bersama seorang perempuan di samping nya,revan beralih menatap orang itu "Sorry bos ganggu acara tatap-tatapan kalian,tangan gue pegal dari tadi megang buku laporan"gumam lelaki itu


"kenapa elo gak ketuk pintu dulu sih don"omel revan


"ya elah gue sudah ngetuk bro noh tanya si lita "balas nya sambil menatap perempuan di samping nya


"iya pak revan kami sudah beberapa kali mengetuk pintu"ucap perempuan bernama lita tersebut


"lagian elo tatap-tatapan kaya orang baru bisa kasmaran aja bro,gue saranin yah kalau mau PDKT jangan di sini noh di kasur sana"ucap donny asal


revan langsung menjitak kepala donny "aww bro sakit kali,gila gue gegar otak tanggung jawab elo"ucap nya mengelus kepala nya


"biarin, lagian elo ngomong sembarangan aja gak di pikir dulu "marah revan


"sorry,gue bercanda bro oh ya cewek itu siapa mainan baru elo"tanya donny menatap nissa dari atas ke bawah


revan menginjak kaki donny "jaga mulut elo don"bisik revan


"iya tapi gak usah pakai injak kaki kali"ucap nya sebal


"nissa perkenalkan ini donny Manager sekaligus orang kepercayaan saya untuk mengurus resto di sini dan ini lita asisten donny"ucap revan


"hai aku lita salam kenal"ucap lita tersenyum menjabat tangan nissa


"aku nissa salam kenal juga"balas nissa


"hai gue donny sahabat revan dari kecil dan kalau boleh tau elo siapa nya revan"tanya nya


"dia calon istri gue"jawab revan yang membuat donny menatap nya tidak percaya


"Oh ya emang elo..."ucap donny terpotong


"ayo kita mulai rapat nya,nis kamu saya tinggal sebentar gak papa kan,saya rapat di sana"ucap nya menunjuk ke pojok ruangan yang dinding nya dari kaca di sana terdapat banyak kursi tersusun rapi dan sebuah monitor untuk presentasi.


"yah gak papa pak"jawab nissa

__ADS_1


"kamu bisa melihat-lihat ruangan saya dan kalau kamu capek bisa istirahat di kamar itu"ucap nya lagi yang di angguki nissa kemudian berjalan menuju ruang rapat samar-samar nissa bisa mendengar percakapan revan dan donny "elo yakin mau nikah van,seriusan elo sudah move on dari nitta" namun tidak di jawab revan.


Nissa berjalan mendekati aquarium yang berisi banyak jenis ikan salah satu nya ikan koi,cukup lama nissa menatap nya kemudian dia mulai berjalan lagi melihat pemandangan di luar jendela,mata nya beralih menatap sebuah foto revan dengan seorang perempuan nissa mendekati meja revan dan duduk di kursi tangan nya mengambil foto tersebut "Jadi kamu yang nama nya anita,kamu tenang aja nit aku akan jagain revan untuk kamu,aku akan buat dia melupakan rasa sakit nya selama ini,anggap saja ini sebagai balas budi dan tanda terima kasih ku karena kamu sudah menyelamatkan nyawa ku"ucap nya pada diri sendiri


__ADS_2